Mahasiswa FKIP Universitas Trunojoyo Madura Raih Bronze Medal Forum Indonesia 2 lewat Inovasi Virtual Gallery Cell
Yogyakarta, 15 Februari 2026 — Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional. Dalam ajang Forum Indonesia 2 yang diselenggarakan oleh Capai Cita bekerja sama dengan Universitas Janabadra, tim mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPA berhasil meraih Bronze Medal melalui karya inovatif bertajuk “Virtual Gallery Cell: Kolaborasi Cerdas Generasi Muda dalam Mewujudkan Pembelajaran Sains Berbasis Virtual Reality.”
Kompetisi bertema “Membangun Generasi Inovatif untuk Masa Depan Berkelanjutan” tersebut berlangsung pada 14–15 Februari 2026 di Yogyakarta dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan kreatif sekaligus solusi inovatif yang menjawab tantangan pendidikan masa kini.
Prestasi yang diraih Emeiliya Sufiani dan Siti Fatima Azzahra tidak lepas dari keunikan ide yang mereka tawarkan. Karya Virtual Gallery Cell hadir sebagai jawaban atas persoalan pembelajaran sains yang masih didominasi metode konvensional dan media dua dimensi. Kondisi tersebut kerap membuat siswa kesulitan memahami konsep abstrak, terutama materi tentang struktur dan fungsi sel.
Melalui pendekatan berbasis teknologi Virtual Reality (VR), konsep sel yang selama ini hanya dipelajari melalui gambar statis di buku diubah menjadi pengalaman belajar yang lebih nyata dan interaktif. Inovasi ini mengusung konsep galeri seni digital dalam ruang virtual tiga dimensi berbasis platform Spatial. Organel sel ditampilkan dalam bentuk visual dua dimensi yang informatif, menyerupai karya pameran lengkap dengan ilustrasi dan penjelasan fungsi secara sistematis.
Dalam ruang virtual tersebut, siswa dapat menjelajahi galeri secara mandiri, mengamati setiap objek pembelajaran secara lebih dekat, berdiskusi secara langsung melalui fitur suara maupun chat, serta mengikuti evaluasi berbasis gamifikasi melalui barcode game yang terintegrasi. Perpaduan antara konten dua dimensi dan lingkungan tiga dimensi inilah yang menciptakan pengalaman belajar imersif sekaligus kolaboratif.
Emeiliya Sufiani menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran sains. Menurutnya, persoalan utama bukan pada kompleksitas materi, melainkan pada pendekatan penyampaian yang kurang menarik. “Kami ingin siswa tidak sekadar melihat sel sebagai gambar di buku, tetapi dapat menjelajahinya secara langsung. Teknologi Virtual Reality memungkinkan pembelajaran terasa lebih hidup, menyenangkan, dan bermakna,” ujarnya.
Siti Fatima Azzahra menambahkan bahwa Virtual Gallery Cell juga dirancang untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, khususnya aspek 4C, yakni berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Ia menilai eksplorasi galeri digital mendorong kreativitas siswa, analisis organel melatih kemampuan berpikir kritis, ruang virtual memperkuat kerja sama, dan interaksi digital meningkatkan keterampilan komunikasi. “Kami berharap inovasi ini dapat menjadi jembatan antara sains dan teknologi sekaligus memperkuat literasi digital siswa,” ungkapnya.
Selain itu, inovasi ini dinilai sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Visualisasi yang interaktif membantu mengonkretkan konsep abstrak, sementara unsur gamifikasi mampu meningkatkan motivasi serta keterlibatan siswa dalam proses belajar.
Dosen pembimbing tim, Dwi Bagus Rendy Astid Putera, menyampaikan bahwa pencapaian ini mencerminkan meningkatnya semangat kompetitif mahasiswa di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa dukungan institusi, baik dari universitas maupun fakultas, menjadi faktor penting yang mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi. “Fasilitasi dan dukungan yang diberikan membuat mahasiswa semakin percaya diri untuk bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” jelasnya.
Dekan FKIP, Badrud Tamam, turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menjadi indikator tumbuhnya budaya literasi, riset, dan inovasi di lingkungan fakultas. “Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FKIP mampu menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan. Kami akan terus mendukung berbagai upaya yang mendorong lahirnya prestasi melalui sinergi antara mahasiswa, dosen, dan institusi,” tuturnya.
Keberhasilan tim Virtual Gallery Cell diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi digital di Indonesia. Inovasi ini tidak hanya menawarkan solusi kreatif dalam pembelajaran sains, tetapi juga menegaskan komitmen mahasiswa FKIP dalam berkontribusi pada transformasi pendidikan yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.
