UTM Official

Seputar UTM

UTM Tegaskan Komitmen Jaga Kesehatan Mental Mahasiswa melalui Webinar Self-Injury Awareness

Bangkalan, 6 Maret 2026 — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) melalui UPA Layanan Bimbingan Konseling (UPA-BK) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kesehatan mental sivitas akademika melalui penyelenggaraan Webinar Self-Injury Awareness bertema “Be Aware, Care, Be There”. Kegiatan ini digelar secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Jumat, 6 Maret 2026, menghadirkan Rezkiyah Rosyidah, S.Psi., M.Psi., Psikolog—psikolog klinis sekaligus dosen Program Studi Psikologi UTM sebagai pemateri utama.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni UTM, Surokim, S.Sos., S.H., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada UPA-BK atas kepedulian dan kesungguhan upayanya dalam merespons isu ini. Ia menekankan bahwa kesehatan mental mahasiswa bukan sekadar urusan pribadi, melainkan menjadi tanggung jawab institusi secara keseluruhan. Menurutnya, tekanan akademik dan psikologis yang tidak tertangani dengan baik dapat berdampak langsung pada kemampuan mahasiswa dalam menjalankan peran utamanya di perguruan tinggi. “Institusi berkepentingan untuk meminimalisir dampak negatif dari permasalahan kesehatan mental, sehingga tugas pokok mahasiswa untuk bisa belajar dan meraih prestasi dapat dilaksanakan dengan maksimal,” ujarnya.

Lebih jauh, ia turut menyoroti bahwa mahasiswa yang mampu mengelola kesehatan mentalnya dengan baik akan membawa dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan sekitarnya. Menurutnya, mahasiswa yang sehat secara mental, akan mampu memberikan kontribusi positif yang lebih luas, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi nama baik almamater. Oleh karena itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni mendorong seluruh mahasiswa untuk tidak ragu memanfaatkan layanan yang telah disediakan kampus.”Harapannya, mahasiswa memiliki daya resiliensi untuk memitigasi masalah dan tekanan yang dihadapi, dan melalui UPA-BK, mereka bisa menemukan solusi terbaik bagi dirinya sendiri,” tegasnya.

Memasuki sesi inti, pemateri Rezkiyah Rosyidah membuka paparannya dengan pernyataan yang langsung menyentuh inti persoalan. Ia menegaskan bahwa self-injury adalah fenomena yang kerap tersembunyi di balik keseharian mahasiswa, dan justru karena itulah kesadaran serta kepedulian dari lingkungan sekitar menjadi sangat penting. “Permasalahan psikologis adalah permasalahan yang perlu segera ditangani, dan sudah seharusnya kita memberikan atensi lebih terhadap kondisi kesehatan mental mahasiswa UTM itu sendiri,” ujarnya.

Dalam paparannya, Pemateri Rezkiyah menguraikan bahwa self-injury bukanlah upaya mengakhiri hidup, melainkan bentuk pelarian sementara dari tekanan emosional yang dirasakan tak tertahankan. Ia menekankan bahwa perilaku ini dapat berdampak serius baik secara fisik maupun psikologis dan bahkan menjadi prediktor signifikan bagi munculnya upaya bunuh diri di kemudian hari. Data World Health Organization (2018) yang turut disampaikan dalam webinar ini mencatat bahwa perilaku menyakiti diri sendiri menjadi penyebab kematian tertinggi kedua pada kelompok usia 18–29 tahun di dunia, sebuah angka yang menegaskan betapa mendesaknya isu ini untuk ditangani.

Selain pemahaman tentang self-injury itu sendiri, webinar ini juga membekali peserta dengan panduan praktis dalam merespons dan mendampingi orang-orang di sekitar mereka yang mungkin sedang berjuang. Pemateri memperkenalkan metode The ACT Ask, Care, Tell sebagai kerangka sederhana namun bermakna untuk hadir sebagai support system yang tepat, sekaligus mengetahui kapan saatnya merujuk kepada tenaga profesional.

Melalui webinar ini, UTM meneguhkan posisinya sebagai institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir sebagai ruang yang aman dan suportif bagi kesejahteraan psikologis mahasiswanya. UPA-BK UTM senantiasa membuka layanan konseling bagi seluruh sivitas akademika yang memerlukan pendampingan dan dukungan profesional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *