FKIP UTM Terjunkan Mahasiswa Asistensi Mengajar Internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Perkuat Kolaborasi Pendidikan
KUALA LUMPUR, 8 September 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memperkuat kiprah internasional melalui penerjunan mahasiswa dalam program Asistensi Mengajar Internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda FKIP UTM di Malaysia yang meliputi penerjunan mahasiswa Asistensi Mengajar Internasional, perpanjangan dokumen kerja sama antara FKIP UTM dan SIKL, serta pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Rombongan FKIP UTM dipimpin Dekan FKIP, Dr. Badrud Tamam, S.Si., M.Pd., bersama sejumlah dosen, yakni Dr. Wanda Ramansyah, M.Pd., Dr. Fatimatul Munawaroh, M.Si., Puji Rahayu Ningsih, M.Pd., Afiyah Nur Kayati, M.Pd., Ahmad Jamiul Amil, Ph.D., Parrisca Indra Perdana, M.Pd., Angga Fitriyono, M.Pd., Dr. Dewi Mayangsari, M.Psi., Dinda Rizki Tiara, M.Pd., Mardiyana Faridhatul Anawaty, M.Pd., dan Tarich Yuandana, M.Pd.
Sementara itu, mahasiswa yang mengikuti program Asistensi Mengajar Internasional terdiri atas Sulistya Hapsari, Raisah Muthiah Adillah, Lira Rizqi Nurfadillah, dan Azzahro Salsabilla dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD).
Kedatangan rombongan FKIP UTM mendapat sambutan hangat dari jajaran SIKL. Kepala SIKL Mashudi, S.Pd., M.Pd., bersama Wakil Kepala Sekolah bidang Humas sekaligus KTU Budi Siswanto, S.I.Kom., Bagian Kerja Sama Rupinis, S.Sos., M.Pd., dan Taufiq Hasyim Salengke, M.A., menyambut baik pelaksanaan program tersebut.
Dalam sambutannya, Mashudi menyampaikan bahwa SIKL membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa FKIP UTM untuk memperoleh pengalaman praktik mengajar sekaligus mengembangkan kerja sama dalam bidang lainnya, seperti riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pengalaman mengajar di SIKL memiliki keunikan tersendiri karena mahasiswa berhadapan dengan lingkungan pendidikan yang dapat disebut sebagai “miniatur Indonesia”. Para siswa yang menempuh pendidikan di SIKL berasal dari berbagai latar belakang dan daerah di Indonesia.
“Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga karena di sini mereka mengajar miniatur Indonesia. Siswa-siswi berasal dari berbagai daerah, dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.
Ia juga mendorong mahasiswa agar mampu beradaptasi dan menjalankan berbagai peran selama mengikuti program. Hal tersebut sejalan dengan karakteristik pembelajaran di SIKL yang dikenal dengan konsep 3M, yakni Multigrade, Multisubject, dan Multitasking.
Dalam praktiknya, guru dituntut siap mengajar pada berbagai jenjang dan kelas, menangani beragam mata pelajaran, menyelesaikan administrasi pendidikan, hingga menjalankan peran pendamping bagi siswa. Kondisi tersebut dinilai menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa calon pendidik.
Terlebih, SIKL memiliki jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pengalaman pembelajaran yang lebih beragam.
Dekan FKIP UTM, Dr. Badrud Tamam, S.Si., M.Pd., berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus belajar, beradaptasi, dan menunjukkan semangat selama mengikuti program Asistensi Mengajar Internasional.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya. Jadilah mahasiswa yang adaptif, aktif, dan bersemangat karena pengalaman yang diperoleh di sini akan menjadi bekal penting sebagai calon pendidik,” pesannya.
Selain program Asistensi Mengajar Internasional, FKIP UTM juga membuka peluang pengembangan kerja sama dengan SIKL dalam berbagai bidang. Di antaranya penulisan artikel ilmiah, penyusunan buku, kegiatan PKM, serta pelaksanaan KKN di Sanggar Bimbingan yang berada di bawah naungan SIKL pada masa mendatang.
Rencana tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Sekolah beserta jajaran SIKL. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat Indonesia di Malaysia.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan perpanjangan dokumen kerja sama antara FKIP UTM dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring internasional FKIP UTM, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan pengalaman pembelajaran mahasiswa.
Melalui program Asistensi Mengajar Internasional dan penguatan kerja sama dengan SIKL, FKIP UTM terus memperluas ruang belajar mahasiswa hingga ke tingkat internasional. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UTM menghadirkan pendidikan yang adaptif, berwawasan global, dan berdampak nyata bagi masyarakat.