Grand Launching Peresmian Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan UTM Training Center UPA Layanan Uji Kompetensi
Bangkalan, 02 Desember 2025 – Grand Launching Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Trunojoyo Madura dan UTM Training Center yang berada di bawah naungan Unit Pelaksana Akademik (UPA) Layanan Uji Kompetensi (LUK), bertempat di lantai 7 Gedung Graha Utama, Universitas Trunojoyo Madura. Peluncuran ini menjadi tonggak strategis bagi UTM dalam memperkuat kualitas lulusan sekaligus menjawab tantangan dunia industri yang semakin kompetitif dan dinamis.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para dekan, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta perwakilan lembaga mitra. Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Kepala UPA LUK sekaligus Direktur LSP UTM, Dr. Akhmad Farid, S.Pi., M.T., yang menegaskan bahwa kehadiran LSP dan UTM Training Center merupakan satu kesatuan ekosistem yang berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Menurutnya, ke depan setiap mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura diharapkan memiliki minimal satu sertifikat kompetensi sebelum lulus.
“Keberadaan LSP dan Training Center ini membawa dampak yang besar, tidak hanya bagi mahasiswa dan sivitas akademika UTM, tetapi juga bagi masyarakat umum. Kami membuka ruang yang luas bagi masyarakat untuk mengikuti pelatihan dan uji kompetensi. Uji kompetensi ini untuk memastikan seseorang benar-benar memiliki kemampuan di bidang tertentu, sehingga mampu diterima di dunia kerja maupun sektor industri masing-masing,” jelasnya. Ia menambahkan, pada tahap awal ini UTM telah memulai uji kompetensi di 22 skema, salah satunya diikuti oleh lebih dari 400 mahasiswa di bidang content creator dan sosial media. “Sertifikat bukan sekadar formalitas, yang terpenting adalah skill yang dibutuhkan oleh dunia kerja. LSP ini menjadi power yang memastikan kompetensi itu benar-benar teruji,” tegasnya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ahmad Amzeri, S.P., M.P. Ia menyampaikan bahwa kehadiran LSP UTM merupakan langkah luar biasa yang menunjukkan keseriusan universitas dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi nyata yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia usaha. “Sertifikat bukan hanya pelengkap, tetapi bukti bahwa lulusan UTM siap bersaing. LSP ini menjadi central point yang memastikan bahwa lulusan kita benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa LSP UTM yang diresmikan merupakan LSP Pihak 1 milik Universitas Trunojoyo Madura sendiri yang sebelumnya sempat tidak aktif dan kini berhasil direalisasikan kembali. “Saat ini kita sudah mendapatkan kembali legalitas dan kepercayaan untuk mengelola LSP. Ke depan, saya meminta setiap program studi minimal memiliki satu skema sertifikasi kompetensi yang dapat diakses oleh mahasiswa. Targetnya, setiap lulusan UTM memiliki minimal satu sertifikat kompetensi sebagai penguat ijazah dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), sesuai amanah Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020,” imbuhnya. Menurutnya, kehadiran LSP ini menjadi akselerator penting agar lulusan UTM semakin adaptif dan terserap di dunia kerja.
Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa UPA LUK melalui LSP UTM telah mendapatkan lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan saat ini berstatus aktif dengan nomor lisensi BNSP-LSP-1344-ID yang berlaku hingga 24 Oktober 2030. UTM juga baru saja menjalani proses visitasi relisensi oleh BNSP pada Oktober 2025 sebagai bentuk komitmen terhadap penjaminan mutu eksternal dan pengakuan kompetensi profesional.
“Capaian ini tidak boleh berhenti di seremoni. Harus kita optimalkan bersama. Jangan sampai sudah memiliki lisensi dan fasilitas, tetapi tidak dimanfaatkan dengan maksimal,” tegas Rektor. Ia menyampaikan bahwa dalam rangka Grand Launching ini, UPA LUK memberikan layanan pelatihan dan uji kompetensi sertifikasi secara gratis sebagai langkah awal yang konkret bagi mahasiswa. “LSP sangat penting untuk memastikan bahwa mahasiswa yang akan diwisuda benar-benar memiliki kompetensi sesuai minat, bakat, dan kebutuhan industri. Bahkan jika bekerja di luar program studi pun tidak masalah, yang penting mereka memiliki kecakapan dan keterampilan yang sesuai dengan dunia kerja yang diminati,” ujar Rektor.
Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. “UTM berkomitmen menjadi bagian dari solusi atas tantangan pengangguran, salah satunya dengan mendidik mahasiswa menjadi entrepreneur. Inilah sebabnya UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (PKK) dan UPA LUK harus berjalan berdampingan dan saling menguatkan,” tambahnya. Rektor pun mengajak seluruh civitas akademika untuk memanfaatkan kehadiran LSP dan UTM Training Center sebagai wadah peningkatan daya saing lulusan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penayangan video profil dan video harapan, yang menggambarkan perjalanan, visi, serta cita-cita LSP dan UTM Training Center dalam mendukung pengembangan kompetensi generasi muda Madura. Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi pemotongan pita sebagai simbol resmi dilaunching-nya LSP Universitas Trunojoyo Madura dan UTM Training Center. Para tamu undangan juga menyaksikan secara langsung proses pendaftaran dan asesmen peserta uji kompetensi sebagai bentuk transparansi dan implementasi nyata sistem yang telah disiapkan.
Melalui peresmian Lembaga Sertifikasi Profesi dan UTM Training Center ini, Universitas Trunojoyo Madura menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu melahirkan lulusan yang kompeten, tangguh, mandiri, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun global. Keberadaan LSP UTM diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam memperkuat SDM Madura dan mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
