UTM Lantik Empat Koordinator Program Studi Baru, Perkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Mutu Layanan Akademik
Bangkalan, 18 Juni 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) kembali memperkuat tata kelola akademik melalui pelantikan dan serah terima jabatan empat koordinator program studi baru, Kamis (18/6), di Ruang Rapat Lantai 5 Gedung Graha Utama UTM. Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis universitas dalam mengakselerasi pengembangan program studi baru sekaligus memastikan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat.
Empat pejabat yang dilantik masing-masing adalah Prof. Dr. Mohtar Rasyid, S.E., M.Sc. sebagai Koordinator Program Studi Doktor Ekonomi, Dr. Bohri Rahman, M.Pd. sebagai Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Eva Ari Wahyuni, S.Pd., M.Si., Ph.D. sebagai Koordinator Program Studi Magister Pendidikan IPA, serta Dr. Netty Herawati, S.Psi., M.Psi. sebagai Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi. Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor, dilanjutkan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., disaksikan rohaniawan Islam, Fathorrozi, S.Ag., M.H., serta penandatanganan Berita Acara Sumpah Jabatan dan Pakta Integritas.
Dalam sambutannya, Rektor UTM menyampaikan bahwa pelantikan tersebut merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, baik kepada institusi maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada para koordinator program studi harus diwujudkan melalui penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta peningkatan mutu layanan akademik.
“Alhamdulillah, UTM terus berkembang dengan bertambahnya program studi baru pada jenjang profesi, magister, hingga doktor. Saya percaya para koordinator yang dilantik mampu menjaga kualitas pembelajaran sekaligus mengembangkan program studi agar memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,” ujar Prof. Safi’.
Rektor menegaskan bahwa pendirian program studi baru membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah. Oleh karena itu, setiap program studi diharapkan segera menyusun kebutuhan operasional penyelenggaraan secara matang, termasuk perencanaan pembiayaan sebagai dasar penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI), sehingga penyelenggaraannya dapat berjalan sehat dan berkelanjutan.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi yang menjadi salah satu program strategis UTM. Menurutnya, UTM merupakan perguruan tinggi keempat di Jawa Timur yang membuka program profesi tersebut, sehingga memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan profesi psikologi di kawasan timur Indonesia.
“Potensinya sangat besar karena selain memiliki lulusan Sarjana Psikologi sendiri, program ini juga dapat menjadi pilihan bagi lulusan dari berbagai perguruan tinggi lain di Jawa Timur. Yang terpenting bukan hanya mengejar peringkat, tetapi memastikan keberadaan program studi benar-benar memberikan kemanfaatan dan keberkahan bagi masyarakat,” tegasnya.
Rektor turut mengingatkan agar para pejabat yang baru dilantik segera bergerak membangun sistem akademik yang kuat, memenuhi seluruh standar mutu, serta menyiapkan berbagai kebutuhan organisasi sesuai regulasi yang berlaku. Menurutnya, keberhasilan sebuah program studi tidak hanya diukur dari capaian administratif, tetapi juga dari kualitas lulusan, kontribusi riset, serta dampaknya terhadap pembangunan masyarakat.
Pelantikan empat koordinator program studi ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Trunodjoyo Madura dalam memperkuat tata kelola pendidikan tinggi seiring bertambahnya program studi baru di berbagai jenjang. Melalui kepemimpinan akademik yang profesional, UTM optimistis terus mewujudkan visi sebagai institusi yang melahirkan lulusan cerdas, berdaya saing, berakhlakul karimah, serta unggul dalam pendidikan dan riset berbasis potensi Madura.