UTM Official

Seputar UTM

Dari Limbah Jadi Solusi: Inovasi MEL-QUIT Mahasiswa UTM Raih Medali Nasional

Yogyakarta, 15 Februari 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura kembali menorehkan prestasi di ajang nasional. Dua mahasiswa, Isna Silfiatul Ismawati dan Wardah Fitriyani, sukses meraih Bronze Medal dalam Lomba Forum Indonesia Muda (FIM) 2 berkat karya inovatif mereka bertajuk “MEL-QUIT: Inovasi Permen Kulit Semangka sebagai Solusi Kreatif Pemuda dalam Memutus Rantai Perilaku Merokok Menuju Indonesia Emas 2045.”

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Capai Cita tersebut berlangsung di Yogyakarta pada 14–15 Februari 2026. Ajang ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan dimulai dengan sesi presentasi karya ilmiah oleh para finalis, kemudian dilanjutkan dengan field trip edukatif yang bertujuan memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring akademik dan kolaborasi lintas kampus.

Dalam karya MEL-QUIT, Isna dan Wardah menawarkan ide pemanfaatan kulit semangka sebagai bahan dasar permen fungsional yang ditujukan sebagai alternatif preventif untuk menekan kebiasaan merokok di kalangan remaja dan pemuda. Gagasan tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya angka perokok usia muda di Indonesia, di sisi lain banyaknya limbah kulit semangka yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Isna mengungkapkan bahwa kulit semangka memiliki kandungan serat serta senyawa alami yang potensial diolah menjadi produk pangan bernilai tambah. Ia menegaskan bahwa inovasi ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek kesehatan, tetapi juga mengandung nilai edukasi. “Permen MEL-QUIT dirancang sebagai bentuk pengalihan kebiasaan merokok menjadi aktivitas yang lebih sehat dan positif, khususnya bagi generasi muda,” jelasnya.

Wardah menambahkan bahwa inovasi tersebut juga mengusung prinsip keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pengolahan limbah organik menjadi produk bernilai ekonomi dapat memberikan manfaat ganda bagi masyarakat. “Pemanfaatan kulit semangka diharapkan mampu mengurangi limbah sekaligus membuka peluang usaha ramah lingkungan,” ujarnya.

Karya MEL-QUIT dinilai selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek peningkatan kesehatan masyarakat serta pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Inovasi ini menjadi contoh nyata kontribusi generasi muda dalam menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan kesehatan dan lingkungan.

Dosen pembimbing, Dwi Bagus Rendy Astid Putera, menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi mahasiswa dalam mengikuti kompetisi tingkat nasional. Ia menilai dukungan dari universitas dan fakultas menjadi faktor penting dalam mendorong kepercayaan diri mahasiswa untuk berprestasi. “Dengan adanya dukungan pembinaan dan fasilitas dari kampus, mahasiswa semakin siap berkompetisi dan membawa nama baik institusi,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan FKIP, Badrud Tamam, menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan tumbuhnya budaya akademik yang kuat di lingkungan fakultas. Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya. “FKIP berkomitmen mendukung setiap aktivitas yang melahirkan prestasi melalui penguatan sinergi antara mahasiswa, dosen, dan institusi,” katanya.

Keberhasilan tim MEL-QUIT menjadi bukti bahwa kreativitas, kepedulian sosial, dan kemampuan riset mahasiswa mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Prestasi ini sekaligus menegaskan peran strategis generasi muda dalam menciptakan solusi berkelanjutan menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *