UTM Gandeng Sekolah Ekspor Nasional, Perkuat Kompetensi Mahasiswa dan Dosen Menuju Pasar Global
Bangkalan, 5 Agustus 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memperluas jejaring kemitraan internasional melalui penandatanganan kerja sama dengan PT Arrbey Indonesia yang dilanjutkan dengan kegiatan Sharing and Hearing serta Training of Trainers (ToT) Konglo Ekspor di Aula Lantai 9 Gedung Graha Utama Rektorat UTM, Rabu (5/8).
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis UTM dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya dosen, mahasiswa, dan alumni, agar memiliki kompetensi di bidang ekspor serta mampu memanfaatkan potensi unggulan Madura untuk menembus pasar internasional.
Rektor Universitas Trunodjoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
“Kerja sama ini merupakan kesempatan besar bagi UTM untuk meningkatkan kompetensi dosen, mahasiswa, dan alumni dalam bidang ekspor. Selama ini kita banyak berbicara tentang ekspor produk, padahal yang tidak kalah penting adalah menyiapkan manusianya. Melalui kolaborasi ini, kami berharap lahir sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar global,” ujar Rektor.
Menurutnya, Madura memiliki beragam potensi unggulan yang layak dipasarkan ke mancanegara, mulai dari garam, jagung, rempah-rempah, hingga produk kerajinan berbahan tanah liat. Tantangan yang dihadapi selama ini bukan terletak pada ketersediaan produk, melainkan pada kemampuan membangun jejaring bisnis dan akses menuju pasar ekspor.
“Selama ini banyak hasil riset dosen yang menghasilkan inovasi, tetapi belum seluruhnya mampu dihilirisasikan menjadi produk bernilai ekonomi. Kehadiran Sekolah Ekspor menjadi jembatan agar inovasi kampus dapat berkembang menjadi produk yang memiliki daya saing di pasar internasional,” katanya.
Prof. Safi’ juga berharap kerja sama ini dapat melahirkan eksportir baru dari lingkungan kampus. Ia menargetkan dalam waktu dekat sudah ada produk hasil inovasi sivitas akademika UTM yang berhasil menembus pasar luar negeri.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga memiliki wawasan kewirausahaan global. Begitu pula dosen, diharapkan mampu mengembangkan hasil riset menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Ekspor sekaligus Chairman PT Arrbey Indonesia, Dr. Handito Joewono, mengatakan bahwa peluang menjadi eksportir saat ini semakin terbuka lebar seiring berkembangnya teknologi digital dan akses perdagangan global. Namun, menurutnya, keberhasilan ekspor tetap bergantung pada kualitas sumber daya manusia.
“Yang paling penting bukan hanya produknya, tetapi manusianya. Kami ingin mencetak lebih banyak eksportir baru, termasuk dari Madura. Potensinya sangat besar, tinggal bagaimana kita membangun kapasitas, jejaring, dan keberanian untuk masuk ke pasar global,” ujarnya.
Ia menilai Madura memiliki modal sosial dan ekonomi yang kuat. Selain dikenal memiliki berbagai komoditas unggulan, masyarakat Madura juga memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi sehingga berpeluang besar berkembang menjadi pelaku ekspor.
“Kami berharap kolaborasi dengan UTM dapat melahirkan eksportir-eksportir baru dari kalangan mahasiswa, alumni, maupun masyarakat. Kampus memiliki peran penting sebagai pusat lahirnya inovasi dan pengembangan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara internasional,” katanya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Training of Trainers (ToT) Konglo Ekspor yang menghadirkan narasumber Dr. Handito Joewono, Benny Soetrisno selaku Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), serta Thomas Darmawan, mentor Sekolah Ekspor. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai strategi pengembangan ekspor, pemetaan peluang pasar global, hingga penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis ekspor.
Melalui kerja sama ini, UTM menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan dunia usaha dan industri sebagai bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset, meningkatkan daya saing lulusan, serta mendorong lahirnya eksportir-eksportir baru yang mampu membawa potensi Madura dan Indonesia menembus pasar internasional.