UTM Perkuat Sinergi dengan KADIN Bangkalan, Dorong Akselerasi Industri dan Investasi Daerah
Bangkalan, 23 April 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penandatanganan kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bangkalan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat 502 Lantai 5 Gedung Graha Utama ini dihadiri jajaran pimpinan universitas serta pengurus KADIN Bangkalan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, para dekan dari seluruh fakultas, Direktur Pascasarjana, Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI), Kepala LPPM dan LPMPP, Plt. Kepala BAKK dan BPKU, serta para kepala unit pelaksana akademik, termasuk Perpustakaan, PTIK, Bahasa, Laboratorium Terpadu, Pengembangan Karier dan Kewirausahaan, serta Pengembangan Teknologi dan Produk Unggulan. Hadir pula jajaran staf Humas UTM.
Dari pihak KADIN Kabupaten Bangkalan, kegiatan ini dihadiri oleh Penasehat KADIN Ir. H. Ishak Sudibyono, MM, Ketua KADIN Ir. H. Supai M Noor, MM, serta jajaran wakil ketua dan pengurus yang mewakili berbagai bidang strategis, mulai dari koperasi dan kewirausahaan, UMKM dan industri, hingga infrastruktur dan kebijakan publik.
Dalam sambutannya, Ketua KADIN Bangkalan, Ir. H. Supai M Noor, MM, menekankan pentingnya kolaborasi konkret antara dunia akademik dan dunia usaha. Ia menyampaikan harapan agar kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan semata, melainkan diikuti dengan pembentukan tim khusus untuk mengawal percepatan kemajuan industri di Bangkalan.
“Kami membutuhkan masukan dan saran strategis dari UTM untuk mengambil langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan industri. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi kunci dalam mendukung kemajuan tersebut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa KADIN berharap UTM dapat berperan aktif dalam mendorong percepatan pembangunan dan investasi di Bangkalan melalui sinergi yang berkelanjutan. Untuk itu, pihaknya mengusulkan adanya tim bersama yang disebut sebagai “tim sembilan” guna menindaklanjuti hasil kerja sama yang telah disepakati.
Sementara itu, Rektor UTM, Prof. Safi’, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan di Bangkalan, khususnya terkait infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi yang relatif lambat, merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga perguruan tinggi.
“Kerja sama ini adalah kehormatan bagi kami. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita memastikan adanya tindak lanjut yang konkret, bukan sekadar MoU di atas kertas,” tegasnya.
Rektor juga menyoroti pentingnya peran kampus dalam menjembatani dunia akademik dan dunia industri. Melalui konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), UTM berkomitmen untuk mengolaborasikan keilmuan dengan praktik nyata di lapangan, termasuk di sektor industri dan pemerintahan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana strategis UTM, termasuk usulan pendirian fakultas kedokteran sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing institusi sekaligus kontribusi terhadap kebutuhan daerah.
“Kampus saat ini dituntut untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat, termasuk dalam dunia industri dan pemerintahan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas, kami ingin memastikan bahwa semangat ‘kampus berdampak’ benar-benar terwujud dan memberikan manfaat nyata,” imbuhnya.
Penandatanganan kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang kuat antara UTM dan KADIN Bangkalan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis inovasi, peningkatan kualitas SDM, serta percepatan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Bangkalan.