Mahasiswa Agroteknologi Fakultas Pertanian Raih Silver Medal di International Student Competition 2 Malaysia
Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Dua mahasiswa berhasil meraih Silver Medal pada kategori Agriculture dalam ajang International Student Competition 2 yang diselenggarakan di Malaysia dan diumumkan pada 14 Februari 2026.
Prestasi tersebut diraih melalui inovasi bertajuk “NutriCaps: Utilization of Coconut (Cocos nucifera) Fiber Lignin Extract as a Capsule Matrix for Slow-Release Bio-NPK Fertilizer Application from Water Waste and Coconut Leaves.”
Tim kreatif ini diketuai oleh Karinda Dwi Marshandy dengan anggota Muhammad Rayhan Putra Guztandy, di bawah bimbingan dosen Agroekoteknologi Dr. Diana Nurus Sholehah.
Inovasi NutriCaps lahir dari keprihatinan terhadap tingginya kehilangan unsur hara di lahan pertanian akibat pencucian dan limpasan air. Secara global, hampir 45 persen pupuk nitrogen yang diaplikasikan tidak terserap tanaman dan justru hilang ke lingkungan, sehingga menurunkan efisiensi pemupukan serta berkontribusi terhadap pencemaran dan emisi gas rumah kaca. Sementara itu, Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa terbesar dunia menghasilkan lebih dari 17 juta ton kelapa setiap tahun, namun limbah sabut, daun, dan air kelapa masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui NutriCaps, tim memanfaatkan lignin dari serat kelapa sebagai matriks kapsul biodegradable yang berfungsi sebagai sistem pelepasan hara terkendali (slow-release). Inti kapsul diisi Bio-NPK yang berasal dari air kelapa dan biomassa daun kelapa terkomposkan, sehingga mampu mengintegrasikan dua aliran limbah menjadi pupuk ramah lingkungan. Pendekatan ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi penggunaan hara sekaligus mengurangi potensi kehilangan nutrisi hingga sekitar 40 persen berdasarkan studi pupuk berbasis lignin.
Karinda menyampaikan bahwa inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan ketahanan pangan sekaligus perubahan iklim. Menurutnya, limbah lokal seperti kelapa memiliki potensi besar untuk diolah menjadi solusi global bagi pertanian berkelanjutan.
Dosen pembimbing, Dr. Diana Nurus Sholehah, turut mengapresiasi capaian tim mahasiswa. Ia menilai NutriCaps sebagai bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya terkait ketahanan pangan dan aksi iklim melalui inovasi berbasis sumber daya lokal serta prinsip ekonomi sirkular.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian, Dr. Askur Rahman, juga menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyatakan bahwa prestasi ini menjadi awal yang baik bagi pencapaian mahasiswa Fakultas Pertanian pada tahun 2026 serta diharapkan mampu memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi ini diharapkan menjadi pendorong bagi mahasiswa UTM untuk terus berinovasi dan menghasilkan solusi berbasis riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
