UTM Salurkan KIP Kuliah kepada 1.340 Mahasiswa Baru Angkatan 2026, Sepakati Kontrak Komitmen Akademik
Bangkalan, 8-9 Oktober 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menyalurkan bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) kepada 1.340 mahasiswa baru angkatan 2026 melalui kegiatan sosialisasi dan pembagian buku tabungan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (8–9/10/2026), di Gedung Pertemuan GP R.P. Mohammad Noer UTM. Program tersebut menjadi bagian dari upaya UTM mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa sekaligus memastikan penerima memahami tanggung jawab yang melekat selama memperoleh bantuan.
Pada hari pertama, Kamis (8/10), layanan diberikan kepada mahasiswa Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Keislaman, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, dengan total 648 penerima. Sementara pada Jumat (9/10), layanan diperuntukkan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya dengan total 692 penerima.
Melalui KIP Kuliah, mahasiswa memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp800.000 per bulan. Pada tahap awal, bantuan disalurkan sekaligus untuk satu semester atau enam bulan dengan total Rp4.800.000 per mahasiswa, untuk periode September 2026 hingga Februari 2027.
Mewakili Wakil Rektor UTM, Kepala Bagian Akademik BAKK UTM, Edy Suprapto, S.E., menegaskan bahwa bantuan tersebut perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai kesempatan untuk menempuh pendidikan dengan lebih optimal. Menurutnya, penerima KIP Kuliah memiliki tanggung jawab untuk menjaga prestasi dan mematuhi kesepakatan yang telah ditandatangani. “KIP Kuliah merupakan kesempatan yang diberikan negara untuk mendukung mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Karena itu, kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh dan diikuti tanggung jawab akademik,” ujar Edy.
Komitmen tersebut tertuang dalam kontrak KIP Kuliah yang ditandatangani mahasiswa. Dalam kesepakatan tersebut, mahasiswa menyatakan akan menjunjung tinggi NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, berperan aktif dan berkontribusi dalam pelaksanaan Tridharma di UTM, serta meningkatkan dan melaporkan prestasi akademik setiap semester kepada pengelola KIP Kuliah.
Mahasiswa juga berkomitmen tidak mengikuti kegiatan radikalisme, mematuhi ketentuan yang berlaku terkait KIP Kuliah, serta bersedia menerima pencabutan bantuan apabila melakukan tindakan asusila, menggunakan narkoba, memiliki IPK di bawah 2,75, atau menikah selama masih mendapatkan bantuan biaya pendidikan KIP Kuliah. Ketentuan tersebut menjadi bagian penting dari proses sosialisasi agar mahasiswa memahami bahwa dukungan biaya pendidikan dan biaya hidup harus dibarengi dengan integritas, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam menyelesaikan studi.
Dalam kegiatan yang sama, Pimpinan BNI Cabang Bangkalan, Irwan Widya Pramono mengingatkan mahasiswa untuk menggunakan bantuan secara bijak dan sesuai kebutuhan selama menempuh pendidikan. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan rekening dan mengelola bantuan secara bertanggung jawab. “Manfaatkan bantuan yang diberikan negara ini sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan pendidikan. Kesempatan tersebut harus dijaga dan digunakan secara bertanggung jawab,” ujar Irwan.
Proses penyaluran dilakukan melalui verifikasi berkas, pembagian buku tabungan dan kartu debit, serta pendampingan aktivasi layanan digital Wondr by BNI. Tahapan tersebut disiapkan agar mahasiswa dapat menerima bantuan sekaligus memahami pengelolaan rekening secara aman dan mandiri.
Bagi UTM, KIP Kuliah bukan hanya instrumen bantuan finansial, tetapi juga bagian dari upaya membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan. Karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk berkembang secara akademik sekaligus membangun karakter dan tanggung jawab.
Dengan 1.340 mahasiswa penerima yang dilayani dalam dua hari, UTM terus memperkuat komitmennya untuk memastikan dukungan pendidikan dapat dimanfaatkan secara tepat. Kesempatan yang diberikan negara diharapkan menjadi jalan bagi mahasiswa untuk belajar, berprestasi, menyelesaikan pendidikan, dan kelak memberikan kontribusi bagi masyarakat.