Dua Belas Tahun Berkarya, Fakultas Keislaman UTM Mantapkan Visi Menuju Rekognisi Global
Bangkalan, 8 Juni 2026 – Fakultas Keislaman Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memperingati Milad XII dengan penuh semangat dan optimisme melalui sebuah perhelatan akademik yang berlangsung di Gedung R.P. Mohammad Noer UTM, Senin (8/6/2026). Mengusung tema “Menyongsong Rekognisi Global: Harmoni Ilmu Keislaman dan Transformasi Digital di Era Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan fakultas selama dua belas tahun sekaligus peneguhan komitmen untuk terus berkembang menuju institusi pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing internasional.
Acara yang dihadiri pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta berbagai mitra strategis tersebut berlangsung meriah namun tetap sarat makna. Selain menjadi ajang perayaan hari jadi fakultas, Milad XII juga menjadi ruang untuk menyampaikan capaian, gagasan, serta arah pengembangan Fakultas Keislaman dalam menjawab tantangan zaman yang semakin dinamis.
Ketua Pelaksana Milad XII, Yusuf Maulana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat tahun ini mencerminkan visi besar Fakultas Keislaman dalam menghadapi era globalisasi dan transformasi digital yang terus berkembang. Menurutnya, harmonisasi antara nilai-nilai keislaman dengan kemajuan teknologi merupakan langkah strategis yang harus ditempuh agar lulusan Fakultas Keislaman mampu berkontribusi secara luas di tingkat nasional maupun internasional.
“Milad ke-12 ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang fakultas selama dua belas tahun. Kita ingin mempererat silaturahmi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan alumni, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap Fakultas Keislaman sebagai rumah bersama,” ujarnya.
Yusuf menambahkan bahwa selama dua belas tahun terakhir, Fakultas Keislaman telah mengalami perkembangan yang signifikan baik dari sisi akademik, kemahasiswaan, maupun jejaring kerja sama. Oleh karena itu, seluruh sivitas akademika diharapkan terus menjaga semangat kolaborasi dan inovasi guna mendukung cita-cita fakultas menuju pengakuan global.
Sementara itu, Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I., mengajak seluruh keluarga besar fakultas untuk menjadikan Milad XII sebagai titik evaluasi dan konsolidasi dalam menghadapi tantangan masa depan. Ia menegaskan bahwa perkembangan sebuah institusi tidak hanya diukur dari usia, tetapi juga dari kemampuan beradaptasi dan menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Abdur Rohman memaparkan berbagai capaian membanggakan yang berhasil diraih Fakultas Keislaman. Salah satunya adalah prestasi Galeri Investasi Syariah (GIS) Fakultas Keislaman yang berhasil menempati peringkat ke-16 nasional dengan nilai transaksi mencapai Rp2,8 miliar. Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa dalam mengembangkan literasi dan praktik ekonomi syariah yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini.
“Prestasi ini menjadi bukti bahwa Fakultas Keislaman mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa,” jelasnya.
Pada momentum Milad XII ini, Fakultas Keislaman juga meluncurkan sejumlah program strategis yang diharapkan menjadi penggerak pengembangan fakultas di masa mendatang. Program pertama adalah Mumtaz Business Center, sebuah unit usaha yang dirancang untuk mendukung kemandirian dan menghasilkan pendapatan (generate income) bagi universitas melalui berbagai aktivitas produktif dan inovatif.
Selain itu, fakultas juga memperkenalkan Bank Sampah Syariah, sebuah program pengelolaan lingkungan berbasis nilai-nilai syariah yang dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran ekologis sekaligus memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Inovasi lainnya adalah peluncuran Mumtaz Maqasid Center, sebuah pusat pembinaan karakter mahasiswa yang mencakup berbagai program pengembangan diri, seperti Rumah Quran dan Rumah Prestasi. Kehadiran pusat ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, dan mampu bersaing di tingkat global.
Sebagai bagian dari penguatan identitas institusi, Fakultas Keislaman juga meluncurkan Mars Fakultas Keislaman, lagu resmi fakultas yang diharapkan menjadi simbol semangat, kebanggaan, dan pemersatu seluruh sivitas akademika.
Lebih lanjut, Dr. Abdur Rohman mengungkapkan rencana pengembangan akademik yang menjadi fokus utama fakultas dalam beberapa tahun mendatang. Fakultas Keislaman tengah mempersiapkan pembukaan tiga program studi baru, yakni Program Magister Ekonomi Syariah (S2 Ekonomi Syariah), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Hukum Keluarga Islam (HKI).
“Kami ingin terus memperluas kontribusi Fakultas Keislaman melalui pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan tinggi. Ini merupakan bagian dari ikhtiar besar untuk meningkatkan daya saing fakultas,” tuturnya.
Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Safi’, S.H., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian dan inovasi yang telah dilakukan Fakultas Keislaman selama dua belas tahun terakhir. Ia menilai fakultas tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan ilmu keislaman yang berdaya saing internasional.
Rektor mendorong percepatan realisasi berbagai program strategis yang telah dirancang, termasuk pembukaan program studi magister. Menurutnya, keberadaan program pascasarjana akan memperluas manfaat fakultas bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi UTM dalam peta pendidikan tinggi nasional.
“Kami mendukung penuh pengembangan Fakultas Keislaman. Program-program baru dan pembukaan jenjang magister perlu segera diwujudkan agar kontribusi fakultas semakin luas dan dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Prof. Safi’ juga memberikan apresiasi terhadap penggunaan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab, dalam rangkaian acara Milad XII. Menurutnya, langkah tersebut merupakan wujud nyata kesiapan Fakultas Keislaman dalam menghadapi era internasionalisasi dan menjadi fondasi penting menuju pembentukan kelas internasional.
“Penggunaan tiga bahasa ini menunjukkan semangat go global yang sangat baik. Ini menjadi langkah awal yang strategis untuk membangun reputasi internasional Fakultas Keislaman,” katanya.
Lebih lanjut, Rektor mengingatkan bahwa setiap institusi pendidikan harus terus bergerak maju dan meningkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu. Ia menegaskan bahwa lembaga yang kualitasnya sama dengan tahun sebelumnya sesungguhnya mengalami kerugian, sedangkan lembaga yang kualitasnya menurun berada dalam kondisi yang lebih memprihatinkan.
Karena itu, ia menargetkan agar seluruh program studi di Fakultas Keislaman dapat segera meraih akreditasi Unggul melalui perbaikan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, serta penguatan budaya mutu yang berkelanjutan.
Selain berbicara mengenai pengembangan akademik, Rektor juga menekankan pentingnya menjaga etika, loyalitas, dan nama baik institusi. Ia mengingatkan mahasiswa maupun seluruh sivitas akademika agar tidak melakukan tindakan yang dapat merusak citra kampus demi kepentingan pribadi atau sekadar mengejar viralitas di media sosial.
“Setiap individu yang berada di lingkungan kampus memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah institusi. Prestasi dan kontribusi positif akan membawa nama baik kampus semakin dikenal, sedangkan tindakan yang tidak bertanggung jawab dapat merugikan banyak pihak,” pesannya.
Perayaan Milad XII Fakultas Keislaman UTM menjadi bukti bahwa fakultas ini terus bertransformasi dan berinovasi dalam menjawab tantangan zaman. Dengan berbagai capaian yang telah diraih, program strategis yang diluncurkan, serta dukungan penuh dari pimpinan universitas, Fakultas Keislaman optimistis dapat melangkah lebih jauh menuju rekognisi global.
Momentum dua belas tahun perjalanan ini tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah dan pencapaian masa lalu, tetapi juga menjadi titik tolak untuk membangun masa depan yang lebih gemilang. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kemajuan teknologi digital, dan prinsip keberlanjutan, Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura terus meneguhkan diri sebagai institusi yang siap berkontribusi dalam mencetak generasi unggul untuk Indonesia dan dunia.