UTM Perkuat Komitmen PKKMB Humanis melalui Training of Trainers Panitia PKKMB 2026
Bangkalan, 7 Juli 2026 – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus memantapkan persiapan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 dengan menggelar Training of Trainers (ToT) Panitia PKKMB 2026 di Aula Syaikhona Mohammad Kholil, Lantai 10 Gedung Graha Utama UTM, Senin (7/7). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh panitia memiliki pemahaman yang sama dalam menyelenggarakan PKKMB yang humanis, inklusif, edukatif, bebas kekerasan, dan bebas pungutan liar (pungli).
Mengusung tema “Katalisator Transformasi: Membangun Role Model yang Komunikatif, Inovatif, dan Inspiratif”, pelatihan diikuti oleh panitia gabungan yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Acara ini juga dihadiri para pengawas dari senat, dewan etik, dan juga dpm. Melalui kegiatan ini, UTM menegaskan bahwa seluruh unsur penyelenggara memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan pengalaman pertama yang positif bagi mahasiswa baru.
Ketua Pelaksana dari unsur mahasiswa, Fitri, dalam sambutannya mengajak seluruh panitia untuk membangun kolaborasi yang kuat demi menyukseskan PKKMB 2026. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh konsep yang baik, tetapi juga oleh sinergi dan komunikasi yang efektif antara seluruh pihak yang terlibat.
Ia menyampaikan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dalam persiapan PKKMB tahun ini. Karena itu, koordinasi yang intensif antara panitia dosen dan mahasiswa menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan meninggalkan kesan yang positif bagi mahasiswa baru.
Sementara itu, Ketua Pelaksana dari unsur dosen, Fahmi Arief Rahman, menekankan bahwa tujuan utama penyelenggaraan PKKMB adalah menjaga nama baik Universitas Trunojoyo Madura sekaligus mempersiapkan mahasiswa baru menghadapi proses transisi dari jenjang sekolah menengah menuju kehidupan perguruan tinggi.
Menurutnya, mahasiswa baru tidak hanya harus mampu beradaptasi dengan sistem akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan menghadapi berbagai tantangan kehidupan kampus, mampu berpikir dewasa, menyelesaikan persoalan secara bijaksana, serta berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
“Tujuan utama PKKMB adalah membantu mahasiswa melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang mandiri, mampu berpikir kritis, memiliki resiliensi, serta siap menjadi problem solver di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujarnya.
Fahmi juga mengingatkan seluruh panitia agar menjaga komunikasi secara intensif selama masa persiapan maupun pelaksanaan kegiatan sehingga setiap dinamika yang muncul dapat diselesaikan secara musyawarah tanpa mengganggu jalannya PKKMB.
Komitmen UTM terhadap penyelenggaraan PKKMB yang ramah dan bebas kekerasan kembali ditegaskan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni, Surokim. Dalam arahannya sekaligus membuka kegiatan ToT, ia menegaskan bahwa tidak boleh ada sedikit pun praktik kekerasan maupun pungutan liar dalam pelaksanaan PKKMB 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan kementrian diktisaintek yang menjadikan pelaksanaan PKKMB bebas kekerasan sebagai perhatian nasional. Oleh karena itu, seluruh panitia wajib memahami bahwa kegiatan orientasi mahasiswa baru harus menjadi ruang pembelajaran yang menyenangkan, bukan ruang intimidasi.
“PKKMB UTM harus steril dari berbagai bentuk kekerasan dan pungutan liar. PKKMB harus humanis dan membahagiakan. Itulah prinsip dan garis kebijakan pimpinan universitas,” tegas Surokim.
Ia menjelaskan bahwa kesan pertama mahasiswa baru terhadap kampus akan sangat menentukan cara mereka memandang institusi selama menjalani pendidikan. Karena itu, seluruh panitia diminta memberikan pelayanan terbaik agar mahasiswa baru merasa diterima, dihargai, dan bangga menjadi bagian dari UTM.
Surokim juga mengingatkan bahwa membentuk karakter mahasiswa tidak dapat dilakukan melalui kekerasan maupun pendekatan yang bersifat militeristik. Sebaliknya, karakter yang baik akan tumbuh melalui keteladanan, komunikasi yang positif, serta lingkungan akademik yang mendukung.
Menurutnya, ruang kreativitas dan inovasi harus diberikan seluas-luasnya kepada panitia untuk menciptakan PKKMB yang menarik, interaktif, dan berkesan. Bahkan, ia mendorong agar setiap sesi kegiatan dikemas secara kreatif sehingga mahasiswa baru mengikuti seluruh rangkaian PKKMB dengan antusias dan merasa nyaman berada di lingkungan kampus.
Sebagai bentuk penguatan komitmen, seluruh panitia dosen maupun mahasiswa dijadwalkan menandatangani pakta integritas dan surat komitmen bersama sebagai wujud kesanggupan menyelenggarakan PKKMB yang bebas dari kekerasan, bebas pungli, serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, Surokim juga menegaskan pentingnya pengawasan dari berbagai unsur, termasuk Senat Universitas, Dewan Etik, Komisi Etik, serta Dewan Perwakilan Mahasiswa, guna memastikan seluruh kebijakan dapat dijalankan secara konsisten.
“Training of Trainers ini menjadi sarana memperkuat komitmen bersama agar PKKMB selaras dengan tujuan hakiki pendidikan tinggi, yakni membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan cepat terhadap kehidupan kampus sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan. Jangan sampai ada satu pun pihak yang melanggar kebijakan tersebut. Jadikan PKKMB sebagai momentum menciptakan kampus yang humanis, bersahabat, dan membahagiakan,” ungkapnya.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr. Sri Wahyuningsih, M.Si. yang memberikan pembekalan kepada seluruh panitia mengenai peran sebagai fasilitator sekaligus teladan dalam mendampingi mahasiswa baru selama pelaksanaan PKKMB.
Melalui kegiatan Training of Trainers ini, Universitas Trunojoyo Madura berharap seluruh panitia memiliki visi, pemahaman, dan komitmen yang sama dalam menghadirkan PKKMB 2026 sebagai ruang pembelajaran yang aman, inklusif, inspiratif, dan penuh semangat kolaborasi. Dengan demikian, mahasiswa baru dapat memulai perjalanan akademiknya di UTM dengan pengalaman yang positif sekaligus memperoleh bekal untuk berkembang menjadi insan akademik yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.