Seputar UTM

Workshop Implementasi Pendidikan Karakter APIK Dorong Penguatan Soft Skill dan Akhlakul Karimah Mahasiswa

Bangkalan, 9 Juni 2026 – Pusat Pendidikan Karakter dan Asrama di bawah naungan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menggelar Workshop dan Implementasi Pendidikan Karakter APIK dalam Pembelajaran yang berlangsung di Lantai 9 Gedung Graha Utama UTM, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan ini menjadi forum akademik yang mempertemukan para pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan untuk mendiskusikan strategi penguatan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Selain diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan UTM, workshop juga dihadiri perwakilan dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya STKIP Bangkalan, Universitas Noor Huda Mustofa dan STAIS Bangkalan.

Workshop dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UTM yang dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Oleh karena itu, lembaga pendidikan tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memperkuat kecerdasan mental dan karakter.

“Mahasiswa saat ini menghadapi berbagai tantangan sosial, teknologi, dan psikologis yang semakin dinamis. Karena itu, pendidikan tinggi perlu memberikan perhatian yang seimbang antara pengembangan kemampuan akademik dan pembentukan karakter,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai hasil penelitian menunjukkan kesuksesan seseorang lebih banyak ditentukan oleh kemampuan nonakademik atau soft skill. Bahkan, faktor-faktor seperti kejujuran, integritas, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama memiliki kontribusi yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar capaian akademik.

Menurutnya, tiga kontributor utama kesuksesan pembelajar adalah kejujuran dan integritas, kedisiplinan, serta kemampuan kolaborasi. Nilai-nilai tersebut harus ditanamkan secara sistematis melalui proses pendidikan agar menjadi bagian dari kepribadian mahasiswa.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pembentukan karakter dalam menghadapi meningkatnya berbagai persoalan kesehatan mental yang dialami generasi muda. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan mental, kemampuan beradaptasi, dan kematangan emosional.

“Pendidikan karakter menjadi kebutuhan yang sangat penting saat ini. Mahasiswa harus memiliki daya tahan mental yang kuat, mampu menghadapi tekanan, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam setiap tindakan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan bahwa visi Universitas Trunodjoyo Madura adalah mewujudkan pembelajar yang memiliki Akhlakul Karimah melalui proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi emosional dan spiritual. Pendekatan tersebut diyakini mampu menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus berintegritas.

Ia menambahkan bahwa kampus yang hebat bukan hanya diukur dari fasilitas atau capaian akademiknya, melainkan dari kemampuannya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter mahasiswa. Kampus harus menjadi tempat di mana mahasiswa menemukan guru yang inspiratif, kurikulum yang relevan, serta atmosfer akademik yang kondusif bagi pertumbuhan diri.

Workshop ini juga menjadi wadah bertukar gagasan dan pengalaman terkait implementasi pendidikan karakter APIK dalam pembelajaran. Para peserta berdiskusi mengenai berbagai pendekatan, metode, dan inovasi yang dapat diterapkan di kelas untuk memperkuat nilai-nilai karakter dalam setiap mata kuliah.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang pendidikan karakter, yaitu Ade San Putra, M.Pd. dan Dr. Dody Tisna Amijaya, M.Pd.. Keduanya memaparkan berbagai konsep, strategi, dan praktik implementasi Pendidikan Karakter APIK dalam pembelajaran yang dapat diterapkan di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui kegiatan ini, LPMPP UTM berharap lahir berbagai rekomendasi dan praktik baik yang dapat diterapkan secara lebih luas di lingkungan perguruan tinggi. Implementasi kurikulum yang kreatif, inovatif, dan berkarakter diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, beretika, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Workshop Pendidikan Karakter APIK ini menjadi bagian dari komitmen UTM dalam memperkuat kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya, sehingga mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang kokoh dan akhlak yang mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *