Wisuda XLII UTM Kukuhkan 1.005 Lulusan, Rektor Dorong Alumni Terus Berkontribusi bagi Almamater dan Masyarakat
Bangkalan, 29 Agustus 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Wisuda XLII (ke-42) Program Diploma, Sarjana, dan Magister Tahun 2026 di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer, Sabtu (29/8). Sebanyak 1.005 dari total 2.011 wisudawan dan wisudawati dikukuhkan pada sesi pertama, yang berasal dari enam fakultas dan Program Pascasarjana. Prosesi ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan Rapat Senat Terbuka oleh Ketua Senat UTM, Prof. Dr. Moh. Nizarul Alim, dilanjutkan laporan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Achmad Amzeri, S.P., M.P., mengenai pelaksanaan wisuda dan capaian akademik para lulusan. Sesi pertama diikuti lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keislaman, serta Program Pascasarjana.
Pada momentum tersebut, UTM memberikan penghargaan kepada lulusan berprestasi. Rahadian Setiya Wiandani dari Program Studi Pendidikan Informatika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, meraih predikat Wisudawan Berprestasi Universitas Trunodjoyo Madura atas berbagai capaian di tingkat nasional dan internasional, antara lain Silver Medal Essay International Youth Conference di Nanyang Technological University, Singapura; Best Audience Choice pada International Essay and English Camp di Chulalongkorn University, Thailand; Finalist International Student Summit di Universiti Putra Malaysia; serta pengalaman international internship dan international teaching assistant di Thailand.
Predikat Wisudawan Berprestasi Akademik diberikan kepada Niko Hani Anjaya dari Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, dengan IPK 4,00. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi UTM atas capaian akademik dan kontribusi mahasiswa selama menjalani pendidikan.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemindahan kuncir toga secara simbolis kepada perwakilan wisudawan dan diikuti seluruh peserta wisuda. Ribuan lulusan selanjutnya dikukuhkan melalui prosesi wisuda sesi pertama sebagai awal perjalanan baru setelah menyelesaikan pendidikan tinggi di UTM.
Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Republik Indonesia ke-14 untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, memberikan motivasi kepada para lulusan agar tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat dan daerah. Ia menilai UTM memiliki posisi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia Madura. “Ilmu yang kalian pelajari adalah keistimewaan, kelebihan, dan kekuatan bagi Madura dan Indonesia. Pendidikan tinggi harus terhubung dengan kehidupan masyarakat dan pembangunan,” ujar Zuhairi.
Ia juga mendorong UTM untuk terus memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, kebutuhan masyarakat, dan pembangunan daerah sehingga lulusan yang dihasilkan dapat mengambil peran nyata dalam memajukan Madura maupun Indonesia.
Rektor Universitas Trunodjoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan keluarga atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Ia menilai capaian akademik para lulusan menjadi hasil dari kerja keras mahasiswa serta dukungan dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga.
Rektor menegaskan bahwa hubungan antara UTM dan alumni tidak berhenti setelah prosesi wisuda. Para lulusan diharapkan tetap menjadi bagian dari keluarga besar UTM dan memberikan kontribusi melalui keahlian, pengalaman, jejaring, maupun karya yang dapat memperkuat almamater dan masyarakat. “Setelah lulus, jangan memutus hubungan dengan almamater. Kami berharap alumni tetap menjadi bagian dari keluarga besar UTM dan suatu saat kembali memberikan kontribusi melalui pemikiran, jejaring, pengalaman, dan karya,” ujar Prof. Safi’.
Untuk mempersiapkan lulusan memasuki dunia kerja dan kewirausahaan, UTM juga terus memperkuat layanan pengembangan karier melalui Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA-PKK). Salah satu upayanya diwujudkan melalui Trunodjoyo ExcelFest 2026, termasuk Job Fair ExcelFest & Talkshow 2026 yang mempertemukan lulusan dengan dunia kerja serta membuka wawasan mengenai pilihan karier dan kewirausahaan. “Semoga kalian sukses dalam jalan karier kehidupan apapun yang kalian pilih. Jangan pernah melupakan jasa guru dan orang tua yang telah mendidik dan mengantarkan kalian sampai hari ini,” pesan Prof. Safi’.
Di penghujung sambutan, Rektor juga menyampaikan solidaritas UTM kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan hasil verifikasi, empat mahasiswa UTM asal Pulau Flores terdampak langsung. UTM kemudian membuka penggalangan donasi dan mengajak seluruh wisudawan serta sivitas akademika untuk turut memberikan dukungan.
Sebagai bentuk kepedulian institusi, UTM memberikan pembebasan UKT selama satu semester dan dukungan biaya hidup kepada empat mahasiswa terdampak, yakni Arnira Saputri dari Fakultas Hukum angkatan 2026, Yaheskiel Filemon Apiseto dari FISIB angkatan 2025, Dian Munawarah dari FISIB angkatan 2024, dan Elisabeth Gersela Mbu dari FKIP angkatan 2026.
Melalui Wisuda XLII, Universitas Trunodjoyo Madura menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari hubungan antara kampus dan mahasiswa. Sebaliknya, wisuda menjadi awal bagi para alumni untuk membawa ilmu, karakter, dan pengalaman yang diperoleh selama berada di UTM ke tengah kehidupan profesional dan masyarakat.
Para lulusan diharapkan terus menjaga nama baik almamater, membangun jejaring dengan sesama alumni, serta kembali berkontribusi dalam pengembangan kampus dan masyarakat. Dari kampus untuk kehidupan, dari ilmu menuju pengabdian UTM berharap para alumninya terus tumbuh, berdaya, dan menghadirkan dampak nyata bagi Madura, Indonesia, dan dunia.