Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunodjoyo Madura Teken MoU dengan Kecamatan Tosari, Perkuat Tri Dharma dan Pengembangan Pariwisata
PASURUAN – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunodjoyo Madura resmi menjalin kerja sama dengan Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Jumat (17/7/2026). Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung pengembangan potensi pariwisata di kawasan Tosari.
Penandatanganan MoU berlangsung di Pendopo Kecamatan Tosari dan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tematik Komunikasi Pariwisata yang diinisiasi ASPIKOM Korwil Jawa Timur.
Enam perguruan tinggi yang terlibat dalam kerja sama tersebut yakni Universitas Yudharta Pasuruan, Universitas Darussalam Gontor, STIKOSA Surabaya, UNISBA Blitar, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dan Universitas Trunojoyo Madura.
Acara tersebut dihadiri Camat Tosari beserta jajaran Muspika, Danramil, Kepala Desa Podokoyo dan Ngadiwono, pengurus ASPIKOM Korwil Jawa Timur, para Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi dari enam kampus, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN kolaboratif.
Kerja Sama Berkelanjutan untuk Pengembangan Pariwisata
Melalui nota kesepahaman tersebut, kedua belah pihak berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama juga diarahkan untuk meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa Ilmu Komunikasi sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui pengembangan sektor pariwisata di Kecamatan Tosari.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan KKN kolaboratif, pelatihan dan sosialisasi literasi media digital bagi masyarakat, hingga monitoring dan evaluasi berbagai program yang dijalankan bersama. Nota kesepahaman ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
Ketua Program Studi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunodjoyo Madura, Imam Sofyan, S.Sos, M.Si, mengatakan kerja sama tersebut menjadi pintu masuk bagi kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi dengan pemerintah kecamatan.
“Awalnya, bentuk kerja sama ini dengan menerjunkan mahasiswa kami ke Kecamatan Tosari agar mereka belajar langsung di masyarakat. Kami berharap ke depan dapat ditindaklanjuti dengan keterlibatan dosen-dosen komunikasi. Dosen kami memiliki keahlian di bidang digital branding dan komunikasi pemasaran yang sangat relevan untuk pengembangan pariwisata. Jadi kerja sama ini akan berkesinambungan, tidak hanya berhenti pada pelaksanaan KKN Kolaboratif yang diinisiasi ASPIKOM Jatim,” ujarnya.
Ketua ASPIKOM Korwil Jawa Timur, Awang Dhramawan, S.Sos., M.A., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata ilmu komunikasi di tengah masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa didorong untuk menghadirkan ide dan gagasan kreatif dalam mengembangkan potensi desa, khususnya sektor pariwisata. Ia juga menilai kolaborasi lintas perguruan tinggi akan memberikan kontribusi lebih besar karena didukung dosen-dosen yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi pemasaran, branding digital, dan pengembangan media.
“Jika selama ini mahasiswa mendapatkan ilmu di kampus, saat ini waktunya mengaplikasikan ilmu tersebut di masyarakat. Kami membawa dosen-dosen komunikasi dari berbagai kampus di Jawa Timur. Harapannya, KKN ini tidak berhenti di sini, tetapi berlanjut menjadi kerja sama yang berkesinambungan. Keahlian dosen di bidang marketing dan digital branding sangat mendukung visi Kecamatan Tosari dalam mengembangkan sektor pariwisata,” kata Awang yang juga dosen Unesa itu.
Melalui kerja sama tersebut, ASPIKOM Jawa Timur bersama enam program studi Ilmu Komunikasi berharap sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat menghasilkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berdampak nyata, sekaligus memperkuat promosi dan daya saing destinasi wisata di Kecamatan Tosari.