FKIP UTM Kenalkan Seni Budaya dan Kearifan Lokal Madura kepada Siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur
KUALA LUMPUR, 8 September 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memperluas implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, Selasa (8/9/2026).
Mengusung tema “Seni Budaya dan Kearifan Lokal”, kegiatan tersebut ditujukan bagi siswa Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) SIKL. Program ini menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara FKIP UTM dan SIKL yang telah terjalin melalui Memorandum of Understanding (MoU) sejak 2024.
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen FKIP UTM menghadirkan sejumlah aktivitas edukatif yang memadukan pembelajaran, seni, budaya, serta permainan tradisional. Salah satunya melalui pengenalan Senam Kreasi Anak Madura (SAKERA) yang dipandu oleh Angga Fitriyono, S.Pd., M.Pd. dan Tarich Yuandana, S.Pd., M.Pd.
SAKERA merupakan senam kreasi berbasis kearifan lokal Madura yang memanfaatkan alunan sejumlah lagu daerah, seperti Pajjar Lagghu’, Kerabhen Sape, Olle Olang, dan Kacong Jhebbing. Gerakan dalam senam juga mengadaptasi unsur budaya masyarakat Madura sehingga anak-anak tidak hanya aktif bergerak, tetapi sekaligus memperoleh pengalaman mengenal budaya daerah.
Melalui kegiatan tersebut, SAKERA diharapkan dapat menjadi media untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya lokal sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gerak dan perkembangan motorik anak usia dini.
Selain senam, siswa SIKL juga mendapatkan pelatihan gerakan Tari Daerah Madura Tanduk Majeng yang diberikan oleh Parrisca Indra Perdana, S.Pd., M.Pd. dan Dinda Rizki Tiara, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenal seni tari tradisional Madura melalui gerakan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan lomba permainan tradisional berupa estafet karet dan estafet bendera. Permainan tersebut dipandu oleh Fikri Nazarullail, S.Pd., M.Pd., Mardiyana Faridhatul Anawati, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Dewi Mayangsari, S.Psi., M.Psi.
Permainan tradisional tersebut tidak hanya dirancang sebagai aktivitas rekreatif, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kerja sama, sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air kepada anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia.
Kegiatan PKM ini turut melibatkan empat mahasiswa FKIP UTM dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), yakni Sulistya Hapsari, Raisah Muthiah Adillah, Lira Rizqi Nurfadillah, dan Azzahro Sals Annabila.
Keempat mahasiswa tersebut juga tengah mengikuti Program Asistensi Mengajar Internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur pada 8 September hingga 1 Oktober 2026. Selama program berlangsung, mereka turut membantu proses pembelajaran di sekolah mitra sekaligus memperoleh pengalaman mengajar dalam lingkungan pendidikan internasional.
Pelaksanaan kegiatan turut didampingi Mashudi, S.Pd., M.Pd. selaku Plh. Kepala SIKL, Budi Siswanto, S.I.Kom. selaku Waka Humas dan KTU, Rupinis, S.Sos., M.Pd. selaku bagian kerja sama SIKL sekaligus guru TK SIKL, serta Taufiq Hasyim Salengke, M.A.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengembangan kerja sama FKIP UTM dengan SIKL yang telah berjalan sejak 2024. Kolaborasi tersebut tidak hanya membuka ruang bagi pelaksanaan kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi dosen dan mahasiswa UTM untuk mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam konteks internasional.
Melalui pengenalan seni, permainan tradisional, dan kearifan lokal Madura kepada anak-anak Indonesia di Kuala Lumpur, FKIP UTM turut membawa budaya Madura ke ruang pendidikan global.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat UTM untuk memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus mengembangkan potensi lokal agar memiliki dampak yang lebih luas, dari Madura untuk Indonesia dan berdampak bagi dunia.