UTM Jalin Kerja Sama Strategis dengan BPPSDM Kelautan dan Perikanan untuk Perkuat SDM dan Riset Kelautan
Jakarta, 21 Juli 2026 – Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) resmi menjalin kerja sama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).
Penandatanganan dilakukan bertepatan dengan peresmian Ocean Institute of Indonesia (OII) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi vokasi kelautan dan perikanan guna mendukung implementasi kebijakan Ekonomi Biru serta memperkuat daya saing sumber daya manusia maritim Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, UTM diwakili oleh Rektor Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., didampingi Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Bambang Haryadi, S.E., M.Si., Ak., CA., serta Wakil Direktur Bidang Keuangan, Kerja Sama, dan Umum Pascasarjana Dr. Rina Yulianti, S.H., M.H.
UTM menjadi salah satu dari 14 perguruan tinggi mitra yang menandatangani Nota Kesepahaman bersama BPPSDM KP. Perguruan tinggi lainnya meliputi Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Nusa Cendana, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pattimura, dan Sampoerna University.
Kepala BPPSDM Kelautan dan Perikanan, Dr. I Nyoman Radiarta, S.Pi., M.Sc., menyampaikan bahwa pembentukan Ocean Institute of Indonesia merupakan langkah strategis untuk menyatukan kekuatan sebelas satuan pendidikan tinggi vokasi di lingkungan KKP dalam satu ekosistem yang lebih terintegrasi. Melalui transformasi ini diharapkan lahir sumber daya manusia unggul berstandar internasional, riset terapan yang menjawab tantangan sektor kelautan dan perikanan, serta penguatan sinergi dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., mengapresiasi lahirnya Ocean Institute of Indonesia sebagai tonggak baru penguatan pendidikan tinggi kelautan di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi akan memperkuat ekosistem riset, inovasi, serta melahirkan talenta dan startup baru yang mampu mendorong kemajuan industri kelautan nasional.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa transformasi pendidikan vokasi dilakukan agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Melalui Ocean Institute of Indonesia, setiap kampus di lingkungan KKP akan memiliki spesialisasi sesuai potensi wilayah masing-masing sehingga mampu menghasilkan inovasi, meningkatkan kualitas lulusan, dan mendukung pengembangan ekonomi biru secara berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, turut memberikan apresiasi atas pembentukan Ocean Institute of Indonesia. Ia menilai penguatan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci untuk mengoptimalkan potensi kelautan Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.
Bagi Universitas Trunojoyo Madura, penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi langkah strategis dalam memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia kelautan dan perikanan. Melalui sinergi tersebut, UTM diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pembangunan sektor kelautan nasional sekaligus mewujudkan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.