Syukuri Dies Natalis ke-25, UTM Gelar Khotmil Qur’an dan Santunan Anak Yatim
Bangkalan, 6 Juli 2026 – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) mengawali rangkaian peringatan Dies Natalis ke-25 dengan menggelar Khotmil Qur’an dan Santunan Anak Yatim di Musholla Gedung Graha Utama Lantai 9 UTM, Senin (6/7). Kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan ini menjadi wujud rasa syukur atas perjalanan seperempat abad UTM dalam mengemban amanah sebagai perguruan tinggi negeri yang berkomitmen mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far, Rektor UTM Prof. Dr. Syafi’, jajaran pimpinan universitas, para dekan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, tokoh agama, serta puluhan anak yatim dari lingkungan sekitar kampus.
Suasana religius terasa sejak awal kegiatan melalui pembacaan Khotmil Qur’an yang dilantunkan mahasiswa penghuni asrama UTM. Doa bersama kemudian dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar UTM senantiasa memperoleh keberkahan, kemajuan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bangkalan Moh. Fauzan Ja’far menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-25 UTM. Sebagai alumni UTM, ia mengaku bangga melihat perkembangan kampus yang terus menunjukkan kemajuan dari berbagai aspek.
Menurutnya, usia 25 tahun merupakan momentum penting bagi sebuah institusi untuk memasuki fase yang semakin matang. Ia berharap UTM terus mengalami peningkatan kualitas, baik dari sisi akademik, tata kelola, maupun kontribusinya kepada masyarakat.
“Usia 25 tahun adalah usia yang matang. Mudah-mudahan setelah memasuki usia ini, Universitas Trunojoyo Madura semakin maju, semakin kuat secara kelembagaan, dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat Madura maupun Indonesia,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi capaian terbaru UTM yang telah memperoleh izin operasional Fakultas Kedokteran. Kehadiran fakultas tersebut dinilai menjadi tonggak sejarah penting yang akan memperluas akses pendidikan kedokteran di Pulau Madura sekaligus memperkuat pembangunan sektor kesehatan daerah.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan, lanjutnya, siap terus memperkuat sinergi dengan UTM dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Rektor UTM Prof. Safi’ menegaskan bahwa kegiatan Khotmil Qur’an dan santunan anak yatim bukan sekadar seremoni pembuka Dies Natalis, melainkan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai capaian yang telah diraih universitas selama 25 tahun terakhir.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, panitia Dies Natalis, pemerintah daerah, tokoh agama, mahasiswa, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan UTM.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk bersyukur sekaligus melakukan refleksi. Perayaan hari lahir universitas bukan hanya mengenang perjalanan yang telah dilalui, tetapi juga mengevaluasi apa yang telah dilakukan sebagai bekal untuk melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Prof. Safi’ mengungkapkan bahwa selama beberapa tahun terakhir UTM mengalami berbagai perkembangan signifikan. Jumlah guru besar meningkat secara pesat dari tujuh orang menjadi 36 guru besar, dengan beberapa dosen lainnya masih dalam proses pengusulan jabatan akademik tertinggi tersebut.
Tidak hanya itu, jumlah dosen bergelar doktor maupun lektor kepala juga terus bertambah seiring meningkatnya kualitas sumber daya manusia di lingkungan universitas.
Pada aspek kelembagaan, UTM juga berhasil mempertahankan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Unggul. Sementara itu, jumlah program studi dengan akreditasi unggul terus mengalami peningkatan hingga mencapai 14 program studi, disertai tujuh program studi yang telah memperoleh akreditasi internasional.
Perkembangan lainnya juga terlihat dari bertambahnya jumlah program studi. Jika sebelumnya UTM memiliki 33 program studi, kini jumlah tersebut telah meningkat menjadi 48 program studi dengan sepuluh program studi baru yang masih dalam proses pembukaan.
Rektor menjelaskan bahwa seluruh pengembangan tersebut dilakukan sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang semakin beragam.
“Kami ingin UTM mampu menjadi rumah bagi berbagai cita-cita generasi muda. Mereka yang ingin menjadi dokter, guru, insinyur, psikolog, ahli hukum, ekonom, maupun profesi lainnya dapat memperoleh pendidikan terbaik di kampus ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas peningkatan kesejahteraan sumber daya manusia di lingkungan kampus. Salah satunya melalui pengangkatan tenaga dosen dan tenaga kependidikan kontrak menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti komitmen UTM dalam membangun institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan seluruh insan kampus.
Dalam kesempatan itu, Prof. Safi’ turut memaparkan bahwa Dies Natalis ke-25 UTM akan diisi dengan total 28 rangkaian kegiatan atau konsep “25 plus 3” yang berlangsung hingga Agustus 2026. Puncak perayaan nantinya akan diselenggarakan bersamaan dengan pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Mengakhiri sambutannya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menumbuhkan semangat optimisme dan budaya berbuat baik.
Ia menekankan dua prinsip yang harus terus dijaga, yakni never give up (jangan pernah menyerah) dan never stop doing good (jangan pernah berhenti berbuat baik). Menurutnya, kedua nilai tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun pribadi sekaligus institusi yang terus berkembang.
“Kebaikan sekecil apa pun akan menjadi energi positif yang mengantarkan kita mencapai cita-cita bersama. Karena itu mari kita terus bersyukur, terus berbuat baik, dan terus bekerja bersama untuk membawa UTM menjadi perguruan tinggi yang semakin maju, berdampak, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Khotmil Qur’an dan santunan anak yatim ini, UTM tidak hanya memperingati perjalanan usia ke-25 sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk membangun kampus yang berlandaskan nilai-nilai spiritual, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat syukur tersebut diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan UTM sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan terus memberikan dampak nyata bagi kemajuan Madura dan Indonesia.