UTM Official

Seputar UTM

UTM Canangkan Zona KHAS Sebagai Rangkaian FGD “Overview Zona KHAS dan Akselerasi Sertifikasi Halal MBG dan UMKM di Madura”

Bangkalan, 6 November 2025 — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) meneguhkan langkah nyata dalam memperkuat ekosistem produk halal di Pulau Madura dengan mencanangkan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS). Kegiatan ini dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Overview Zona KHAS dan Akselerasi Sertifikasi Halal MBG dan UMKM di Madura” yang digelar di Aula Syaikhona Muhammad Kholil, Lantai 10, Gedung Graha Utama, Universitas Trunojoyo Madura, pada Kamis, 06 November 2025.

Acara yang digagas oleh Pusat Halal UTM di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UTM bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) selaku lembaga pemerintah non-kementerian (LPNK) ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Kepala BPJPH Dr. Ahmad Haikal Hasan, Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH Dr. H. Abdul Masykur, Analis Junior Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur Didit Sulistianto, serta Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jawa Timur KH. Sholihin Hasan. Turut hadir pula Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far, S.Ag., S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Kepala BPJPH RI, Dr. Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa halal kini telah menjadi simbol peradaban modern dunia. “Halal bukan hanya urusan agama, tetapi telah menjadi gaya hidup dan simbol ekonomi masa depan. Dunia menginginkan halal, namun ahli halal masih sedikit. Karena itu, Indonesia harus menjadi motor penggerak halal global,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, kebijakan halal akan menjadi kewajiban sesuai amanat UU Nomor 33 Tahun 2014 dan PP Nomor 42 Tahun 2024. Pemerintah pusat bersama daerah didorong mempercepat sertifikasi halal bagi UMKM, khususnya mikro, secara gratis sesuai ketentuan Permendagri. “Tidak boleh ada pungutan liar. Halal itu bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk semua masyarakat dunia. Tertib sertifikasi halal, Halal Indonesia untuk Dunia,” tegasnya.

Wakil Bupati Bangkalan, Moch. Fauzan Ja’far, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif UTM dalam mencanangkan Zona KHAS sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem halal daerah. “Bangkalan dikenal dengan kuliner khas seperti Bebek Sinjay yang sudah menjadi ikon. Sertifikasi halal menjadi penting karena meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperkuat ekonomi daerah. Ketika muncul kepercayaan, ekosistem ekonomi akan tumbuh,” ujarnya. Fauzan menegaskan, pemerintah daerah siap berkolaborasi dan menindaklanjuti hasil FGD agar proses sertifikasi halal di Bangkalan dan Madura semakin cepat dan merata. “Halal bukan hanya label, tapi bentuk tanggung jawab moral dan bukti kepatuhan terhadap nilai-nilai agama. Kami siap mendukung agar gerakan halal ini menjadi gerakan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Zona KHAS UTM merupakan wujud komitmen kampus dalam menjamin seluruh produk makanan dan minuman di lingkungan kampus agar halal, aman, dan sehat. “Madura dikenal sebagai Serambi Madinah, maka sudah sepatutnya kita menjadi pelopor kampus halal. Zona KHAS ini bukan hanya simbol, melainkan komitmen nyata agar semua produk di kampus benar-benar halalan thayyiban,” tutur Rektor. Ia menambahkan, UTM kini siap menjadi katalisator percepatan sertifikasi halal di Madura. Melalui kerja sama strategis dengan BPJPH, Pusat Halal UTM telah resmi memperoleh mandat menyelenggarakan pelatihan, rekrutmen penyelia halal, dan pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. “Dengan adanya PKS ini, UTM bisa langsung mendukung percepatan sertifikasi halal di Madura. Kami ingin menjadikan gerakan halal sebagai budaya dan gaya hidup masyarakat kampus,” ujarnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan Pencanangan Zona KHAS UTM dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJPH dan lembaga pelaksana pelatihan JPH, serta penyerahan sertifikat halal kepada delapan pelaku usaha UMKM. Kegiatan ini turut disaksikan oleh Deputi BPJPH Dr. H. Abdul Masykur dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jawa Timur KH. Sholihin Hasan, yang menekankan pentingnya ketertiban dalam proses sertifikasi halal dan pengawasan jaminan mutu produk.

Sesi FGD dimoderatori oleh Dr. Hj. Siti Nur Husnul Yusmiati, Kepala Divisi Industri Produk Halal KDEKS Jawa Timur, yang memaparkan materi Overview Zona KHAS dalam Upaya Percepatan Sertifikasi Halal di Madura. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Jawa Timur telah memiliki 21 kawasan halal, 12 Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), serta lebih dari 347 ribu penyelia halal yang tersebar di berbagai daerah. Infrastruktur ini, katanya, menjadi modal penting dalam mempercepat ekosistem halal yang inklusif dan berdaya saing. “Zona KHAS merupakan upaya membangun rantai nilai halal yang tidak hanya berhenti di sertifikasi, tetapi juga menjamin kebersihan, keamanan, dan kesehatan produk,” jelasnya.

Deputi BPJPH Dr. Abdul Syakur memaparkan materi Kerjasama Holistik dan Komprehensif dalam Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal. Berdasarkan data BPJPH per 4 November 2025, sebanyak 10,06 juta produk telah bersertifikat halal di Indonesia, dengan lebih dari 18.682 pelaku usaha di Pulau Madura telah terverifikasi halal. “BPJPH terus memperluas kemitraan strategis dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk mempercepat sertifikasi halal. UTM kini menjadi bagian penting dari ekosistem percepatan ini,” ujarnya. Ia juga menyoroti potensi besar UMKM Madura dalam pasar halal global. “Dari total konsumsi Muslim dunia mencapai Rp40.000 triliun, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat industri halal dunia,” tambahnya.

Analis Junior Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur Didit Sulistianto, selaku Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur melalui tayangan “Penguatan Ekosistem Halal dan Akselerasi Halal MBG” menegaskan dukungan penuh BI terhadap pengembangan halal value chain di Madura. Pendekatan kolaboratif dan berbasis data dinilai penting untuk memperkuat sektor mikro berbasis halal.

Pencanangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) menjadi langkah strategis Universitas Trunojoyo Madura dalam meneguhkan peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak ekosistem halal di Madura. Lebih dari sekadar simbol, Zona KHAS mencerminkan komitmen UTM untuk menghadirkan inovasi yang unggul dalam mutu, tangguh menghadapi tantangan global, dan mandiri dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Dari Madura, UTM terus menebar nilai keilmuan dan kebermanfaatan, meneguhkan diri sebagai kampus riset berdaya saing nasional dan berkontribusi nyata bagi peradaban halal Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *