LPMPP UTM Launching Assessment, Training, and Development Center, Perkuat Ekosistem Talenta SDM Unggul
Bangkalan, 4 November 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui peluncuran UTM Assessment, Training, and Development Center (UATDC). Lembaga yang diinisiasi Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UTM ini hadir untuk menjembatani kebutuhan kompetensi dunia usaha dan pemerintah dengan potensi sumber daya manusia yang dimiliki perguruan tinggi.
Peluncuran UATDC berlangsung di Aula Syaikhona Muhammad Kholil, Lantai 10 Gedung Graha Utama UTM, Rabu (4/11/2026). Mengusung tema “Membangun Ekosistem Talenta Indonesia: Sinergi Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Dunia Usaha dalam Penguatan SDM Unggul”, kegiatan ini menghadirkan Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Suharmen, S.Kom., M.Si., sebagai narasumber utama. Kegiatan dimoderatori oleh Lailatul M. Hanim, M.Psi., Psikolog, Kepala Pusat Asesmen dan Pengembangan Psikologi SDM (PAPP SDM) LPMPP UTM.
Kepala LPMPP UTM, Dr. Dinara Maya Julijanti, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa pembentukan UATDC merupakan respons terhadap perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis. Kompetensi dasar saja tidak lagi cukup, sehingga diperlukan sistem asesmen dan pengembangan kapasitas yang mampu menjawab kebutuhan organisasi dan industri. “UTM berkomitmen untuk hadir tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten, unggul, dan berdaya saing,” ujar Dinara.
Ia menambahkan, UATDC dirancang sebagai wadah yang menghubungkan kebutuhan riil pemerintah dan dunia industri dengan kapasitas akademik serta keahlian yang dimiliki UTM. Layanan yang dikembangkan tidak terbatas pada asesmen dan pelatihan, tetapi juga mencakup pengembangan model, inovasi layanan, konsultasi, serta pendampingan yang terarah dan berkelanjutan.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyambut peluncuran UATDC sebagai langkah strategis untuk memperluas kontribusi universitas dalam pengembangan talenta Indonesia. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Karena itu, perguruan tinggi harus mengambil peran lebih luas dalam menyiapkan SDM yang kompeten dan siap berkontribusi di berbagai sektor. “Alhamdulillah, hari ini UTM meluncurkan sebuah lembaga baru yang berfokus pada pembinaan talenta SDM unggul dan berdaya saing. Kita harus terus menunjukkan kapasitas melalui kinerja dan prestasi, sehingga UTM mampu bersaing dan memperoleh kepercayaan yang semakin luas,” ujar Safi’.
Rektor berharap UATDC dapat berkembang menjadi mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dalam mengidentifikasi, memetakan, serta mengembangkan potensi sumber daya manusia. Kehadiran pusat ini juga diharapkan memperkuat posisi UTM sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi turut berkontribusi dalam menyiapkan talenta untuk pembangunan nasional. “Kunci kemajuan suatu bangsa ada pada sumber daya manusianya. Semoga UATDC benar-benar menjadi mitra strategis dalam melahirkan talenta-talenta unggul yang siap mendedikasikan diri untuk memajukan dan menyejahterakan bangsa,” ujarnya.
Dalam keynote speech, Wakil Kepala BKN RI, Suharmen, S.Kom., M.Si., menyambut positif kehadiran UATDC sebagai potensi mitra BKN dalam penyelenggaraan asesmen kompetensi di Jawa Timur, khususnya wilayah Madura. Keberadaan pusat asesmen di lingkungan perguruan tinggi dinilai dapat mendekatkan layanan sekaligus meningkatkan efisiensi dari sisi transportasi, waktu, dan biaya. “Tentu ini merupakan salah satu calon partner dari Badan Kepegawaian Negara, terutama dalam melakukan asesmen di wilayah Jawa Timur secara umum dan Pulau Madura secara khusus. Dari sisi transportasi dan biaya tentu akan lebih mudah ditekan,” ungkap Suharmen.
Ia juga menjelaskan bahwa kehadiran UATDC sejalan dengan arah kebijakan manajemen talenta nasional yang dikembangkan pemerintah melalui Kementerian PANRB dan BKN. Pengembangan kompetensi, menurutnya, perlu didasarkan pada hasil asesmen agar program peningkatan kapasitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing individu, bukan menggunakan pendekatan yang seragam. “Pengembangan kompetensi yang lebih terarah berdasarkan hasil asesmen akan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, karena tidak lagi bersifat one size fits all,” jelasnya.
Launching UATDC menjadi langkah UTM dalam memperluas pemanfaatan keahlian akademik untuk mendukung kebutuhan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui layanan asesmen, pelatihan, konsultasi, dan pengembangan SDM, UTM berupaya membangun jembatan antara potensi individu dengan kebutuhan organisasi secara lebih terukur dan profesional.
Bagi UTM, kehadiran UATDC bukan sekadar penambahan unit layanan, melainkan bentuk penguatan kontribusi perguruan tinggi dalam membangun ekosistem talenta nasional. Dari Madura, UTM terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah dan dunia usaha untuk melahirkan SDM unggul, kompeten, dan berdaya saing demi kemajuan bangsa.