Seputar UTM

PERKUAT SINERGI PRAKTISI DAN AKADEMISI, FH UTM GANDENG KEJATI BALI DALAM IMPLEMENTASI KUHAP 2025

BANGKALAN Fakultas Hukum Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai dinamika hukum nasional melalui kuliah umum bertajuk “Masa Depan Penuntutan: Kewenangan Kejaksaan dalam KUHAP Baru”.

Acara yang digelar di Aula Syaikhona Muhammad Kholil, Gedung Graha Utama UTM, Rabu (8/4/2026) ini menghadirkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, Dr. Catharina Muliana Girsang, S.H., M.H., sebagai pembicara utama.

Dalam paparannya, Catharina menjelaskan bahwa kehadiran KUHP Nasional membawa perubahan besar dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Menurutnya, hukum kini bergerak meninggalkan pola retributif (balas dendam) menuju pendekatan yang lebih modern.

“KUHP nasional yang baru ini lebih humanis. Paradigman berubah menjadi lebih korektif, restoratif, dan rehabilitatif dengan tetap memperhatikan kehidupan sosial masyarakat,” ujar Catharina.

Ia juga menekankan bahwa peran jaksa ke depan akan semakin krusial dalam mengendalikan arah perkara (dominus litis). Oleh karena itu, integritas dan hati nurani menjadi modal utama bagi calon penegak hukum.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyatakan bahwa kehadiran praktisi tingkat tinggi seperti Kajati sangat penting agar mahasiswa tidak hanya terpaku pada teori di buku teks.

“Kami ingin mahasiswa UTM tidak tertinggal dalam dinamika hukum, baik secara keilmuan maupun praktik,” kata Safi’.

Sebagai langkah konkret, UTM juga menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Kejati Bali. Safi’ bahkan mendorong Fakultas Hukum untuk mulai melibatkan praktisi sebagai dosen tamu secara rutin.

“Jika ada dosen dari kalangan praktisi, akan tercipta keseimbangan antara akademik dan pengalaman langsung di lapangan,” tambahnya.

Senada dengan Rektor, Dekan Fakultas Hukum UTM, Dr. Erma Rusdiana, S.H., M.H., berharap kuliah umum ini memberikan pencerahan terkait tantangan implementasi hukum di masa depan.

“Kami memberikan fondasi keilmuan di ruang kuliah, namun untuk aksi dan implementasi, mahasiswa harus belajar langsung dari ahlinya,” tutur Erma.

Melalui kegiatan ini, FH UTM berkomitmen untuk terus mencetak lulusan hukum yang siap beradaptasi dengan regulasi terbaru dan memiliki integritas tinggi dalam menegakkan keadilan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *