Tiga Koordinator Program Studi Magister UTM Resmi Dilantik, Rektor Tekankan Budaya Unggul
Bangkalan, 26 Agustus 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) kembali memperkuat tata kelola akademik dengan melantik tiga Koordinator Program Studi (Koprodi) Program Magister. Pelantikan berlangsung pada Rabu (26/8/2026) pukul 14.00 WIB di Gedung Rektorat UTM lantai 5.
Tiga pejabat yang dilantik tersebut yakni Dwi Ratna Hidayati, S.P., M.P., Ph.D. sebagai Koordinator Program Studi Agribisnis Program Magister pada Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Masduki, M.Pd. sebagai Koordinator Program Studi Linguistik Terapan Program Magister pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), serta Dr. Lailatul Qodariyah, S.H.I., M.E.I. sebagai Koordinator Program Studi Ekonomi Syariah Program Magister pada Fakultas Keislaman.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas akademik UTM.
“Semoga pelantikan pada hari ini diridai Allah SWT dan para pejabat yang dilantik diberikan amanah serta kekuatan dalam menjalankan tugas dan kewajibannya,” ujar Rektor.
Menurutnya, bertambahnya program studi, khususnya tiga program magister tersebut, menjadi bagian dari upaya UTM memperluas manfaat pendidikan tinggi bagi sivitas akademika, masyarakat Madura, masyarakat Indonesia, serta bangsa dan negara.
Rektor juga menekankan pentingnya menjaga kualitas akademik sejak awal penyelenggaraan program studi. Ia berharap program-program magister yang baru dapat terus berkembang dan mampu mencapai predikat akreditasi unggul.
“Syukur-syukur dalam aktivitas pertama dua tahun ke depan bisa langsung mendapatkan akreditasi unggul. Setidaknya bisa terakreditasi baik sekali,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Safi’ menegaskan bahwa unggul tidak boleh hanya menjadi target, tetapi harus menjadi budaya kerja di lingkungan UTM. Menurutnya, budaya mutu harus dibangun sejak awal sehingga seluruh standar akademik dan tata kelola dapat dipenuhi secara konsisten tanpa harus menunggu momentum akreditasi.
“Unggul bukan lagi menjadi target, tapi unggul harus menjadi budaya kita. Kalau itu sudah menjadi budaya kerja kita, insyaallah tidak ada yang sulit,” tegasnya.
Ia menjelaskan, apabila budaya unggul telah diterapkan dalam keseharian, setiap program studi akan terbiasa menjalankan seluruh ketentuan dan standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, proses evaluasi maupun akreditasi dapat dilakukan secara lebih siap karena berbagai persyaratan telah dipenuhi sejak awal.
Selain kualitas akademik, Rektor juga mengingatkan para koordinator program studi untuk memahami dan menerapkan berbagai pedoman serta regulasi yang berlaku dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Semua sudah ada pedomannya, sudah ada ketentuannya. Tinggal bagaimana kita semua memahami, menerapkan, serta mengimplementasikannya dalam kegiatan kita sehari-hari,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Prof. Safi’ meminta para koordinator program studi yang baru dilantik untuk segera bekerja. Pasalnya, ketiga program studi tersebut telah mulai menerima mahasiswa baru sehingga dibutuhkan kesiapan pengelolaan sejak awal.
“Ini baru dilantik langsung bekerja, karena semuanya sudah mulai menerima mahasiswa baru. Jadi tidak ada waktu untuk berleha-leha,” ujarnya.
Pelantikan tiga Koordinator Program Studi Magister ini diharapkan semakin memperkuat pengelolaan akademik UTM, sekaligus menjadi momentum untuk membangun program studi yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada budaya unggul serta kebermanfaatan bagi masyarakat.