UTM Official

Seputar UTM

  • By HUMAS UTM
  • 27 November 2025
  • 0 Comment

UTM MATANGKAN “REVIEW DAN FINALISASI KURIKULUM PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI PSIKOLOGI” DEMI CETAK PSIKOLOG PROFESIONAL DAN TANGGUH

Surabaya, 27 November 2025. Dalam upaya memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai penggerak lahirnya sumber daya manusia unggul dan berdaya saing, Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar kegiatan bertajuk “Review dan Finalisasi Kurikulum Program Pendidikan Profesi Psikologi.” Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 November 2025 di Surabaya ini, menjadi langkah penting menuju pendirian resmi Program Pendidikan Profesi Psikologi UTM.

Acara menghadirkan Dr. Evy Tjahjono, S.Psi., M.G.E., Psikolog, sebagai narasumber utama. Ia memberikan evaluasi mendalam terhadap rancangan kurikulum yang tengah disusun, menyesuaikan dengan standar kompetensi profesi psikologi serta kebutuhan dunia kerja masa kini.

Koordinator Program Studi Psikologi UTM, Dr. Zainal Abidin, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting dalam perjalanan panjang pendirian Program Pendidikan Profesi Psikologi UTM.

“Pertemuan ini adalah bagian dari upaya akhir untuk menyempurnakan kurikulum sebelum diajukan kepada asesor. Semoga membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Dr. Zainal juga menyoroti salah satu tantangan utama yang telah berhasil diselesaikan, yakni pemenuhan kerja sama kelembagaan yang menjadi syarat berdirinya program profesi. “Alhamdulillah, kami sudah menjalin MoU dan MoA dengan berbagai instansi terkait. Harapan kami, hasil akhir forum ini mendapat respons positif dan menjadi pijakan untuk penerbitan izin operasional,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Rektor, pimpinan fakultas, dan narasumber dalam mengawal proses ini hingga tahap finalisasi. “Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memastikan bahwa dokumen kurikulum kita selaras dengan standar nasional dan kebutuhan lapangan kerja psikologi profesional,” katanya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FISIB, Dr. Sriyono, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa pendirian Program Profesi Psikologi merupakan prioritas utama fakultas dalam mempercepat pengembangan akademik di lingkungan FISIB.

“Kami berterima kasih kepada Pak Rektor yang sangat serius mendorong pendirian program profesi. Ini bukti kesungguhan universitas dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tangguh dan mandiri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Dr. Evy Tjahjono sebagai pendamping menjadi nilai tambah penting untuk memastikan kurikulum tersusun secara komprehensif. “Kami berharap arahan beliau dapat membawa hasil maksimal, sehingga izin pendirian program profesi Psikologi dapat terbit tanpa revisi,” tambahnya optimistis.

Selain Program Profesi Psikologi, FISIB juga tengah mengembangkan beberapa program pascasarjana baru seperti S2 Sosiologi dan S2 Sastra Inggris, sebagai bentuk perluasan akademik dan penguatan daya saing fakultas di tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menegaskan bahwa pendirian Program Pendidikan Profesi Psikologi merupakan salah satu prioritas utama universitas dalam rencana pengembangan akademik jangka menengah.

“Program ini penting dan strategis. Kami menghadirkan Bu Evy yang sangat profesional di bidang psikologi agar pendampingan berjalan optimal, tidak hanya saat review kurikulum tetapi hingga proses penerbitan izin,” jelasnya.

Rektor mengungkapkan bahwa saat ini UTM tengah mengakselerasi pembukaan 18 program studi baru, di mana tujuh di antaranya telah memperoleh izin. “Kami berharap Program Profesi Psikologi segera menyusul. Ini bagian dari upaya kami menjaga momentum menuju AIPT UTM Unggul yang berlaku hingga 2029,” katanya.

Menurutnya, kebutuhan tenaga profesional di bidang psikologi di wilayah Madura sangat mendesak. “Faktanya, kebutuhan psikolog di Madura jauh lebih mendesak dibandingkan pembukaan program S2. Karena itu, pendirian program profesi menjadi langkah historis — pertama di Madura — dan akan menjadi tonggak penting bagi UTM,” tegasnya.

Selain itu, Rektor menambahkan bahwa Program Studi Kedokteran juga tengah disiapkan bersamaan. “Kami berharap keduanya dapat terbit bersama, sehingga tahun depan UTM sudah bisa membuka penerimaan mahasiswa baru untuk kedua program tersebut,” ujarnya penuh harap.

Dalam arahannya, Prof. Safi’ menegaskan pentingnya peningkatan performa akademik di seluruh program studi. “Kami menargetkan agar seluruh prodi dengan akreditasi ‘Baik Sekali’ bisa naik menjadi ‘Unggul’. Kami juga tengah menyiapkan pendirian Assessment Center UTM, seperti yang dimiliki Ubaya dan ITS, guna memperkuat pengukuran kompetensi lulusan,” ungkapnya.

Menurut Rektor, komitmen terhadap mutu tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan lulusan menjawab kebutuhan masyarakat. “UTM ingin menjadi kampus yang berdampak nyata. Program Profesi Psikologi adalah bagian dari komitmen itu,” tegasnya.

Rektor menutup sambutannya dengan pernyataan penuh makna:

“Dari 54 perguruan tinggi di Madura, hanya UTM yang memiliki Prodi Psikologi dan segera membuka Program Profesi Psikologi. Ini peluang besar sekaligus tanggung jawab moral yang harus kita jaga.”

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi pendalaman dan penyelarasan kurikulum yang dipandu langsung oleh Dr. Evy Thahjono. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara teori akademik, praktik profesional, dan nilai-nilai etika psikologi.

Diskusi berlangsung intensif dan produktif, meliputi penyusunan capaian pembelajaran lulusan, rancangan praktik profesi, serta mekanisme evaluasi berbasis kompetensi. Selain itu, dilakukan sinkronisasi antara standar profesi nasional dengan kebutuhan psikolog di berbagai sektor, seperti kesehatan mental, pendidikan, dan organisasi.

“Tujuan utama dari review ini adalah memastikan bahwa kurikulum tidak hanya memenuhi standar administrasi, tetapi juga relevan dengan dinamika dunia profesi yang terus berkembang,” ujar Dr. Evy.

Kegiatan Review dan Finalisasi Kurikulum Program Pendidikan Profesi Psikologi menjadi tahapan terakhir sebelum dokumen resmi diajukan ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk proses asesmen.

Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, kolaborasi dosen, dan pendampingan ahli, UTM optimistis izin program profesi dapat segera terbit dan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.

Kegiatan ini menegaskan posisi UTM sebagai pionir pendidikan psikologi profesional di Madura — kampus yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menyiapkan psikolog berkarakter unggul, tangguh, dan mandiri untuk menjawab tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *