UTM Perkenalkan Inovasi Cendol Rumput Laut kepada Mahasiswa Republik Ceko
Bangkalan — Rumput laut tak hanya identik dengan komoditas pesisir. Di tangan mahasiswa dan akademisi Universitas Trunodjoyo Madura (UTM), bahan hasil laut tersebut dikembangkan menjadi cendol dengan cita rasa khas Indonesia. Menariknya, inovasi itu turut melibatkan mahasiswa pertukaran dari Palacký University, Republik Ceko pada jumat (4/9/2026).
Pengembangan cendol rumput laut menjadi bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Internasional Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Program Magister dan Doktor UTM. Kegiatan tersebut mengusung tema “International Community Service in SEAWEED CENDOL: Bridging Local Wisdom and Global Food Innovation – From the Ocean to Your Spoon: A Sustainable Taste of Indonesia.”
Kegiatan ini tidak sekadar memperkenalkan makanan tradisional Indonesia kepada mahasiswa asing. Lebih jauh, peserta diajak melihat potensi rumput laut sebagai sumber daya lokal yang dapat diolah menjadi produk pangan inovatif dan memiliki nilai tambah.
Setiani, S.P., M.P., Ph.D., dan Dr. Maulinna Kusumo Wardhani, S.Kel., M.Si., menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Materi yang diberikan membahas potensi rumput laut sekaligus pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya hayati laut.
Suasana pembelajaran kemudian berlanjut dalam praktik. Mahasiswa Palacký University ikut mengolah rumput laut menjadi cendol. Dari proses tersebut, mereka mendapatkan pengalaman langsung mengenai pemanfaatan sumber daya pesisir sekaligus mengenal lebih dekat salah satu kekayaan kuliner Indonesia.
Bagi mahasiswa asal Republik Ceko, pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lintas budaya. Mereka tidak hanya belajar tentang pengelolaan sumber daya alam dari perspektif akademik, tetapi juga berinteraksi langsung dengan kearifan lokal yang berkembang di Indonesia.
Pengembangan cendol rumput laut juga membawa pesan tentang diversifikasi pangan. Komoditas laut yang selama ini banyak dimanfaatkan dalam bentuk bahan mentah dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang lebih bernilai dan berpotensi memiliki daya saing lebih luas.
Koordinator Program Studi S2 PSDA UTM, Dr. Teti Sugiarti, M.Si., menyebut kolaborasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi sumber daya alam Indonesia kepada masyarakat internasional.
“Kegiatan pengabdian ini merupakan momentum strategis untuk menunjukkan kepada dunia bahwa sumber daya alam lokal Indonesia dapat diolah menjadi inovasi pangan bergizi tinggi dan bernilai global tanpa kehilangan identitas budayanya,” ujar Teti.
Ia menegaskan, pemanfaatan sumber daya lokal perlu dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Selain memberikan nilai ekonomi, pengembangan produk juga harus berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan, memberdayakan masyarakat, dan mempertahankan identitas budaya.
Sementara itu, Imron Wakhid Harits, S.S., M.Pd., Ph.D., pendamping mahasiswa pertukaran dari Palacký University, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa Ceko.
“Program ini memberikan pengalaman interaktif dan lintas budaya yang sangat berkesan bagi mahasiswa Ceko. Mereka tidak hanya mempelajari aspek teknis pengelolaan rumput laut, tetapi juga merasakan langsung kehangatan kearifan lokal Indonesia yang sarat akan potensi keberlanjutan masa depan,” katanya.
Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa S2 serta S3 PSDA UTM. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik sekaligus memperluas wawasan mengenai pemanfaatan sumber daya alam.
Kolaborasi UTM dan Palacký University melalui inovasi cendol rumput laut juga membuka peluang kerja sama lanjutan. Tidak hanya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga penelitian, inovasi pangan, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, dan pertukaran budaya.
Inovasi tersebut menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki peluang untuk berkembang melampaui batas wilayah. Dengan sentuhan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan kolaborasi internasional, rumput laut dapat diolah menjadi produk yang tidak hanya mengangkat potensi lokal, tetapi juga membawa cerita tentang Indonesia ke panggung global.