Seputar UTM

Universitas Trunojoyo Madura Gelar Seminar Penguatan Publikasi Populer dan Citra Institusi di Era Digital

Bangkalan, 21 Mei 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya publikasi dan literasi digital di lingkungan perguruan tinggi melalui Seminar Penguatan Publikasi Populer di Media Massa bertema “Memahami dan Memproduksi Content Media Sosial untuk Penguatan Publikasi dan Citra Institusi”. Kegiatan yang berlangsung di Aula Syaikhona Muhammad Kholil, Gedung Graha Utama Lantai 10 ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pengelola media sosial, serta sivitas akademika UTM.

Seminar ini menjadi bagian dari upaya UTM dalam meningkatkan kemampuan publikasi populer dan pengelolaan media sosial sebagai sarana membangun citra positif institusi di tengah perkembangan era digital yang semakin dinamis. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai strategi komunikasi publik, teknik penulisan opini, hingga pengelolaan reputasi kampus di ruang digital.

Dalam sambutannya, Rektor UTM Prof. Safi’ menyampaikan harapannya agar seminar ini mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika untuk terus semangat menulis, khususnya di media massa populer yang kini menjadi salah satu ruang komunikasi utama bagi masyarakat.

Menurutnya, media populer memiliki karakter pembaca yang beragam sehingga diperlukan kemampuan menyampaikan informasi secara tepat, menarik, dan mudah dipahami publik. Ia menekankan bahwa berbagai potensi, capaian, dan prestasi yang dimiliki UTM harus terus dipublikasikan secara positif kepada masyarakat luas.

“Penting bagi kita untuk menyalurkan potensi yang dimiliki UTM. Kalau bukan kita, siapa lagi yang mengabarkan hal positif di UTM. Kritik penting untuk disampaikan kepada internal dan penting juga untuk mengabarkan hal-hal positif kepada eksternal,” ungkapnya.

Rektor juga menambahkan bahwa seminar ini menjadi ruang belajar bersama untuk memahami cara menulis yang tepat di media populer sebagai sarana menyalurkan opini dan gagasan melalui karya tulis. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan perubahan dan kemajuan di tengah masyarakat.

“Kampus harus mampu mendirikan hal-hal besar yang bertujuan untuk memajukan Madura. Salah satunya melalui tulisan, publikasi, dan narasi positif yang mampu memberikan pengaruh baik kepada masyarakat,” tambahnya.

Seminar menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi media yang memiliki pengalaman di bidang komunikasi, media sosial, dan kehumasan perguruan tinggi.

Narasumber pertama, Dr. Irwan Dwi Arianto, membawakan materi bertajuk “Dari Stereotype ke Reputasi Autentik: Memahami Media Sosial dan Membangun Citra Positif Kampus serta Madura di Ruang Digital”. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa media sosial saat ini menjadi ruang strategis dalam membentuk persepsi publik terhadap institusi pendidikan maupun suatu daerah.

Ia menilai bahwa kampus harus mampu membangun komunikasi digital yang autentik dan konsisten agar reputasi institusi tidak hanya dibentuk oleh stereotype yang berkembang di masyarakat, tetapi oleh narasi positif yang dibangun secara berkelanjutan melalui konten-konten berkualitas.

Narasumber kedua, Juneka Subaihul Mufid, menyampaikan materi bertajuk “Menulis Opini, Membentuk Citra Diri”. Dalam sesi tersebut, ia membagikan berbagai pengalaman dan strategi dalam menulis opini di media massa. Ia menjelaskan bahwa tulisan opini bukan sekadar menyampaikan pendapat, tetapi juga membangun identitas dan citra diri penulis di ruang publik.

Menurutnya, tulisan yang baik harus memiliki sudut pandang yang jelas, didukung data, serta disampaikan dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dipahami pembaca. Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani menyampaikan gagasan dan pemikiran kritis melalui media massa secara bertanggung jawab.

Sementara itu, narasumber ketiga, Dr. Surahmat, membawakan materi bertema “Merawat Narasi, Meneguhkan Reputasi: Strategi Membangun Citra Perguruan Tinggi melalui Media Sosial”. Ia menjelaskan bahwa citra perguruan tinggi tidak dibangun secara instan, melainkan melalui konsistensi narasi dan komunikasi yang baik kepada publik.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara humas, pimpinan, dosen, mahasiswa, hingga seluruh elemen kampus dalam membangun reputasi institusi. Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, publikasi prestasi, dan penyebaran informasi positif yang mencerminkan identitas perguruan tinggi.

Kegiatan seminar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait strategi publikasi kampus, pengelolaan media sosial, hingga teknik menulis opini yang menarik perhatian media massa. Sesi tanya jawab dipandu oleh moderator Drajat Wicaksono yang mengarahkan jalannya diskusi dengan dinamis.

Melalui seminar ini, UTM berharap budaya literasi, publikasi, dan komunikasi digital di lingkungan kampus semakin berkembang. Selain meningkatkan kemampuan menulis dan publikasi mahasiswa, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat citra positif UTM dan Madura di ruang digital melalui narasi-narasi yang edukatif, inspiratif, dan membangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *