Menjelang 45 Tahun Fakultas Pertanian UTM: Lahirkan Tiga Program Magister Agro-Maritim dan Perkuat Akselerasi Kedaulatan Pangan Nasional
BANGKALAN, 6 OKTOBER 2026 — Fakultas Pertanian Universitas Trunodjoyo Madura (FP UTM) menegaskan komitmennya dalam mengawal agenda ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Bertempat di Aula Syaikhona Muhammad Kholil, Lantai 10 Gedung Graha Utama UTM, Bangkalan, FP UTM menggelar peringatan Dies Natalis Ke-45 yang dirangkaikan dengan launching tiga Program Studi Magister (S2) serta Kuliah Umum bertema “Strategi Akselerasi Kedaulatan Pangan Indonesia”.
Kegiatan strategis ini menghadirkan Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.T., QRGP., CGRE., sebagai pencerah utama. Momen bersejarah ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan rektorat, pimpinan fakultas, civitas akademika, pengurus Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI) Jawa Timur, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur serta Kabupaten se-Pulau Madura, akademisi, penyuluh pertanian, hingga praktisi sektor agro-maritim.
Prosesi peluncuran tiga Program Studi Magister—yakni S2 Ilmu Kelautan, S2 Agribisnis, dan S2 Agroekoteknologi—ditandai dengan peragaan simbolis yang sarat makna. Tiga jenis air berwarna dituangkan secara padu sebagai visualisasi identitas keilmuan Fakultas Pertanian UTM dalam membangun Madura dan Indonesia. Air berwarna biru menggambarkan samudera luas yang memancarkan visi melayarkan inovasi maritim, menggali potensi kelautan, dan menjaga kedaulatan bahari Indonesia di panggung dunia. Air berwarna hijau melambangkan hamparan bumi pertiwi, komitmen merawat kehidupan daratan, serta melahirkan teknologi pertanian modern yang berkelanjutan. Sementara air berwarna kuning keemasan memancarkan fajar kesejahteraan, nilai tambah (value-added), serta hilirisasi ekonomi yang menggerakkan kesejahteraan masyarakat. Penyatuan ketiga warna air yang membasahi bumi Madura melambangkan hadirnya tunas-tunas intelektual muda yang siap tumbuh mekar membawa Indonesia menuju era kejayaan pangan dan maritim.
Dekan Fakultas Pertanian UTM, Prof. Dr. Zainul Hidayah, S.Pi., M.App.Sc., dalam laporan sambutannya menyampaikan perjalanan panjang FP UTM yang kini telah berusia 45 tahun jika dihitung dari cikal bakal Universitas Bangkalan (Unibang) tahun 1981, atau 25 tahun sejak status penegerian UTM pada tahun 2001.
“Usia 45 tahun adalah usia yang matang sekaligus penuh semangat untuk terus bergerak maju. Saat ini FP UTM telah membina enam program studi sarjana, dan hari ini kita resmi meluncurkan tiga program magister: S2 Ilmu Kelautan, S2 Agribisnis, dan S2 Agroekoteknologi. Bahkan S2 Ilmu Kelautan dan S2 Agribisnis telah beroperasi serta menerima mahasiswa baru,” ujar Prof. Zainul Hidayah.
Prof. Zainul menegaskan bahwa lompatan akademik ini ditopang oleh kekuatan sumber daya manusia yang sangat solid. Tahun ini, FP UTM menerima 550 mahasiswa baru dari total sekitar 1.700 mahasiswa aktif. FP UTM didukung oleh 110 dosen, di mana lebih dari separuhnya telah bergelar Doktor, serta diperkuat oleh 9 Guru Besar (Profesor) dan sekitar 30 Lektor Kepala.
“Kami juga sangat inline dengan kebutuhan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, salah satunya melalui keberadaan Prodi S1 Teknologi Pangan. Jika pemerintah membutuhkan SDM kompeten dan Sarjana Pertanian penggerak pembangunan Indonesia, Fakultas Pertanian UTM sangat siap memenuhinya,” tegas Dekan FP UTM tersebut.
Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian FP UTM. Beliau menilai keberadaan 9 Guru Besar di FP UTM harus segera ditindaklanjuti dengan perencanaan pembentukan Program Doktor (S3).
“Selamat atas Dies Natalis Ke-45 dan peluncuran tiga program magister. Dengan SDM doktor dan guru besar yang melimpah, saya mendorong Pak Dekan setelah program magister ini berjalan mulus, segera merencanakan pendirian Program Doktor (S3) di lingkungan Fakultas Pertanian agar kebermanfaatan akademik guru besar kita semakin luas,” tutur Prof. Safi’.
Dalam sambutannya, Rektor juga memaparkan rekam jejak reputasi UTM yang kian diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional. Saat ini UTM mengelola 52 program studi (menuju 60 prodi pada akhir tahun) dengan fakultas terbaru Fakultas Kedokteran. Berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Rankings, UTM telah menembus jajaran kampus dunia pada kluster 2000+. Di tingkat nasional, UTM berada di peringkat ke-41 dari sekitar 4.300 perguruan tinggi se-Indonesia, peringkat ke-5 Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Utama (PTN-BLU) di bawah Kemendikti Saintek, serta peringkat ke-8 perguruan tinggi se-Jawa Timur.
Menatap masa depan, Prof. Safi’ mengutip pesan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, bahwa UTM siap hadir sebagai “Matahari dari Madura”—kampus inklusif yang menyinari dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas tanpa dikotomi.
“Kampus tidak boleh menjadi menara gading. Kami berharap UTM dapat dilibatkan secara aktif dalam program-program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun Program Desa Mandiri Pangan (KDMP). Dengan kekuatan laboratorium dan keahlian di bidang teknologi pangan serta pertanian, UTM siap menjadi laboratorium percontohan nasional,” terang Prof. Safi’.
Usai prosesi peluncuran dan sambutan, rangkaian acara dilanjutkan dengan Kuliah Umum oleh Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.T., QRGP., CGRE., yang menguraikan kerangka strategis akselerasi kedaulatan pangan berbasis integrasi maritim dan agribisnis. Pada hari yang sama, FP UTM juga menjadi tuan rumah Rapat Kerja Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI) Cabang Jawa Timur guna merumuskan rekomendasi kebijakan pengelolaan pesisir dan laut yang berkelanjutan.
Melalui Dies Natalis Ke-45 dan peluncuran program pascasarjana ini, Universitas Trunojoyo Madura meneguhkan posisinya sebagai benteng ilmu pengetahuan dan pusat inovasi agro-maritim yang siap membawa harum nama Madura untuk kedaulatan Indonesia.