Mahasiswa PBSI UTM Raih Juara I Debat Internasional di Malaysia
Ipoh, Malaysia – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Trunodjoyo Madura (UTM). Tim PBSI FKIP UTM berhasil menyabet Juara I Kategori C Antarabangsa dalam ajang Pertandingan Forum Piala Menteri Besar Perak ke-16 Peringkat Antarabangsa 2026.
Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Institut Pendidikan Guru Kampus Ipoh, Perak, Malaysia. Setelah melewati babak final pada 30 Juni 2026, pengumuman juara resmi dirilis hari ini, Kamis (2/7/2026).
Tim delegasi UTM yang sukses mengharumkan nama bangsa tersebut beranggotakan lima mahasiswa:
- Irodatul Bahriyah
- Uswatun Hasanah
- Erin Ramadayanti
- Mahardika Agung Wicaksono
- Yoga Adi Pratama
Tahun ini, kompetisi debat internasional tersebut mengusung tema “Bahasa dan Budaya Teras Madani Sejahtera”. Ajang ini diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan dari sejumlah negara, termasuk Brunei Darussalam, Uzbekistan, Tiongkok, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Kehadiran delegasi multinasional ini menjadikan forum tersebut sebagai wadah strategis dalam pertukaran gagasan, budaya, dan perspektif isu kebahasaan global.
Keberhasilan Tim PBSI FKIP UTM meraih podium tertinggi membuktikan kemampuan mereka dalam menyampaikan argumentasi secara ilmiah, kritis, dan komunikatif. Melalui persaingan yang ketat, tim UTM mampu menunjukkan kualitas berpikir analitis, penguasaan materi, serta kemampuan berbahasa yang unggul di atas kompetitor negara lain.
Keberhasilan luar biasa ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni UTM, Surokim. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini memperkuat keyakinan bahwa mahasiswa UTM mampu bersaing di panggung dunia.
“Kami tentu bersyukur mahasiswa UTM terus menunjukkan semangat dan juga membawa hasil prestasi di kompetisi level internasional. Ini menguatkan tekad bersama bahwa kita bisa bersaing di level internasional. Saya tentu berharap spirit dan capaian ini bisa terus ditingkatkan melalui partisipasi dan ikut kompetisi di level yang lebih kompetitif lagi. Capaian-capaian seperti ini akan bisa menjadi inspirasi, menguatkan keyakinan, kepercayaan, dan juga harapan bahwa kampus UTM bisa terus go international,” ujar Surokim.
Salah satu anggota tim, Irodatul Bahriyah, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian luar biasa ini. Menurutnya, kompetisi ini memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam mengasah penalaran logis.
“Forum debat ini sangat menantang kami untuk berpikir kritis serta membangun penalaran yang logis dalam memecahkan berbagai persoalan sesuai tema. Kami sangat senang dapat berpartisipasi, terlebih lagi berhasil meraih Juara I. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan kemampuan akademik dan komunikasi di tingkat global,” ujar Irodatul.
Senada dengan hal tersebut, pelatih sekaligus pembina tim, Ahmad Jami’ul Amil, Ph.D., menyampaikan bahwa partisipasi dalam forum internasional merupakan bagian dari komitmen kampus untuk mengembangkan kompetensi global mahasiswa.
Ia menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas cakrawala, membangun kepercayaan diri, dan melatih kemampuan retorika ilmiah di panggung dunia.
“Forum debat internasional ini menjadi wadah yang sangat penting untuk membangun pengalaman dan kepercayaan diri mahasiswa dalam mengemukakan ide. Selain itu, prestasi ini juga merupakan langkah nyata dalam upaya menginternasionalisasikan Universitas Trunojoyo Madura di kancah global melalui pencapaian akademik mahasiswa,” ungkap Ahmad Jami’ul Amil, Ph.D.
Prestasi gemilang ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika UTM untuk terus meningkatkan kualitas akademik, memperluas jejaring internasional, dan melahirkan prestasi-prestasi baru di tingkat dunia. Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia memiliki daya saing yang tinggi di ranah internasional melalui kemampuan intelektual dan komunikasi yang unggul.