UTM Gandeng PERADABAN, IDB, dan Ponpes Darul Ulum Banyuanyar untuk Perkuat Kolaborasi Pendidikan
Bangkalan, 6 November 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memperluas jejaring kerja sama pendidikan dengan Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) Pamekasan, Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB), dan Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan pendidikan, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.
Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat 502, Lantai 5, Gedung Graha Utama UTM, Jumat (6/11/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., bersama Prof. Dr. Zainuddin Syarif, M.Ag., selaku Ketua Umum DPP PERADABAN, serta perwakilan Rektor IDB dan Ketua Umum Pengurus Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan ramah tamah akademik untuk membahas peluang tindak lanjut kerja sama.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan inisiatif kolaborasi dari keluarga besar Darul Ulum Banyuanyar. Menurutnya, sinergi antarlembaga pendidikan, baik perguruan tinggi maupun pesantren, menjadi langkah penting untuk saling menguatkan dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta kesejahteraan masyarakat.
Safi’ juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan, khususnya dalam mengembangkan citra positif Madura. Menurutnya, perguruan tinggi dan pesantren memiliki tanggung jawab bersama untuk menunjukkan bahwa Madura memiliki tradisi keilmuan, sumber daya manusia, dan potensi peradaban yang mampu berkontribusi bagi bangsa. “Kepercayaan publik itu penting untuk tumbuh kembang entitas pendidikan, baik pesantren maupun pendidikan tinggi. Kita perlu terus membuktikan melalui kualitas, capaian, dan kontribusi nyata bahwa Madura memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” ujar Safi’.
Ia menambahkan, UTM terbuka untuk mengoptimalkan berbagai unit akademik dan unit penunjang akademik yang dimiliki sesuai kebutuhan mitra. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi ditindaklanjuti melalui program konkret yang mencakup pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Pada sambutannya, Ketua Umum DPP PERADABAN, Prof. Dr. Zainuddin Syarif, M.Ag., menyampaikan bahwa kolaborasi dengan UTM merupakan peluang untuk memperluas kesempatan santri dalam mengembangkan kompetensi dan berkiprah di berbagai bidang profesi. Menurutnya, santri perlu memperoleh ruang untuk berkembang tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan. “Santri kita yang banyak ini tidak mungkin semuanya akan menjadi kiai. Ada yang kelak menjadi politisi, ekonom, praktisi pendidikan, bahkan berkiprah di bidang kedokteran dan profesi lainnya,” ungkap Zainuddin.
Ia menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar sejak awal mengembangkan prinsip integrasi ilmu agama dan ilmu umum. Karena itu, kerja sama dengan UTM dinilai relevan untuk memperluas pengembangan keilmuan, termasuk peluang kolaborasi di bidang sains, teknologi, dan kesehatan. Pesantren juga membuka ruang dukungan bagi penguatan keilmuan keagamaan di perguruan tinggi, seperti bahasa Arab, fikih, dan hadis.
Zainuddin berharap kesepakatan awal tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui Nota Kesepakatan (Memorandum of Agreement/MoA) dan program kerja yang lebih teknis. Kolaborasi dapat dikembangkan melalui penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran keahlian yang mempertemukan kompetensi perguruan tinggi dan pesantren.
Ia juga menekankan pentingnya nilai profetik dalam membangun kemitraan, yakni siddiq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), tabligh (komunikasi), dan fathanah (kecerdasan). Keempat nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi hubungan kelembagaan agar kerja sama dibangun atas dasar kepercayaan, keterbukaan, dan kemanfaatan bersama.
Bagi UTM, kolaborasi dengan PERADABAN, IDB, dan Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi dan pendidikan pesantren. Sinergi ini sekaligus membuka peluang bagi pengembangan kompetensi santri, peningkatan kualitas akademik, serta penerapan ilmu pengetahuan yang berlandaskan nilai keislaman dan kearifan lokal.
Melalui kerja sama tersebut, UTM berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi kedua institusi dan masyarakat luas. Dari Madura, UTM terus memperkuat jejaring pendidikan dan keilmuan untuk melahirkan generasi yang berpengetahuan, berakhlak, berdaya saing, serta mampu menghadirkan manfaat bagi bangsa dan negara.