UTM Jadi Satu-Satunya Penyelenggara Pelatihan PEKERTI dan AA di Madura
BANGKALAN, 12 Oktober 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) dipercaya menjadi salah satu perguruan tinggi penyelenggara Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) dan Applied Approach (AA) di Indonesia. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 114/B/KPT/2026, UTM menjadi satu-satunya perguruan tinggi penyelenggara pelatihan tersebut di Pulau Madura.
Penetapan ini menjadi langkah strategis bagi UTM dalam memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan kompetensi dosen di Madura. Melalui penyelenggaraan pelatihan PEKERTI dan AA, UTM tidak hanya berkesempatan meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan kampus sendiri, tetapi juga membuka akses pengembangan profesional bagi dosen dari berbagai perguruan tinggi, termasuk perguruan tinggi swasta di Madura.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menegaskan bahwa kepercayaan tersebut merupakan amanah sekaligus peluang bagi UTM untuk berkontribusi lebih luas dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi UTM untuk terus meningkatkan kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia pendidikan tinggi. Kami berharap penyelenggaraan pelatihan PEKERTI dan AA tidak hanya memperkuat kompetensi dosen di lingkungan UTM, tetapi juga memberikan manfaat bagi dosen dari berbagai perguruan tinggi di Madura pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Dengan demikian, peningkatan kualitas pembelajaran dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UTM, Prof. Achmad Amzeri, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas kepercayaan yang diberikan kepada UTM untuk menyelenggarakan pelatihan PEKERTI dan AA. Menurutnya, penetapan tersebut membuka peluang bagi UTM untuk memperluas manfaat program peningkatan kompetensi dosen hingga ke luar lingkungan kampus.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang telah memberikan kepercayaan kepada UTM sebagai penyelenggara pelatihan PEKERTI dan AA. Dari sekitar 4.500 perguruan tinggi di Indonesia, UTM termasuk dalam 74 perguruan tinggi yang mendapatkan kepercayaan tersebut. Alhamdulillah, ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berkontribusi lebih luas dalam meningkatkan kualitas dosen, tidak hanya di internal UTM, tetapi juga di perguruan tinggi lain di Madura,” ungkapnya.
Prof. Amzeri menjelaskan, sebelumnya dosen UTM harus mengikuti pelatihan PEKERTI dan AA di perguruan tinggi lain. Dengan adanya penetapan tersebut, UTM kini memiliki kesempatan untuk menyelenggarakan pelatihan secara mandiri, baik bagi dosen internal maupun dosen dari perguruan tinggi eksternal.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi pedagogik dosen menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan kualitas pendidikan tinggi. Melalui pelatihan ini, dosen diharapkan semakin terampil dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sehingga proses pendidikan dapat berlangsung lebih efektif dan berkualitas.
“Sejak awal, kami memang ingin menyelenggarakan pelatihan ini secara mandiri. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah status akreditasi perguruan tinggi yang unggul, dan UTM telah memenuhi persyaratan tersebut. Ke depan, kami akan segera mempersiapkan pelaksanaannya agar dosen dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Madura dapat memanfaatkan program ini,” jelasnya.
Terkait pelaksanaan, Prof. Amzeri menyampaikan bahwa UTM telah merencanakan penyelenggaraan pelatihan pada tahun ini. Namun, adanya revisi, termasuk pada sistem informasi, serta terbitnya keputusan pada akhir tahun membuat pelaksanaan program direncanakan mulai tahun berikutnya.
Pelatihan PEKERTI berfokus pada penguatan keterampilan dasar dosen dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran. Sementara itu, pelatihan AA diarahkan pada pengembangan kemampuan instruksional dosen agar mampu menerapkan strategi pembelajaran yang lebih efektif sesuai dengan kebutuhan pendidikan tinggi.
Kedua pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu dosen meningkatkan kompetensi pedagogik, mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, serta mengoptimalkan pencapaian hasil belajar mahasiswa. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemampuan dosen dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa menjadi semakin penting.
Sebagai perguruan tinggi negeri di Pulau Madura, UTM memiliki posisi strategis untuk memperluas akses pengembangan profesional dosen sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi. Kehadiran pelatihan PEKERTI dan AA di UTM diharapkan dapat mengurangi kebutuhan dosen untuk mengikuti pelatihan di luar Madura serta mendorong pemerataan peningkatan kompetensi dosen di kawasan tersebut.
Penetapan ini menjadi momentum bagi UTM untuk memperkuat kontribusinya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas. Melalui penyelenggaraan pelatihan PEKERTI dan AA, UTM berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi dosen dan mendorong terwujudnya pembelajaran yang bermutu, inovatif, serta berdampak bagi kemajuan pendidikan tinggi di Madura.