UTM Resmi Luncurkan UTM Trans, Perkuat Layanan Mobilitas Civitas Akademika
Bangkalan — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui Badan Pengelola Usaha (BPU) resmi meluncurkan layanan transportasi kampus bertajuk UTM Trans pada Kamis, 16 April 2026. Kegiatan launching yang berlangsung di Gedung Cakra lantai 1 ini menjadi tonggak baru dalam upaya peningkatan layanan bagi civitas akademika, khususnya dalam hal mobilitas yang lebih mudah, aman, dan terintegrasi.
Direktur BPU UTM, Faidal, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran UTM Trans merupakan bagian dari visi besar universitas dalam menghadirkan layanan prima pasca penetapan status UTM sebagai Badan Layanan Umum (BLU). Menurutnya, layanan transportasi ini tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi lebih pada peningkatan kualitas pelayanan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
“UTM Trans ini merupakan hasil optimalisasi aset kendaraan kampus. Tujuan utamanya adalah memberikan kemudahan mobilitas bagi seluruh civitas akademika. Dalam pengelolaannya, kami menempatkan pelayanan sebagai prioritas utama, bukan semata-mata keuntungan,” ujar Faidal.
Pada tahap awal, BPU UTM menyiapkan empat armada yang terdiri dari bus dan kendaraan jenis elf. Armada ini akan mulai diuji coba secara intensif pada akhir April 2026, bertepatan dengan momentum kedatangan calon mahasiswa baru melalui jalur UTBK yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April mendatang. Uji coba ini diharapkan dapat menjadi evaluasi awal untuk penyempurnaan layanan, baik dari sisi jadwal, rute, maupun kenyamanan pengguna.
Faidal juga menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan pengembangan, termasuk menyempurnakan jadwal keberangkatan dan memperluas jangkauan layanan. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan juga terus dilakukan untuk memastikan operasional UTM Trans sesuai dengan regulasi trayek yang berlaku.
“Jika ada banyak masukan dari civitas akademika, itu justru menjadi bentuk sinergi yang sangat kami harapkan untuk mewujudkan layanan yang lebih baik,” tambahnya.
Dukungan penuh terhadap kehadiran UTM Trans juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan, Muhammad Hasan Faisal. Ia menilai layanan ini sebagai langkah strategis dalam menjawab keterbatasan transportasi, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga masyarakat sekitar.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Perhubungan sangat mendukung launching UTM Trans ini. Harapannya, layanan ini dapat menjadi solusi atas keterbatasan transportasi yang selama ini dirasakan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Syafi, S.H., M.H., menegaskan bahwa peluncuran UTM Trans merupakan implementasi nyata dari fleksibilitas pengelolaan keuangan yang dimiliki UTM sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) sejak Mei 2023. Ia menilai, kehadiran unit usaha di bawah BPU ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan tanpa mengabaikan prinsip keterjangkauan pendidikan.
“Launching UTM Trans ini diharapkan dapat membantu dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, khususnya yang mengakses kampus dari arah Suramadu. Meski saat ini rutenya masih terbatas, kami optimistis ke depan akan ada ekspansi seiring dengan kebutuhan dan respons pengguna,” ungkapnya.
Secara teknis, layanan UTM Trans difokuskan untuk melayani mobilitas civitas akademika, terutama pada jalur strategis yang menghubungkan kawasan Suramadu dengan kampus UTM. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap transportasi pribadi sekaligus mendukung efisiensi waktu perjalanan.
Rangkaian acara launching ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan, Muhammad Hasan Faisal, yang didampingi oleh Rektor UTM, jajaran pimpinan universitas, serta pengelola UTM Trans. Momen simbolis ini menandai resmi beroperasinya layanan transportasi kampus tersebut.
Setelah prosesi launching, para tamu undangan berkesempatan untuk melihat langsung armada UTM Trans serta mencoba menaiki kendaraan yang telah disiapkan. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan rute dan shelter pemberhentian, salah satunya yang berada di Desa Petapan, Kecamatan Labang.
Dengan hadirnya UTM Trans, Universitas Trunojoyo Madura menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi layanan berbasis kebutuhan nyata civitas akademika. Tidak hanya sebagai sarana transportasi, UTM Trans diharapkan menjadi simbol transformasi layanan kampus yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.