UTM Sambut Delapan Mahasiswa Walailak University Thailand melalui Program Madura Heritage & Diplomacy Scholarship
BANGKALAN – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menyelenggarakan Opening Ceremony Student Internship Walailak University Thailand: The 2026 Madura Heritage & Diplomacy Scholarship, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Jamuan Lantai 9, Gedung Graha Utama UTM ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pertukaran mahasiswa internasional sekaligus mempererat hubungan akademik dan budaya antara Indonesia dan Thailand.
Program tersebut diikuti delapan mahasiswa Walailak University, Thailand, yakni Wanvisa Sukwantavee, Nurulhuda Sama-ae, Suphitchaya Mongkutthong, Apisara Sairodsri, Piyamon Somkanda, Farhan Himma, Affan E-yong, dan Narisara Chainurak. Selama mengikuti program di Madura 19 Oktober sampai 7 November 2026, para mahasiswa akan memperoleh pengalaman belajar bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA), mengenal budaya dan tradisi lokal, serta memahami kehidupan sosial masyarakat Madura.
Ketua pelaksana, Made Arya Vidiarama, M.A., dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada mahasiswa dan dosen pendamping dari Walailak University. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen kedua perguruan tinggi dalam memperkuat kerja sama akademik dan pertukaran budaya di kawasan ASEAN.
Menurutnya, pengalaman belajar di UTM tidak hanya berfokus pada penguasaan bahasa Indonesia, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal kearifan lokal, kesenian, kuliner, serta tradisi masyarakat Madura.
Ia berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi dengan mahasiswa UTM, membangun persahabatan lintas negara, dan memperoleh pengalaman baru selama berada di Indonesia.
“Jadikan kampus ini sebagai rumah kedua. Jangan ragu untuk berinteraksi, berteman dengan mahasiswa UTM, dan mempraktikkan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Nikmati setiap proses belajar dan pengalaman selama berada di Madura,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UTM, Surokim As, menyampaikan sambutan hangat kepada rombongan Walailak University. Ia mengajak para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengenal lebih dekat keunikan Pulau Madura, mulai dari destinasi wisata, kuliner khas, hingga kehidupan masyarakatnya.
Surokim juga menekankan pentingnya orientasi dampak dalam setiap program kerja sama perguruan tinggi. Menurutnya, pertukaran mahasiswa internasional semestinya tidak hanya memberikan manfaat bagi institusi penyelenggara, tetapi juga berkontribusi terhadap masyarakat melalui pertukaran pengetahuan, pemahaman budaya, dan pengembangan solusi atas berbagai persoalan sosial.
Ia berharap pengalaman belajar di UTM dapat memperluas wawasan mahasiswa Walailak University sekaligus menumbuhkan persahabatan yang berkelanjutan antara kedua negara.
“Dalam setiap kegiatan, kita perlu memikirkan dampaknya. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi universitas, tetapi juga bagi masyarakat. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman, mengembangkan pengetahuan, dan belajar memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Perwakilan Walailak University, Nisachon Chuchai, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UTM atas kesempatan beasiswa yang diberikan kepada delapan mahasiswanya. Ia menilai program tersebut menjadi peluang berharga bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional, mempelajari bahasa Indonesia, serta mengenal budaya, tradisi, dan kuliner khas Madura secara langsung.
Ia menjelaskan bahwa para mahasiswa peserta program berasal dari bidang Hubungan Internasional. Karena itu, pengalaman belajar lintas negara diharapkan dapat memperluas perspektif mereka, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas dan buku, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat serta lingkungan budaya yang berbeda.
Menurut Nisachon, kesempatan tersebut menjadi langkah penting untuk mewujudkan impian mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di luar negeri. Ia juga berharap kerja sama UTM dan Walailak University dapat terus berkembang melalui penelitian bersama, pertukaran dosen, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.
Ia turut menyampaikan harapan agar hubungan kedua universitas semakin erat, termasuk melalui rencana konferensi bersama yang akan diselenggarakan pada akhir tahun.
Penyelenggaraan program The 2026 Madura Heritage & Diplomacy Scholarship menegaskan komitmen UTM dalam memperluas jejaring internasional dan menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa. Melalui program ini, UTM tidak hanya membuka ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada komunitas akademik internasional.
Ke depan, kolaborasi UTM dan Walailak University diharapkan berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran akademisi, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat di tingkat lokal maupun internasional.