UTM Sambut Kepulangan Tim KKNT Kemanusiaan dari Aceh Utara, Bukti Nyata Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat
Bangkalan — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelenggarakan acara penyambutan kepulangan Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Kemanusiaan yang telah melaksanakan pengabdian di Desa Paya Rabo Lhok, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Graha Utama lantai 1 Universitas Trunojoyo Madura pada Selasa, 31 Maret 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKNT Kemanusiaan. Momentum ini menjadi ajang apresiasi atas dedikasi mahasiswa yang selama kurang lebih dua bulan menjalankan berbagai program pengabdian bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh Utara.
Salah satu mahasiswa peserta KKNT Kemanusiaan, Sohim, menjelaskan bahwa selama menjalankan pengabdian di Desa Paya Rabo Lhok terdapat sejumlah program kerja yang berhasil dilaksanakan bersama masyarakat setempat. Program-program tersebut dirancang untuk memberikan manfaat langsung sekaligus membantu pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.
“Selama dua bulan di Desa Paya Rabo Lhok Aceh Utara, kami melaksanakan beberapa program kerja. Yang pertama adalah sosialisasi mitigasi bencana agar masyarakat di sana lebih siap siaga menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang,” ujarnya.
Selain itu, tim mahasiswa juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut berasal dari donasi yang dihimpun dan kemudian didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
“Kami juga mendistribusikan donasi berupa baju layak pakai, baju anak, baju ibadah, sembako, dan berbagai kebutuhan lainnya. Banyak sekali masyarakat yang memang membutuhkan bantuan tersebut,” tambah Sohim.
Program lainnya yang menjadi perhatian utama adalah penyediaan akses air bersih bagi masyarakat. Mahasiswa melakukan instalasi filter air di beberapa titik strategis, termasuk di fasilitas umum dan rumah warga.
“Program ketiga adalah penginstalasian filter air di beberapa tempat, termasuk fasilitas umum dan rumah masyarakat yang membutuhkan. Sebelumnya air yang mereka gunakan keruh dan tidak bersih, sehingga dengan adanya filter air ini masyarakat bisa mendapatkan air yang lebih layak digunakan,” jelasnya.
Ketua LPPM UTM, Dr. Iskandar Dzulkarnain, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada para dosen pembimbing lapangan serta seluruh mahasiswa yang telah menjalankan program KKNT Kemanusiaan dengan baik.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ansori, Pak Haryo, dan Pak Hamdi sebagai dosen pembimbing lapangan di KKNT Kemanusiaan Desa Paya Rabo Lhok Aceh Utara, serta Pak Latif yang turut mengawal kegiatan teman-teman selama berada di Aceh,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berbagai program yang dirancang di awal kegiatan bahkan mampu melampaui target yang telah direncanakan.
“Program yang dicanangkan di awal bahkan melampaui rencana kegiatan. Banyak program tambahan yang terlaksana di luar perencanaan awal, dan semuanya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Dr. Iskandar, kegiatan KKNT Kemanusiaan di Aceh Utara merupakan program perdana yang diselenggarakan oleh UTM dengan fokus pada aksi kemanusiaan. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh atau model bagi kegiatan pengabdian masyarakat di masa mendatang.
“Program KKNT Kemanusiaan di Desa Paya Rabo Lhok Aceh Utara ini merupakan program pertama yang kita selenggarakan dan menjadi salah satu percontohan bahwa kegiatan KKN yang dilakukan oleh mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini mendapatkan pengakuan secara nasional. Bahkan dua kegiatan KKNT Kemanusiaan di Aceh telah dipublikasikan melalui laman resmi kementerian.
“Ini menjadi bukti bahwa kegiatan mahasiswa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Aceh, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., dalam sambutannya turut menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pelaksanaan program KKNT Kemanusiaan tersebut.
“Alhamdulillah, program KKNT Kemanusiaan ini berjalan lancar dan seluruh peserta merasa bahagia karena telah bisa membantu masyarakat Aceh Utara di Desa Paya Rabo Lhok,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa sebenarnya jumlah mahasiswa yang berminat mengikuti program ini cukup banyak. Namun, karena keterbatasan sumber daya, khususnya dari segi pembiayaan, hanya satu kelompok yang dapat diberangkatkan.
“Yang berminat sebenarnya ada sekitar 60 mahasiswa, tetapi kita hanya bisa mengirim satu kelompok yang berjumlah delapan orang. Hal ini karena keterbatasan sumber daya, terutama finansial, mengingat lokasi kegiatan berada di Sumatra yang jaraknya cukup jauh sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar,” jelasnya.
Rektor juga menuturkan bahwa saat ini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong pelaksanaan KKN dalam bentuk KKNT yang berbasis tema tertentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Karena momennya saat itu untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir, maka kita mengangkat tema KKNT Kemanusiaan. Program ini juga memiliki durasi yang lebih lama dibandingkan KKN reguler, sehingga belum semua perguruan tinggi beralih dari KKN reguler ke KKNT,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan, termasuk yang disebabkan oleh bencana.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyelesaikan problem-problem kebangsaan, termasuk yang diakibatkan oleh bencana. Oleh karena itu, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki, UTM mengambil bagian sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus melaksanakan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Rektor berharap kehadiran mahasiswa KKNT Kemanusiaan dapat membantu masyarakat yang didampingi agar lebih cepat pulih dari kondisi pascabencana.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa dan dosen pendamping agar terus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
“Bagi masyarakat yang sempat didampingi oleh mahasiswa KKNT Kemanusiaan, semoga dapat lebih cepat pulih dari kondisi sebelumnya. Sementara bagi mahasiswa dan dosen pendamping, saya berharap pengalaman ini dapat terus mengasah rasa simpati dan empati kepada sesama, tidak hanya kepada masyarakat yang kemarin didampingi, tetapi kepada siapa pun yang kita temui dalam kehidupan,” pungkasnya.
Kegiatan penyambutan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa UTM di Aceh Utara sekaligus memperkuat komitmen universitas dalam menghadirkan program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.