PEMAPARAN IDE PENGENDALIAN RISIKO IKAN INVASIF DAN PENYAKIT UDANG OLEH PRODI PSDA DI BALAI KARANTINA HEWAN IKAN DAN TUMBUHAN (BKHIT) JAWA TIMUR
Surabaya, Sabtu, 10 Januari 2026 — Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam (PSDA) Program Pascasarjana Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelenggarakan kegiatan diskusi dan pemaparan ide riset tentang pengendalian risiko ikan invasif dan penyakit udang bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan wujud partisipasi aktif sivitas akademika Prodi PSDA dalam mendukung terwujudnya Kampus UTM Berdampak, khususnya dalam pengelolaan sumber daya perairan di Jawa Timur.
Pemaparan ide disampaikan oleh mahasiswa Magister PSDA dan didiskusikan secara interaktif bersama dosen, mahasiswa, serta staf dan pejabat BKHIT Jawa Timur. Forum ini menjadi ruang kolaboratif untuk bertukar gagasan berbasis riset dalam rangka memperkuat strategi pengendalian spesies invasif dan penyakit ikan serta udang yang berpotensi merugikan ekosistem dan sektor perikanan.
Dosen Prodi Magister PSDA, Dr. Akhmad Farid, menjelaskan bahwa pengendalian bahaya ikan invasif merupakan tindakan terencana dan terukur untuk mencegah introduksi, membatasi penyebaran, serta mengurangi populasi spesies ikan non-lokal yang telah beradaptasi di ekosistem baru dan berdampak negatif terhadap lingkungan, ekonomi, maupun kesehatan manusia. Menurutnya, bentuk pencegahan yang dilakukan sangat ditentukan oleh karakteristik lingkungan perairan serta jenis ikan invasif yang ditangani.
Dalam paparannya, Widya Desti Kresnasari dan Mertin Rianingsih, mahasiswa Magister PSDA, menyampaikan bahwa dampak keberadaan ikan invasif terhadap ikan endemik dapat dikendalikan melalui tahapan pencegahan, deteksi dini dan respon cepat, eradikasi, lokalisasi, serta upaya pengurangan dampak. Penelitian yang mereka lakukan mencakup kajian komprehensif mulai dari identifikasi spesies ikan invasif, analisis food habit dan feeding habit berdasarkan isi lambung untuk mengetahui tingkat predasi, hingga analisis laju pertumbuhan dan tingkat kematangan gonad.
Ketua Tim Kerja Bidang Perikanan BKHIT Jawa Timur, Indirawati Fairwandari, S.Pi., menegaskan bahwa kajian riset yang dilakukan oleh Prodi PSDA UTM sejalan dengan tugas pokok dan fungsi kekarantinaan. Ia menjelaskan bahwa upaya pengendalian meliputi pencegahan masuknya spesies ikan berbahaya, deteksi dini melalui identifikasi kemunculan awal, respon cepat sebelum populasi berkembang pesat, eradikasi populasi invasif, serta lokalisasi untuk membatasi penyebaran dan meminimalkan dampak terhadap ekosistem perairan.
Selain isu ikan invasif, pemaparan ide riset juga membahas pengendalian penyakit udang yang disampaikan oleh Siti Rokhmaniati. Topik ini menyoroti strategi pengendalian penyakit udang Enterocytozoon hepatopenaei (EHP) di Jawa Timur. EHP merupakan penyakit yang dapat menyebabkan gagal panen dan kerugian ekonomi yang signifikan, terutama di wilayah pesisir utara Jawa Timur. Infeksi EHP ditandai dengan perlambatan pertumbuhan udang, yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional budidaya.
Pengendali Hama dan Penyakit Ikan (PHPI) BKHIT Jawa Timur, Natsir Hidayat, S.Pi., menambahkan bahwa BKHIT Jawa Timur secara rutin melakukan pemantauan untuk deteksi dini penyebaran EHP dan penyakit udang lainnya. Pemantauan tersebut mencakup data diagnostik dan surveilans dini secara molekuler menggunakan metode PCR, parameter lingkungan, serta asal benur. Ia menekankan bahwa analisis data secara komprehensif sangat penting untuk memahami dinamika kemunculan, penyebaran, tingkat risiko, dan strategi pengendalian penyakit, guna menjamin keberlanjutan budidaya udang di Jawa Timur.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai gagasan strategis yang mengemuka dalam upaya menemukan formulasi pengendalian risiko ikan invasif dan penyakit udang yang efektif. Dosen pendamping mahasiswa Magister PSDA, Dr. Haryo Triadjie, dalam penutupan kegiatan menyampaikan bahwa forum ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan visi Kampus Berdampak, yakni mentransformasi UTM menjadi benteng pertahanan ekosistem perairan melalui aksi nyata berbasis riset.
Menurutnya, kampus tidak hanya berperan sebagai pusat data dan pengetahuan, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi dalam deteksi dini spesies asing invasif serta mitra strategis BKHIT Jawa Timur dalam implementasi sistem biosekuriti. Sinergi antara UTM dan BKHIT Jawa Timur diharapkan memberikan dampak langsung terhadap pelestarian ikan lokal dan endemik, serta menjamin keberlanjutan sumber daya hayati Jawa Timur bagi generasi mendatang.
Secara umum, seluruh rangkaian kegiatan yang meliputi pemaparan ide dan diskusi dapat berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga teknis dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.
