Asesmen Lapangan Magister Ekonomi Syariah UTM Perkuat Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Nilai Keislaman
Bangkalan, 10 April 2026 — Fakultas Keislaman Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menyelenggarakan Asesmen Lapangan Program Studi Magister Ekonomi Syariah pada Jumat (10/4) di Ruang 502 Lantai 5 Gedung Graha Utama UTM. Kegiatan ini menghadirkan tim penilai dari Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bagian dari proses evaluasi akademik dan kelembagaan.
Asesmen dilakukan oleh Dr. A. Rafiq Zainul Mun’im, S.Th.I., M.Fil.I. selaku Kasubdit Pengembangan Akademik Diktis Kemenag RI, bersama dua asesor yakni Prof. Dr. Tulus Suryanto, M.M., Akt., C.A. dari UIN Raden Intan Lampung dan Dr. Misbahul Munir, Lc., M.E.I. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran tim ini memastikan kesiapan program studi dalam memenuhi standar mutu pendidikan tinggi keagamaan.
Dekan Fakultas Keislaman UTM, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I., menyampaikan bahwa asesmen ini menjadi momentum penting dalam penguatan institusi. Ia menjelaskan bahwa pengembangan Fakultas Keislaman merupakan bagian dari komitmen UTM dalam mengintegrasikan ilmu keislaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. “Alhamdulillah, kami dapat menghadirkan Program Magister Ekonomi Syariah dan berharap ke depan dapat mengembangkan program studi lainnya,” ujarnya.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menegaskan bahwa keberadaan Fakultas Keislaman menjadi bagian strategis dalam arah pengembangan universitas. Ia menyampaikan bahwa UTM tidak hanya berfokus pada ilmu umum, tetapi juga memperkuat keilmuan berbasis nilai-nilai Islam. “Semoga seluruh proses asesmen berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik, sekaligus membuka peluang sinergi baru dengan Diktis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa Fakultas Keislaman UTM saat ini menginisiasi pengembangan empat program studi, terdiri dari satu program magister yakni Magister Ekonomi Syariah, serta tiga program sarjana meliputi Manajemen Industri Halal (MIH), Hukum Keluarga Islam (HKI), dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Inisiatif ini menjadi langkah strategis UTM dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi berbasis keislaman yang relevan dengan perkembangan zaman.
Direktur Diktis Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., dalam arahannya memberikan apresiasi atas langkah progresif UTM. Ia menekankan pentingnya kualitas dosen, penguatan riset, serta integrasi ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai keislaman. “Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam transfer ilmu, pengembangan penelitian, serta pembentukan karakter akhlaqul karimah,” tegasnya, seraya menyoroti potensi besar Madura dengan tradisi pesantren yang kuat.
Pada sambutannya, Kasubdit Pengembangan Akademik Diktis menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari regulasi wajib untuk program magister dan doktor. “Kami akan melakukan verifikasi secara menyeluruh agar seluruh persyaratan terpenuhi. Ini juga menjadi awal kemitraan strategis antara UTM dan Diktis,” ujarnya, sekaligus mengapresiasi kesiapan UTM yang dinilai responsif dan progresif.
Tim asesor LAMEMBA turut memberikan masukan konstruktif terkait standar akreditasi dan tata kelola. Prof. Tulus Suryanto menyatakan bahwa asesmen ini tidak hanya bersifat evaluatif, tetapi juga kolaboratif. “Kami hadir sebagai evaluator sekaligus mitra untuk memastikan program ini memenuhi standar dan menjadi alternatif pendidikan unggul di Madura,” ungkapnya.
Melalui asesmen ini, UTM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang memperkuat integrasi ilmu pengetahuan dan nilai keislaman, sesuai dengan budaya Madura yang agamis.