FKIP UTM Goes to Malaysia 2026, Perkuat Pendidikan Unggul, Berkearifan Lokal, dan Berwawasan Global
Bangkalan, 3 September 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) kembali memperluas kiprahnya di tingkat internasional melalui program FKIP UTM Goes to Malaysia 2026. Mengusung tema “Menyongsong Pendidikan Unggul, Berkearifan Lokal, dan Berwawasan Global”, program ini menjadi bagian dari komitmen FKIP UTM dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memberikan pengalaman akademik internasional bagi dosen dan mahasiswa.
Delegasi dosen dan mahasiswa FKIP UTM berpamitan sekaligus memohon doa restu kepada Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., pada Kamis (3/9/2026) di Ruang Rektorat Lantai 5 UTM. Delegasi tersebut akan menjalankan berbagai agenda, mulai dari asistensi mengajar, magang, pertukaran mahasiswa internasional, pengabdian kepada masyarakat, benchmarking, hingga penguatan kerja sama dengan institusi pendidikan di Malaysia.
Program FKIP UTM Goes to Malaysia 2026 akan berlangsung mulai 8 September hingga 2 Oktober 2026. Kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa dan dosen, tetapi juga menjadi sarana memperluas jejaring internasional serta memperkenalkan nilai-nilai pendidikan dan kearifan lokal Indonesia di luar negeri.
Salah satu agenda utama adalah Asistensi Mengajar Internasional di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Dalam program tersebut, dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) akan terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di SIKL.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman mengajar dalam lingkungan pendidikan internasional. Pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pedagogik, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta kesiapan mahasiswa sebagai calon pendidik yang adaptif terhadap perkembangan dan tantangan pendidikan global.
Selain di SIKL, FKIP UTM juga mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti asistensi mengajar, magang, dan pertukaran mahasiswa internasional di School of Education (SOE), Universiti Utara Malaysia (UUM).
Delegasi tersebut terdiri atas lima mahasiswa Pendidikan Informatika, dua mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, serta satu mahasiswa Pendidikan IPA dan lima dosen. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran lintas budaya sekaligus memperkaya wawasan mahasiswa mengenai praktik pendidikan, pengembangan keilmuan, dan lingkungan akademik di tingkat internasional.
Tidak hanya mahasiswa, dosen FKIP UTM juga akan melaksanakan sejumlah agenda pengabdian kepada masyarakat dan penguatan kerja sama kelembagaan selama berada di Malaysia.
Pada 8–9 September 2026, tim PKM di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang terdiri atas tujuh dosen dan empat mahasiswa akan melaksanakan kegiatan “Pelatihan Seni Budaya dan Kearifan Lokal bagi Siswa TK dan SD Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.”
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya FKIP UTM dalam mengenalkan sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya Indonesia kepada anak-anak Indonesia yang berada di Malaysia. Melalui seni dan kearifan lokal, peserta didik diharapkan tetap memiliki kedekatan dengan budaya dan identitas Indonesia meskipun menjalani pendidikan di luar negeri.
Agenda pengabdian lainnya dilaksanakan di Sanggar Bimbingan Sungai Buloh dengan melibatkan delapan dosen dan delapan mahasiswa. Kegiatan bertajuk “Aku Anak Indonesia: Petualangan Meraih Mimpi” tersebut ditujukan bagi siswa Sanggar Bimbingan Sungai Buloh.
Program ini diharapkan menjadi ruang edukatif dan inspiratif bagi anak-anak Indonesia di Malaysia untuk membangun kepercayaan diri, meningkatkan semangat belajar, serta menumbuhkan motivasi dalam meraih cita-cita. Bagi FKIP UTM, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut juga merupakan wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat Indonesia di luar negeri.
Sementara itu, tim benchmarking dan kerja sama FKIP UTM dengan School of Education Universiti Utara Malaysia yang terdiri atas delapan dosen akan membahas berbagai peluang penguatan kerja sama kelembagaan dan akademik. Salah satu agenda yang akan dibahas adalah pengembangan program Double Degree, selain peluang kolaborasi lainnya.
Kegiatan benchmarking diharapkan dapat memberikan masukan bagi FKIP UTM dalam pengembangan tata kelola pendidikan, kurikulum, pembelajaran, serta internasionalisasi program studi. Kerja sama dengan perguruan tinggi mitra di Malaysia juga menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem akademik yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berorientasi global.
Sebagai fakultas yang terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta memiliki program studi dengan akreditasi unggul, FKIP UTM menegaskan komitmennya untuk memberikan dampak tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional.
Komitmen tersebut sejalan dengan tagline FKIP UTM, “BRILIAN” (Berintegritas, Resiliens, dan Unggul). Melalui FKIP UTM Goes to Malaysia 2026, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas akademik, pengabdian, dan kolaborasi internasional yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Program ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif mengenai dunia pendidikan. Interaksi dengan institusi pendidikan, pendidik, dan masyarakat Indonesia di Malaysia diharapkan mampu membentuk calon guru yang adaptif, memiliki kemampuan lintas budaya, serta siap menghadapi tantangan pendidikan di era global.
Di sisi lain, membawa misi pendidikan berbasis kearifan lokal kepada anak-anak Indonesia di Malaysia memiliki makna yang lebih luas. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi akademik, tetapi juga menjadi sarana menjaga kecintaan terhadap budaya, bahasa, dan identitas Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., berpesan kepada para dosen dan mahasiswa yang akan menjalankan misi akademik dan pengabdian di Malaysia agar senantiasa menjaga nama baik universitas dan Indonesia.
Rektor juga mendorong para delegasi untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ruang belajar, memperluas pengalaman, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tetap semangat mengabdi untuk kampus dan negeri tercinta, cari pengalaman dan sebarkan kebaikan seluas mungkin,” pesan Rektor.
Ia juga berharap momentum FKIP UTM Goes to Malaysia 2026 dapat menjadi pengalaman berharga bagi dosen dan mahasiswa untuk membangun sikap adaptif, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan nasionalisme di tengah lingkungan global.
Dekan FKIP UTM, Dr. Badrud Tamam, S.Si., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bukti nyata komitmen FKIP UTM dalam mewujudkan internasionalisasi pendidikan dan memperkuat daya saing global.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen FKIP dalam mewujudkan internasionalisasi dan memperkuat daya saing global,” ujar Badrud Tamam.
Dengan berbagai rangkaian kegiatan tersebut, FKIP UTM Goes to Malaysia 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai program mobilitas internasional, tetapi menjadi bagian dari langkah strategis FKIP UTM dalam mencetak pendidik masa depan yang unggul, berintegritas, tangguh, berakar pada kearifan lokal, serta memiliki wawasan global.
Melalui semangat “Menyongsong Pendidikan Unggul, Berkearifan Lokal, dan Berwawasan Global”, FKIP UTM terus menunjukkan bahwa kontribusi perguruan tinggi dapat melampaui batas geografis dengan membawa ilmu pengetahuan, nilai-nilai pendidikan, budaya, dan semangat kebangsaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.