FK UTM Bekali Mahasiswa Kedokteran dengan Ilmu, Iman, dan Integritas
BANGKALAN — Fakultas Kedokteran Universitas Trunodjoyo Madura (FK UTM) menyelenggarakan Kuliah Tamu Spiritual Coaching bertema “Ilmu, Iman, dan Integritas: Bekal Menempuh Pendidikan Kedokteran”, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FK UTM dalam memperkuat pembentukan karakter, ketahanan diri, dan integritas mahasiswa selama menempuh pendidikan kedokteran.
Kegiatan tersebut menghadirkan dr. Yusfik Helmi Hidayat, Sp.B., FINACS, FICS, M.Kes. sebagai narasumber. Materi yang disampaikan mengajak mahasiswa memahami bahwa pendidikan kedokteran tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga landasan spiritual serta integritas dalam menjalankan proses pendidikan dan profesi di masa mendatang.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FK UTM, Andharini Dwi Cahyani, S.Kom., M.Kom., PhD, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa mahasiswa kedokteran menghadapi proses pendidikan yang memiliki tuntutan akademik cukup tinggi. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan mahasiswa dalam menjaga keseimbangan diri, mengelola tekanan, serta membangun sikap positif selama menjalani pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya mengenali batas kemampuan diri dan tidak ragu mengakui keterbatasan pengetahuan. Sikap terbuka untuk belajar, mencari evidence, berkonsultasi, serta membangun kerendahan hati menjadi bagian penting dalam membentuk calon dokter yang profesional.
Narasumber juga menekankan bahwa integritas harus dibangun sejak mahasiswa berada di lingkungan pendidikan. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kejujuran dalam proses akademik, termasuk tidak melakukan kecurangan, tidak memalsukan data, mengisi logbook secara jujur, serta tidak mengklaim kompetensi atau keterampilan yang belum dikuasai.
Selain aspek keilmuan dan integritas, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperlakukan pasien sebagai manusia yang memiliki martabat. Menjaga privasi, memperoleh persetujuan tindakan, mendengarkan dengan empati, serta menghormati latar belakang pasien merupakan bagian dari profesionalisme yang perlu ditanamkan sejak masa pendidikan.
Penguatan aspek ketahanan diri turut disampaikan Kepala Puskesmas Kamal, Khadijah, S.Keb., Bd., M.Kes. Ia menekankan bahwa perjalanan pendidikan dan profesi di bidang kesehatan membutuhkan kesiapan tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara emosional dan mental.
Menurutnya, mahasiswa perlu mampu mengenali kondisi diri ketika menghadapi kelelahan maupun tekanan. Keberanian untuk meminta dukungan ketika menghadapi kesulitan merupakan bagian dari upaya menjaga diri agar tetap mampu menjalani proses pendidikan secara optimal.
Khadijah juga mengingatkan mahasiswa untuk senantiasa mengingat dukungan dan pengorbanan keluarga selama menjalani pendidikan. Menurutnya, dukungan tersebut dapat menjadi salah satu sumber motivasi bagi mahasiswa untuk terus berusaha dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Sementara itu, Dekan FK UTM, Prof. Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes., Sp. KKLP., Subsp. FOMC, menyampaikan komitmen fakultas untuk mendampingi mahasiswa sejak awal pendidikan hingga menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dokter.
“Tahun ini kami menerima 50 mahasiswa. Semoga nanti 50 mahasiswa ini dapat lulus bersama-sama dan tepat waktu,” ujarnya.
Ia menambahkan, FK UTM terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun nonakademik. Dukungan dosen dan institusi diharapkan dapat membantu mahasiswa mengembangkan potensi sekaligus menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan.
Melalui Kuliah Tamu Spiritual Coaching tersebut, FK UTM menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu, iman, dan integritas dalam membentuk calon dokter. Ilmu menjadi dasar kompetensi, iman memberikan arah dalam menjalankan tanggung jawab, sedangkan integritas menjadi landasan dalam menerapkan ilmu secara jujur dan bertanggung jawab.
Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa FK UTM untuk tumbuh menjadi dokter yang kompeten, berkarakter, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan berorientasi pada kemanusiaan.