Dosen Prodi Ilmu Komunikasi UTM Kembali Perkuat Aspikom Jatim
Malang, 14 Februari 2026 – Dosen Komunikasi FISIB Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) kembali memperkuat jajaran fungsionaris Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Korwil Jawa Timur periode 2025- 2029. Tiga Dosen tersebut; Achmad Cholil, PhD,. Dr. Dewi Quraisyin, dan Moch. Imron Rosyidi, M.Sc., dipercaya. Untuk memperkuat jajaran pengurus Aspikom Jatim bersama perwakilan 41 prodi dari seluruh Jawa Timur.
Aspikom Jatim akan mengusung tekad berdampak untuk pembangunan Jawa Timur, melalui ikhtiar memperkuat peran strategis ilmu komunikasi dalam peta jalan diktisaintek.
Pelantikan diselenggarakan pada 14 Februari 2026 di3 Aula GKB 5 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dalam sambutannya Awang Darmawan Ketua Aspikom Jatim bertekad untuk terus menguatkan peran melalui kolaborasi dan kerja sama intens guna meraih kemajuan bersama.
Aspikom, tambah akademisi Unesa ini menyadari bahwa kekuatan kolaborasi diperlukan untuk memperkuat peran multi, inter, transdisipliner tengah daulat citizen power dan partisipasi masyarakat yang terus terbuka dan massif. Komunikasi tidak sembunyi dan terus bisa merespon atas peran pstrategis di Jawa Timur.
Wakil Rektor UMM Prof Tri Sulistianingsih juga berharap agar peran ilmu komunikasi dan Aspikom bisa terus berdampak. Melalui penguatan akreditasi dan penguatan laboratorium utk mencapai keunggulan, reskilling dan relevansi.
“Aspikom harus bisa relevan dan terus berkolaborasi bersama asosiasi sejenis untuk memperkuat peran ilmu ini utk menjawab tantangan zaman” ujar dosen ilmu pemerintahan ini.
Dengan demikian ilmu komunikasi akan terus eksis, bermanfaat dan menjadi salah satu pusat pengembangan ilmu dan peradaban. Ilmu komunikasi dalam konteks saat ini hrs bs dikembangkan beyond.
Ketua Umum Aspikom Pusat Prof. Anang Sudjoko D.Comm, juga Menyampaikan Ilmu Komunikasi perlu memperkuat dampak nyata “banyak yang perlu kita perbaiki dalam konteks pendidikan ilmu komunikasi terutama menghadapi ambiguitas dan volatility yang semakin luar biasa” ujar Prof Anang
Kedepannya diharapkan peran strategis komunikasi ditantang untuk bs membumi dan menjadi pengetahuan sebagai penerang jalan pembangunan berkelanjutan. Penguatan dan kontribusi ilmu komunikasi ini harus bisa menjadi kompas jalan pengembangan ilmu komunikasi kini dan mendatang.
