Menyongsong Industrialisasi Madura, UTM & PT Indo Bismar Perkuat Kolaborasi Magang dan Kewirausahaan
Bangkalan, 23 September 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memperluas kolaborasi dengan dunia usaha melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Indo Bismar dan Nota Kesepakatan (MoA) dengan Fakultas Keislaman UTM. Kerja sama tersebut diarahkan untuk membuka ruang magang, pembelajaran praktis, pengembangan kewirausahaan, hingga peluang rekrutmen bagi mahasiswa dan lulusan UTM.
Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 5, Gedung Graha Utama UTM, Rabu (23/9/2026). MoU ditandatangani oleh Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H. dan Chief Executive Officer PT Indo Bismar Dr. H. Siswanto, S.Sos., S.Ak., S.H., M.M., M.Ak., M.H. Sementara MoA ditandatangani oleh Dekan Fakultas Keislaman UTM Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya UTM mempertemukan pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di kampus, tetapi juga kesempatan mengenal langsung lingkungan kerja, mengembangkan keterampilan praktis, dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan pasar kerja.
CEO PT Indo Bismar, Dr. H. Siswanto, S.Sos., S.Ak., S.H., M.M., M.Ak., M.H., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengatakan perusahaan membuka peluang bagi mahasiswa dan lulusan UTM untuk menjalani magang sekaligus mengenal berbagai bidang yang dikembangkan perusahaan. “Kami berharap melalui MoU ini mahasiswa dan lulusan UTM dapat memperoleh kesempatan magang dan bekerja, sekaligus belajar menjadi entrepreneur serta mendalami berbagai keterampilan yang dibutuhkan di dunia industri,” ujar Siswanto.
Menurutnya, PT Indo Bismar yang bergerak di bidang teknologi informasi dan memiliki cabang di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah juga membuka ruang pembelajaran mengenai perpajakan, kewirausahaan, industri, dan agrowisata. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas peluang kerja sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., mengatakan kerja sama dengan PT Indo Bismar menjadi langkah konkret untuk memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dan industri. Dengan mengelola 52 program studi, UTM terus mendorong agar proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga memberi kesempatan mahasiswa belajar langsung dari dunia kerja. “Kami ingin mengawinkan dunia industri dengan akademisi agar lulusan UTM memiliki pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, ketika lulus mereka tidak harus memulai lagi dari nol untuk beradaptasi dengan dunia kerja,” kata Safi’.
Safi’ menjelaskan, UTM terus mendorong program pembelajaran di luar kampus, termasuk magang berdampak serta keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran. Melalui skema tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung sekaligus memahami persoalan dan kebutuhan nyata di dunia usaha. “Semoga kerja sama ini tidak berhenti pada MoU dan MoA, tetapi dilanjutkan dengan tindakan konkret. Ketika PT Indo Bismar membutuhkan sumber daya manusia, kami siap menyalurkan mahasiswa dan lulusan yang sesuai,” ujarnya.
Kerja sama juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program magang selama empat bulan. Selain itu, PT Indo Bismar akan terlibat dalam pembelajaran melalui kuliah praktisi di Fakultas Keislaman UTM, sehingga mahasiswa mendapatkan perspektif langsung dari pelaku dunia usaha.
Dalam sesi diskusi, pembahasan kemudian berkembang pada peluang penguatan kompetensi mahasiswa di bidang perpajakan. PT Indo Bismar memberikan ruang untuk menghadirkan kelas industri dan kuliah praktisi perpajakan bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTM. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan praktis mahasiswa, termasuk sebagai bekal untuk membangun usaha secara mandiri.
Selain menyiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja, kerja sama juga membuka ruang bagi pengembangan kapasitas SDM dari pihak perusahaan. UTM siap memberikan akses studi lanjut melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi karyawan maupun pelaku usaha yang ingin melanjutkan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rektor UTM menambahkan, penguatan kewirausahaan menjadi salah satu perhatian universitas. Dengan jumlah mahasiswa program sarjana yang mencapai lebih dari 23.000 orang dan sebagian besar berasal dari Jawa Timur, UTM terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga memiliki keberanian membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Upaya tersebut diperkuat melalui UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA-PKK) yang mendorong pengembangan karier, kompetensi, dan mental kewirausahaan mahasiswa. Kolaborasi dengan PT Indo Bismar diharapkan menjadi salah satu ruang implementasi untuk mempertemukan kompetensi mahasiswa dengan kebutuhan industri sekaligus membuka peluang usaha dan pekerjaan baru.
Bagi UTM, penandatanganan MoU dan MoA ini bukan sekadar penguatan hubungan kelembagaan, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran yang semakin dekat dengan dunia kerja dan dunia usaha. Melalui magang, kelas industri, kuliah praktisi, rekrutmen, serta pengembangan kewirausahaan, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih utuh sebelum memasuki kehidupan profesional.
Kerja sama UTM dan PT Indo Bismar sekaligus menegaskan komitmen universitas untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Dari ruang akademik menuju pengalaman nyata di dunia usaha, UTM terus membuka lebih banyak jalan bagi mahasiswa untuk bertumbuh, berdaya saing, dan menciptakan dampak nyata.