UTM Sambut 4.214 Mahasiswa Baru, Tekankan Karakter Trunodjoyoan dan Kesiapan Hadapi Era AI
Bangkalan, 10 Agustus 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menyambut 4.214 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026 melalui Rapat Senat Terbuka dan Orasi Kebangsaan dalam rangka Program Kenal Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UTM 2026, Senin (10/8), di Gedung Pertemuan R.P. Mohammad Noer UTM.
Mengangkat tema “Ekosistem Pendidikan Tinggi dan Tantangan Teknologi Cerdas untuk Kampus Berdampak”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian PKKMB Trunodjoyo Muda sekaligus penutupan Dies Natalis UTM ke-XXV.
Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far, S.Ag., S.H., M.H., menyambut kedatangan mahasiswa baru UTM dan mengajak mereka menjadikan masa pendidikan di kampus sebagai proses untuk mempersiapkan diri sebelum kembali memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Ia berharap mahasiswa yang ditempa di UTM nantinya mampu membaktikan ilmu dan pengetahuannya untuk membantu membangun Bangkalan, Madura, maupun Indonesia.
Dr. H. Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur menegaskan pentingnya UTM dalam mencetak sumber daya manusia unggul dari Madura untuk tingkat nasional hingga internasional. Ia mendorong mahasiswa tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi aktif dalam organisasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan berbagai kegiatan kampus.
“Pulau Madura harus punya universitas yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan bahwa mahasiswa baru tahun 2026 terdiri atas 4.202 mahasiswa nasional dan 11 mahasiswa internasional, yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia dan sejumlah negara. PKKMB dilaksanakan selama enam hari di tingkat universitas, fakultas, dan program studi.
Menurut Rektor, PKKMB menjadi sarana mahasiswa mengenal lingkungan akademik, fasilitas, organisasi, serta nilai-nilai yang menjadi identitas UTM. Tahun ini, penguatan karakter mahasiswa dilakukan melalui pengenalan Karakter Trunodjoyoan dan keteladanan Raden Trunojoyo.
Dosen FEB UTM sekaligus Tim Penyusun Peraturan Rektor UTM Nomor 16 Tahun 2026, Achdiar Redy Setiawan, Ph.D., menjelaskan bahwa Karakter Trunodjoyoan dibangun atas enam nilai utama, yakni keimanan dan ketakwaan, keberanian dan patriotisme, kemanusiaan yang berkeadaban, kebangsaan dan cinta tanah air, kemanfaatan universal, serta kegigihan dan kolaborasi.
Nilai tersebut bermuara pada filosofi “Membangun Peradaban dengan Keadaban” dengan semangat “Dari Madura untuk Semesta.”
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., M.Si., dalam orasi kebangsaan mengajak mahasiswa memandang kampus sebagai ekosistem yang menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar mampu menghadapi perkembangan Artificial Intelligence (AI) secara bijak. AI dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran, penelitian, analisis data, dan inovasi, namun tetap harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan etika.
“Tantangan terbesar bukan teknologinya, tetapi manusianya,” tegasnya.
Hadrian menekankan tiga bekal penting bagi mahasiswa, yaitu menguasai ilmu, memahami teknologi, dan menjaga etika. Mahasiswa juga didorong untuk berkembang menjadi problem solver, inovator, entrepreneur, hingga pencipta lapangan kerja.
Rangkaian kegiatan ditandai dengan peresmian Logo PKKMB UTM 2026/2027 “Dari Sakera ke Trunodjoyo Muda”, peluncuran Buku Ketrunodjoyoan, serta pemakaian jas almamater dan name tag secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa baru.
Kegiatan PKKMB juga menghadirkan H. Khairul Umam atau H. Her, CEO Bawang Mas Group, sebagai motivator.
H. Her membagikan kisah perjalanan hidupnya yang penuh keterbatasan. Ia mengaku tidak memiliki ayah sejak kecil, tetapi kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti berjuang hingga mampu mencapai keberhasilan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga keberanian mengambil langkah dan kemauan untuk terus berusaha.
“Saya bukan orang yang paling pintar, tetapi saya punya semangat. Kalian juga bisa sukses asalkan punya semangat, berani mengambil langkah, dan tidak pernah minder,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan, H. Her turut memberikan bantuan sebesar Rp250 juta kepada UTM. Bantuan tersebut terdiri atas Rp100 juta untuk sarana dan prasarana serta Rp150 juta untuk beasiswa mahasiswa.
Ia juga memberikan sejumlah hadiah hiburan kepada perwakilan mahasiswa baru.
Melalui PKKMB 2026, UTM menegaskan komitmennya membentuk Trunodjoyo Muda yang unggul secara akademik, berkarakter, adaptif terhadap teknologi, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dengan semangat “Dari Madura untuk Semesta.”