UTM Dorong Sinergi Perguruan Tinggi, Pemerintah dan Dunia Usaha untuk Percepat Industrialisasi Bangkalan
Bangkalan, 1 September 2026 — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui Diskusi Sinergi dalam Pengembangan Industrialisasi Wilayah Bangkalan yang digelar di Ruang Jamuan/Rapat Gedung Graha Utama Lantai 9, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia perbankan, serta pemangku kepentingan terkait guna membahas peluang, kesiapan, dan arah pengembangan kawasan industri di Kabupaten Bangkalan.
Diskusi tersebut dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, S.IP., M.H., Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., jajaran Wakil Rektor, para dekan, Direktur Pascasarjana, pimpinan lembaga dan unit kerja di lingkungan UTM, Tim Rencana Pengembangan Industrialisasi Wilayah Bangkalan, serta jajaran PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Region VIII/Jawa 3.
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menegaskan pentingnya membangun keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyambut baik rencana pengembangan kawasan industri di Bangkalan dan menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun ekosistem kolaborasi antara pendidikan dan industri.
“Pendidikan dan industri itu harus kita kawin. Kalau hanya UTM sebagai kampus besar, tetapi tidak ada industri di Madura, tetap tidak punya dampak signifikan,” ungkapnya.
Menurut Rektor, pengembangan kawasan industri akan membuka ruang yang lebih luas bagi UTM untuk berkontribusi, baik melalui penyediaan sumber daya manusia, riset, inovasi, pendampingan, maupun pengembangan produk unggulan.
Karena itu, UTM perlu memahami secara utuh konsep pengembangan kawasan industri yang sedang disiapkan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Dari pemahaman tersebut, kampus dapat menentukan bentuk dukungan yang paling tepat untuk membantu mempercepat implementasi pembangunan kawasan industri.
Salah satu kontribusi utama UTM dalam pengembangan industrialisasi Bangkalan adalah penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Rektor menjelaskan, UTM saat ini memiliki sekitar 51 program studi dari berbagai disiplin ilmu dan jenjang pendidikan, mulai dari diploma, sarjana, profesi, magister hingga doktor. Keberagaman bidang keilmuan tersebut menjadi modal penting untuk mendukung kebutuhan SDM apabila kawasan industri di Bangkalan mulai beroperasi.
UTM juga menghasilkan ribuan lulusan setiap tahun. Oleh sebab itu, menurut Rektor, kebutuhan industri perlu dipetakan sejak awal agar kompetensi lulusan dapat diselaraskan dengan kebutuhan tenaga kerja.
“Yang dibutuhkan tinggal profil SDM seperti apa yang dibutuhkan oleh industri,” jelasnya.
Selain menyiapkan SDM, UTM juga memiliki potensi untuk memberikan dukungan melalui riset dan pusat-pusat keilmuan yang dimiliki. Salah satunya adalah Pusat Halal yang dapat berperan dalam pendampingan serta penguatan aspek kehalalan produk industri.
Hal tersebut menjadi semakin relevan karena pengembangan kawasan industri di Bangkalan juga diarahkan agar memperhatikan karakteristik masyarakat Madura dan nilai-nilai keagamaan.
Dalam diskusi tersebut, Rektor UTM menekankan bahwa industrialisasi harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Bangkalan. Salah satu syarat penting adalah komitmen industri untuk menyerap tenaga kerja lokal sesuai dengan kompetensi yang tersedia.
Selain itu, industri yang masuk juga diharapkan memenuhi ketentuan hukum, memperhatikan aspek kehalalan produk, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Industri yang masuk harus punya komitmen untuk merekrut dan menyerap tenaga kerja lokal, legal dari sisi hukum nasional maupun hukum agama, serta menjaga ekosistem lingkungan yang sehat dan ramah bagi masyarakat,” tegas Rektor.
Rektor juga berharap industri yang berkembang nantinya dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal. Meskipun bahan baku suatu industri tidak seluruhnya berasal dari Madura, keberadaan industri tetap diharapkan mampu menggerakkan sektor-sektor ekonomi lain di sekitarnya.
Dengan demikian, industrialisasi tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi baru di Bangkalan dan Madura.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim, S.IP., M.H., dalam paparannya menjelaskan bahwa salah satu persoalan yang dihadapi Bangkalan adalah masih terbatasnya sumber pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan.
Selama ini, perputaran ekonomi masyarakat masih banyak bergantung pada sektor pertanian dan pendapatan masyarakat yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Kondisi tersebut dinilai belum cukup untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui berbagai inovasi dan pengembangan potensi daerah.
Bupati menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bangkalan meningkat dari 1,94 persen pada 2024 menjadi 4,53 persen pada 2025. Pada periode yang sama, kemiskinan turun dari 18,66 persen menjadi 18,25 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,35 persen menjadi 5,31 persen.
Namun, pemerintah daerah menilai masih diperlukan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.
“Perlu ada perusahaan dan aktivitas ekonomi yang menciptakan perputaran ekonomi baru,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan bahwa rencana pengembangan kawasan industri Bangkalan diarahkan pada sektor-sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Sejumlah industri telah menunjukkan ketertarikan untuk dikembangkan, termasuk industri tekstil, industri halal, serta sejumlah sektor manufaktur lainnya.
Ketertarikan investor tersebut didukung oleh posisi strategis Bangkalan dan ketersediaan kawasan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan industri. Sejumlah kajian dan survei terhadap lokasi juga telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan pengembangan kawasan.
Bupati menyebutkan, apabila kawasan industri tersebut berjalan secara keseluruhan, kebutuhan tenaga kerja diperkirakan mencapai sedikitnya 35.000 orang. Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang bagi masyarakat Bangkalan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di daerah sendiri.
Karena itu, keberadaan UTM sebagai perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam menyiapkan SDM yang dibutuhkan oleh industri.
Menurut Bupati, persiapan pengembangan kawasan industri telah dilakukan sejak sebelum isu tersebut menjadi perhatian publik. Pemerintah daerah berperan dalam memfasilitasi aspek regulasi dan perizinan, sementara proses penyediaan lahan dilakukan oleh pihak swasta sesuai dengan ketentuan tata ruang yang berlaku.
Sejumlah kajian terkait lahan dan rencana lokasi industri juga telah dilakukan. Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus mengupayakan agar rencana tersebut memperoleh dukungan dan masuk dalam agenda pembangunan strategis nasional.
Bupati juga menyebutkan adanya minat dari sejumlah investor dari berbagai negara, termasuk Korea dan Uni Emirat Arab, serta peluang pengembangan sektor lain seperti data center.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah daerah menargetkan pembangunan fisik kawasan dapat mulai memasuki tahap groundbreaking pada 2027.
Menanggapi rencana tersebut, Rektor UTM menegaskan kesiapan kampus untuk memberikan dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam merealisasikan kawasan industri.
Dukungan tersebut akan diarahkan pada penyediaan SDM, pengembangan kompetensi, riset dan inovasi, pendampingan industri, penguatan industri halal, hingga pengembangan kerja sama dengan dunia usaha.
Menurut Rektor, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, perbankan, dan sektor industri menjadi kunci agar pengembangan kawasan industri tidak hanya menjadi rencana, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
“UTM siap untuk mendukung dan membackup sepenuhnya apa yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah dalam menggerakkan dan merealisasikan pembangunan kawasan industri di Bangkalan,” tegasnya.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pembahasan lebih lanjut mengenai konsep pengembangan kawasan industri serta peluang sinergi yang dapat dilakukan oleh UTM, Pemerintah Kabupaten Bangkalan, PT Bank Mandiri, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Melalui forum tersebut, UTM menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Bangkalan yang berbasis pada pendidikan, inovasi, penyediaan SDM unggul, serta kolaborasi dengan dunia usaha. Industrialisasi diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, memperkuat perekonomian daerah, sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Madura.