UTM Jajaki Kolaborasi dengan Danantara di DTIIF 2026, Perkuat Hilirisasi Riset dan Inovasi
JAKARTA, 27 Oktober 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memperluas peluang kolaborasi dengan Danantara dan perusahaan-perusahaan di bawah naungannya untuk mempercepat hilirisasi riset dan inovasi perguruan tinggi. Upaya ini dilakukan melalui partisipasi UTM dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Melalui forum tersebut, UTM menyiapkan data dan profil tim ahli akademik (academic expert) untuk membuka peluang kerja sama dengan sektor industri. Langkah ini diarahkan agar hasil penelitian dan inovasi sivitas akademika tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan, diterapkan, dan memiliki nilai tambah bagi industri serta masyarakat.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyambut baik peluang kolaborasi dengan Danantara dan badan usaha milik negara (BUMN) di bawah naungannya. Menurutnya, jejaring industri yang dimiliki Danantara dapat membuka jalan bagi riset unggulan UTM untuk memasuki tahap pengembangan dan komersialisasi.
“Tentu kita menyambut baik ajakan kolaborasi dengan Danantara serta BUMN-BUMN yang ada di bawah Danantara, khususnya yang berkaitan dengan riset unggulan UTM. Hal ini juga selaras dengan arahan Bapak Menteri Diktisaintek agar kampus memperkuat riset inovasinya yang tidak hanya berhenti di publikasi, tetapi harus dihilirisasi,” ujar Safi’.
Ia berharap, kolaborasi tersebut dapat mempertemukan hasil riset UTM dengan kebutuhan industri dan peluang pengembangan usaha. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan dari berbagai bidang keilmuan dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam rangkaian DTIIF 2026, turut berlangsung penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang melibatkan Danantara, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem riset perguruan tinggi, meningkatkan kapasitas riset dasar dan terapan, serta mendorong produk inovasi yang siap digunakan menuju tahap komersialisasi.
Wakil Rektor Bidang Akademik UTM, Prof. Dr. Achmad Amzeri, S.P., M.P., menjelaskan bahwa sinergi antara Danantara, BRIN, dan Kemdiktisaintek membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan riset sekaligus mempercepat pemanfaatan hasil inovasi oleh industri.
“Kami berharap kolaborasi ini menjadi jalan untuk mempercepat hilirisasi riset dan inovasi perguruan tinggi. Riset yang telah dikembangkan perlu didorong agar tidak berhenti pada publikasi, tetapi dapat diterapkan dan dikomersialisasikan melalui dukungan industri. Dengan sinergi Danantara, BRIN, dan Kemdiktisaintek, potensi riset unggulan UTM diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Achmad Amzeri.
Bagi UTM, partisipasi dalam DTIIF 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan kapasitas akademik dengan kebutuhan dunia usaha. Pemetaan tim ahli dan riset unggulan diharapkan membantu mengidentifikasi peluang kerja sama yang relevan dengan kompetensi UTM dan kebutuhan industri.
Ke depan, UTM berharap penjajakan ini dapat ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman maupun Implementation Arrangement (IA) dengan unit-unit bisnis Danantara. Tindak lanjut tersebut diharapkan melahirkan program kolaborasi yang terukur, mulai dari pengembangan riset terapan hingga pemanfaatan inovasi untuk menjawab kebutuhan industri dan masyarakat.
Melalui penguatan jejaring dengan Danantara, BRIN, dan mitra industri lainnya, UTM terus mendorong riset yang berorientasi pada pemanfaatan. Dari Madura, UTM berkomitmen mengembangkan riset unggulan menjadi inovasi bernilai tambah, memperkuat daya saing, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat serta industri nasional.