UTM Terima Kunjungan Universitas Borneo Tarakan, Berbagi Praktik Baik Tata Kelola PTN-BLU
Bangkalan, 22 Juli 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menerima kunjungan kerja Universitas Borneo Tarakan (UBT) dalam kegiatan Sharing dan Diskusi Bidang Keuangan, Umum, Kepegawaian, dan Hukum Tata Laksana yang berlangsung di Ruang Rapat 502, Lantai 5 Gedung Graha Utama UTM, Rabu (22/7). Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan tata kelola perguruan tinggi, khususnya bagi perguruan tinggi yang telah berstatus Badan Layanan Umum (BLU).
Kunjungan dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Borneo Tarakan, Dr. Etty Wahyuni, M.S., S.Hut., M.P., bersama jajaran pengelola keuangan, kepegawaian, dan hukum tata laksana. Rombongan disambut oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UTM, Ari Basuki, S.T., M.T. beserta pimpinan biro dan tim pengelola di lingkungan UTM.
Dalam sambutannya, Dr. Etty Wahyuni menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk belajar sekaligus berdiskusi mengenai pengelolaan organisasi, keuangan, dan tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, UBT yang baru melakukan penyesuaian organisasi pasca diterbitkannya Organisasi dan Tata Kerja (OTK) terbaru masih membutuhkan banyak referensi dalam mengembangkan sistem pengelolaan yang lebih efektif.
“Kami datang untuk belajar dan berdiskusi. Banyak hal yang masih perlu kami pelajari, terutama terkait tata kelola keuangan, kepegawaian, serta pengembangan organisasi. Kami berharap dapat memperoleh praktik-praktik baik yang telah diterapkan di UTM,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa UBT saat ini tengah melakukan penguatan kelembagaan dengan jajaran pimpinan yang relatif baru, sehingga kolaborasi dan pertukaran pengalaman dengan perguruan tinggi lain menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola institusi.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UTM, Ari Basuki, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa forum diskusi antarpengelola perguruan tinggi merupakan sarana yang efektif untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.
Menurutnya, meskipun UTM telah berstatus PTN-BLU, kampus masih terus melakukan berbagai penyempurnaan dalam sistem pengelolaan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini bukan untuk menunjukkan siapa yang lebih baik, melainkan membangun budaya berbagi praktik terbaik demi kemajuan bersama.
“Kami tidak memposisikan diri sebagai yang paling baik. Justru melalui forum seperti ini kita dapat saling berbagi pengalaman, berdiskusi, dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi,” ungkapnya.
Dalam sesi pemaparan, UTM memperkenalkan berbagai praktik pengelolaan yang telah diterapkan, mulai dari tata kelola keuangan, kepegawaian, hingga strategi pengembangan sumber pendapatan (income generating) sebagai perguruan tinggi berstatus BLU.
Ari Basuki menjelaskan bahwa selain pendapatan dari sektor akademik, UTM terus mengembangkan berbagai potensi usaha kampus. Salah satunya melalui pengelolaan aset, termasuk pemanfaatan asrama mahasiswa serta pengembangan unit usaha di fakultas.
Ia mencontohkan keberhasilan Fakultas Pertanian yang mengembangkan budidaya melon sebagai laboratorium lapangan bagi mahasiswa sekaligus menjadi salah satu sumber pendapatan universitas. Program tersebut dinilai mampu mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan pembahasan mengenai pengelolaan anggaran, sistem kepegawaian, pengembangan organisasi, hingga strategi peningkatan layanan di lingkungan perguruan tinggi. Kedua institusi juga sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan membuka peluang kerja sama di berbagai bidang.
Melalui kegiatan ini, UTM kembali menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi dan pertukaran praktik baik. Diharapkan, sinergi antarperguruan tinggi negeri dapat semakin memperkuat tata kelola institusi, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong terciptanya pendidikan tinggi yang semakin adaptif dan berdaya saing.