Tingkatkan Daya Saing UMKM, UPA PTPU UTM Latih Pelaku Usaha LUMINTU Malang Teknologi Retort dan Pengeringan Bumbu
MALANG – Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) terus memperluas kontribusinya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penerapan teknologi tepat guna dan inovasi digital. Komitmen tersebut diwujudkan oleh Unit Penunjang Akademik Pengembangan Teknologi dan Produk Unggulan (UPA PTPU) UTM melalui pelatihan teknis dan pendampingan bagi pelaku UMKM LUMINTU di Kota Malang, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Ginanjar Yoni Wardoyo, S.T., M.T., Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, ini bertujuan meningkatkan kualitas, keamanan, serta daya saing produk pangan UMKM. Materi pelatihan mencakup teknologi pengawetan pangan, pengolahan produk kering, layanan pengujian laboratorium, hingga pemanfaatan platform digital untuk pengelolaan produk dan bisnis.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai teknologi retort yang disampaikan oleh Ratri Diah Muktisari, S.TP., M.Si., dari tim UPA PTPU UTM yang juga berperan sebagai konsultan pendamping UMKM. Teknologi retort merupakan metode sterilisasi termal menggunakan wadah tertutup dengan uap air bertekanan, yang umumnya beroperasi pada suhu sekitar 121 derajat Celsius.
Melalui pemaparan tersebut, peserta diperkenalkan dengan manfaat teknologi retort dalam menghambat mikroorganisme pembusuk dan patogen, termasuk spora Clostridium botulinum. Dengan proses sterilisasi yang tepat dan tervalidasi, teknologi ini memungkinkan produk pangan dikemas secara hermetis dan disimpan pada suhu ruang dalam jangka waktu lebih panjang tanpa penambahan pengawet kimia.
Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai berbagai jenis kemasan yang dapat digunakan, seperti kaleng, retort pouch berlapis multipleks, dan glass jar. Selain manfaatnya, disampaikan pula sejumlah tantangan penerapan teknologi tersebut, mulai dari kebutuhan investasi mesin hingga kemungkinan perubahan tekstur, warna, dan kandungan nutrisi produk akibat proses pemanasan.
Materi berikutnya membahas pembuatan produk kering berbahan alami dengan memanfaatkan oven tangkring. Metode ini diperkenalkan sebagai alternatif pengolahan rumahan yang relatif ekonomis karena tidak memerlukan energi listrik dan dapat digunakan dengan bantuan kompor.
Dalam sesi ini, peserta mempelajari tahapan pengeringan berbagai bahan bumbu, seperti bawang putih, cabai, jahe, lengkuas, serai, dan daun jeruk. Prosesnya meliputi pengirisan bahan dengan ukuran seragam, pemanasan awal oven, pengaturan suhu sekitar 60–80 derajat Celsius, serta rotasi loyang secara berkala agar pengeringan lebih merata.
Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pengujian tingkat kekeringan dan teknik pengemasan menggunakan wadah kedap udara untuk menjaga kualitas produk. Tim menjelaskan bahwa oven tangkring memiliki keterbatasan pada kestabilan suhu dan waktu pengeringan yang relatif lebih lama. Sebagai alternatif, penggunaan food dehydrator dapat dipertimbangkan untuk memperoleh proses pengeringan yang lebih terkontrol.
Tidak hanya memberikan pelatihan teknis, UPA PTPU UTM bersama UPA Lab Terpadu UTM juga memperkenalkan berbagai layanan pengujian laboratorium yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM. Layanan tersebut meliputi pengujian Nutrition Fact, uji umur simpan, uji metabolit sekunder bahan herbal, uji cemaran logam berat seperti Pb, Cd, Hg, dan As, serta pengujian mikrobiologi Angka Lempeng Total (ALT).
Layanan pengujian ini diharapkan membantu pelaku usaha memperoleh informasi ilmiah mengenai mutu dan keamanan produknya. Dukungan tenaga kompeten dan bersertifikat, pelayanan yang responsif, serta biaya yang kompetitif dan transparan menjadi bagian dari upaya UTM dalam mempermudah UMKM mengakses fasilitas pengujian laboratorium.
Pada sesi penutup, peserta diperkenalkan dengan platform digital Produkita melalui laman produkita.id. Platform berbasis Smart QR Code ini dikembangkan untuk membantu pelaku UMKM mengelola informasi produk, sertifikasi, analisis, dan aktivitas bisnis melalui satu sistem terintegrasi.
Melalui satu dashboard terpusat, pelaku usaha dapat memanfaatkan fitur manajemen sertifikasi, analytics dan reporting, serta integrasi informasi regulasi terbaru terkait BPOM, sertifikasi halal, dan PIRT. Produkita juga menyediakan dukungan layanan Proximate Test dan Nutrition Test, sehingga pengelolaan informasi produk dapat dilakukan secara lebih sistematis. Perkembangan proses sertifikasi juga dapat dipantau secara real-time.
Platform Produkita merupakan bagian dari dukungan UPA PTPU UTM dan UPA Lab Terpadu UTM dalam mendorong transformasi digital UMKM, khususnya dalam pengelolaan mutu, legalitas, dan pengembangan produk.
Antusiasme peserta terlihat dari hasil survei kepuasan yang melibatkan delapan responden. Sebagian besar peserta menilai materi pelatihan sangat membantu dan memiliki potensi untuk diterapkan secara langsung dalam pengembangan usaha masing-masing.
Muhimmatul Ifadah, pelaku usaha pentol frozen, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi pengembangan usahanya. “Sangat membantu sekali dalam mengembangkan usaha kami. Harapannya semoga kegiatan ini bisa ditindaklanjuti dengan program-program pemerintah yang support penuh UMKM,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Herni Farida, pelaku usaha minuman rimpang rempah. Ia berharap pendampingan yang diberikan dapat terus berlanjut sehingga pelaku UMKM memperoleh pembinaan secara berkesinambungan. “Semoga bisa berlanjut lagi pelatihannya untuk membimbing kami para UMKM bisa sukses,” ungkapnya.
Sementara itu, Regina Galantania, pelaku usaha repack snack, juga menyampaikan ketertarikannya untuk kembali mengikuti kegiatan serupa. “Saya sangat senang jika diundang untuk pelatihan lagi,” tuturnya.
Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh tim UPA PTPU UTM yang terdiri atas Hairil Budiarto, S.T., M.T.; Alvido Toto Wijaya, S.Tr.T., M.T.; Achmad Zain Nur, S.Kom., M.T.; Muhammad Iyan Putra Pratama, S.St., M.Sc.; Muhammad Syafi’ul Umam, S.T.; dan Ratri Diah Muktisari, S.TP., M.Si.
Melalui kegiatan ini, UTM menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sinergi antara pelatihan teknologi pangan, fasilitas pengujian laboratorium, dan pemanfaatan platform digital diharapkan dapat membantu UMKM menghasilkan produk yang lebih berkualitas, aman, memiliki daya saing, serta siap berkembang di pasar yang lebih luas.