UTM Perkuat Budaya Kerja Sama Berdampak, Gelar Bimtek Persiapan Anugerah Diktisaintek 2026
Bangkalan, 6 Juli 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) terus memperkuat budaya kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Anugerah Diktisaintek 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat 401 Gedung Graha Utama UTM ini bertujuan meningkatkan kapasitas seluruh unit kerja agar mampu menyusun, mengelola, dan mendokumentasikan program kerja sama yang berdampak serta berdaya saing di tingkat nasional.
Bimbingan teknis diikuti oleh pimpinan fakultas, lembaga, program studi, serta pengelola kerja sama di lingkungan Universitas Trunodjoyo Madura. Kegiatan menghadirkan Kepala Bagian Evaluasi dan Kerja Sama Biro Perencanaan dan Kerja Sama Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Firman Hidayat, S.S., M.Si., sebagai narasumber yang memberikan materi secara daring mengenai strategi penyusunan kerja sama berdampak dalam menghadapi Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Universitas Trunodjoyo Madura, Surokim, S.Sos., S.H., M.Si., menjelaskan bahwa bimbingan teknis ini merupakan langkah strategis untuk membangun kesiapan institusi menghadapi Anugerah Diktisaintek 2026, sekaligus memperkuat orientasi seluruh kerja sama agar menghasilkan dampak yang terukur bagi masyarakat. “Melalui bimtek ini kami ingin membangun kesadaran bahwa kerja sama tidak cukup berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi harus melahirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dari kegiatan ini diharapkan muncul ide, gagasan, inovasi, dan praktik baik yang mampu bersaing pada ajang Anugerah Diktisaintek di tingkat nasional,” ujarnya.
Surokim menambahkan bahwa perguruan tinggi saat ini dituntut menghadirkan kolaborasi yang memberikan dampak nyata, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. “Semakin besar dampak yang dihasilkan sebuah kerja sama, semakin tinggi pula nilai dan daya saing institusi. Karena itu seluruh unit di UTM perlu mulai memetakan, mengembangkan, serta mendokumentasikan berbagai program kolaborasi yang memiliki manfaat luas dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam sesi pemaparan, Firman Hidayat menjelaskan berbagai ketentuan Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026, mulai dari mekanisme pengusulan, kategori penilaian, hingga strategi penyusunan proposal yang kompetitif. Ia menegaskan bahwa paradigma kerja sama perguruan tinggi kini telah bergeser dari sekadar banyaknya nota kesepahaman menuju kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata.
Menurutnya, kerja sama dapat dibangun bersama berbagai mitra, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha dan industri, UMKM, lembaga swadaya masyarakat, hingga mitra internasional. Yang menjadi perhatian utama dalam penilaian adalah implementasi kerja sama yang mampu memberikan perubahan yang terukur serta dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Yang dinilai bukan hanya jumlah kerja sama yang dimiliki perguruan tinggi, tetapi bagaimana implementasinya mampu menghasilkan dampak sosial, ekonomi, maupun lingkungan secara nyata dan berkelanjutan,” jelas Firman.
Firman juga memaparkan bahwa Anugerah Kerja Sama Diktisaintek 2026 mengusung tema “Diktisaintek Berdampak dalam Mendukung Perekonomian, Sosial, dan Lingkungan”. Penilaian difokuskan pada program kerja sama paling berdampak yang menunjukkan kualitas pengelolaan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga publikasi, disertai bukti implementasi yang terukur. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai tahapan pelaksanaan Anugerah Diktisaintek 2026 mulai dari penyusunan proposal, proses seleksi, hingga penetapan pemenang.
Melalui penyelenggaraan bimbingan teknis ini, Universitas Trunodjoyo Madura menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kerja sama yang berdampak sebagai implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Selaras dengan semangat “UTM Berdampak: Berakar di Madura, Berdampak untuk Dunia”, UTM terus memperkuat sinergi bersama pemerintah, dunia usaha dan industri, UMKM, lembaga, maupun mitra internasional untuk menghasilkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mempercepat pembangunan daerah, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.