Seputar UTM

803 Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura Turun ke 52 Desa, KKN Semester Genap 2026 Usung Transformasi Digital dan Lingkungan Berkelanjutan

Bangkalan, 26 Juni 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pemberangkatan 803 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap Tahun 2026. Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Digital untuk Mewujudkan Lingkungan Berkelanjutan”, kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melalui Pusat Pengabdian kepada Masyarakat ini berlangsung di halaman Gedung Graha Utama UTM, Jumat (26/6). Para mahasiswa akan melaksanakan KKN selama satu bulan, mulai 27 Juni hingga 26 Juli 2026, di 52 desa yang tersebar di lima kabupaten.

Sebanyak 803 mahasiswa dibagi ke dalam 52 kelompok, terdiri atas 50 kelompok di Pulau Madura dan 2 kelompok di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Mereka akan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di 52 desa yang berada di 9 kecamatan dan 5 kabupaten, melalui skema KKN Reguler serta KKN Kolaboratif bersama Universitas Gadjah Mada (UGM). Program ini dirancang untuk memperkuat transformasi digital di tingkat desa sekaligus mendorong lahirnya solusi inovatif yang berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UTM, Ansori, S.H., M.H., menjelaskan bahwa KKN tahun ini diarahkan agar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi maupun antarkelompok mahasiswa. Menurutnya, konsep pemberdayaan berbasis digital harus mampu diterjemahkan menjadi program yang relevan dengan kebutuhan desa. “Kami berharap seluruh program yang telah dirancang bersama dosen pembimbing lapang dapat diimplementasikan secara optimal sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat desa-desa menuju ekosistem digital yang lebih maju,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UTM, Surokim, S.Sos., S.H., M.Si., menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Ia mengajak seluruh peserta KKN untuk menjadi duta kampus yang mampu menghadirkan solusi sekaligus meninggalkan kesan positif di tengah masyarakat. “Teknologi harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Jaga nama baik almamater, bangun hubungan yang baik dengan masyarakat, dan tunjukkan bahwa mahasiswa UTM hadir untuk memberi manfaat,” pesannya saat melepas peserta KKN.

Dalam kesempatan tersebut, Surokim juga mengingatkan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi dari sejauh mana mahasiswa mampu menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda di desa, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Setelah prosesi pelepasan, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan atribut KKN kepada perwakilan mahasiswa sebagai simbol dimulainya pengabdian di berbagai lokasi penempatan.

Melalui pelaksanaan KKN Semester Genap 2026, Universitas Trunodjoyo Madura terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui implementasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi. Sejalan dengan visi UTM untuk melahirkan lulusan yang cerdas, berdaya saing, berakhlakul karimah, serta unggul dalam pendidikan dan riset berbasis potensi Madura, program ini menjadi wujud nyata semangat “Berdampak, Berakar di Madura, Berdampak untuk Dunia”, dengan mendorong transformasi digital desa dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *