FKIP UTM Gelar 2nd NACIE, Bahas Pemanfaatan Generative AI untuk Kemandirian Belajar
BANGKALAN, 17 September 2026 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) kembali memperkuat ruang dialog akademik melalui penyelenggaraan 2nd National Conference of Informatics Education (NACIE). Kegiatan yang mengangkat tema “Adaptive Learning dan Generative AI untuk Menguatkan Kemandirian Belajar Berkelanjutan” tersebut berlangsung di Lantai 9 Gedung Graha Utama UTM.
Konferensi nasional ini mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, guru, praktisi pendidikan, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia. Sebanyak 154 peserta mengikuti kegiatan secara luring maupun daring, sementara 54 presenter dijadwalkan memaparkan hasil penelitian dalam sesi paralel.
Ketua Panitia 2nd NACIE, Muhammad Zidni Ilham, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai gagasan dan hasil penelitian di bidang pendidikan informatika. Menurutnya, pemilihan tema konferensi tidak terlepas dari perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang semakin cepat dan potensinya dalam mendukung proses pembelajaran.
“Adaptive Learning dan Generative AI” dipilih untuk mendorong penguatan kemandirian belajar, sejalan dengan semangat UTM dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan mandiri.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Informatika FKIP UTM, Puji Rahayu Ningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa NACIE menjadi ruang publik akademik yang mempertemukan berbagai gagasan dari dosen, peneliti, guru, mahasiswa, dan praktisi pendidikan.
Ia berharap hasil konferensi tidak berhenti pada pemaparan makalah maupun hasil penelitian, tetapi dapat diterapkan untuk memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan pendidikan.
“Konferensi ini adalah wujud komitmen program studi untuk menghadirkan ruang publik yang mempertemukan gagasan,” ujarnya dalam sambutan.
Menurutnya, perkembangan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Teknologi dapat membantu mempercepat berbagai aktivitas pembelajaran, tetapi pemanfaatannya tetap membutuhkan tanggung jawab dan kemampuan berpikir kritis dari penggunanya.
Hal senada disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP UTM, Siti Fadjryana Fitroh, S.Psi., M.A. Ia menilai tema konferensi sangat relevan dengan perubahan yang sedang berlangsung dalam dunia pendidikan.
Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi menuntut dunia pendidikan tidak hanya memikirkan materi yang diajarkan, tetapi juga bagaimana peserta didik belajar serta bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membangun kemandirian belajar.
“Generative AI memberikan banyak peluang dalam pendidikan. Namun, teknologi hanyalah sebuah alat. Yang paling penting adalah bagaimana manusia menggunakan teknologi tersebut untuk memperkuat proses pembelajaran, bukan menggantikan proses berpikir dan belajar kita sendiri,” jelasnya.
Siti juga menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan tradisi akademik melalui penyelenggaraan NACIE. Setelah penyelenggaraan kedua, ia berharap konferensi tersebut dapat terus berkembang dengan jejaring yang semakin luas, termasuk membuka peluang kolaborasi pada tingkat internasional.
Dalam konteks pendidikan berbasis teknologi, ia mengingatkan bahwa kemajuan AI perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter. Teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat pembelajaran sekaligus tetap menempatkan manusia sebagai pusat pendidikan.
Pada konferensi tersebut, peserta mendapatkan paparan dari dua narasumber. Dr. Sigit Dwi Saputro, M.Pd. membawakan materi mengenai “Pemanfaatan AI untuk Kualitas Pembelajaran”. Sementara Dr. Syaputra W.M. Diningrat, M.Pd., dosen Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Surabaya, menyampaikan materi “Dari Personalized Learning Menuju Lifelong Learning”. Sesi tersebut dimoderatori oleh Muhammad Afif Effindi, S.Kom., M.T.
Dengan menghadirkan puluhan presenter dan peserta dari berbagai institusi, 2nd NACIE menjadi bagian dari upaya FKIP UTM memperluas jejaring akademik sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan mengenai transformasi pembelajaran di era kecerdasan artifisial.
Melalui forum tersebut, FKIP UTM mendorong agar pemanfaatan teknologi tidak hanya berorientasi pada kemudahan, tetapi juga diarahkan untuk membangun pembelajar yang mandiri, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.