UTM Official

Seputar UTM

PBSI FKIP UTM Gelar Seminar Nasional SENANDIKA BAHTRA II: Bahas Peran Bahasa dan Sastra dalam Fenomena Kontemporer

Bangkalan, 4 November 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (SENANDIKA BAHTRA) II dengan tema “Peran Bahasa dan Sastra dalam Mengungkap Berbagai Fenomena Kontemporer.” Kegiatan ilmiah bergengsi ini berlangsung di Auditorium Lantai 2 Fakultas Kedokteran UTM dengan menghadirkan ratusan peserta.
Ketua pelaksana, Ahmad Jami’ul Amil, M.Pd., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan SENANDIKA BAHTRA II diikuti oleh 236 peserta, terdiri atas pemakalah yang hadir secara luring maupun daring. “Para pemakalah telah melewati proses panjang mulai dari penyaringan, seleksi abstrak, hingga akhirnya mempresentasikan hasil penelitiannya pada forum panel hari ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jami’ul Amil menjelaskan bahwa tema yang diangkat dalam seminar kali ini terbagi menjadi dua fokus utama yang menyoroti peran bahasa dan sastra dalam membaca fenomena sosial, budaya, dan pendidikan yang sedang berkembang. “Melalui bahasa dan sastra, kami berharap muncul kajian-kajian inovatif dan temuan baru yang mampu mengungkap sisi-sisi realitas yang tidak selalu tampak oleh pancaindra,” tuturnya. Ia juga berharap forum akademik seperti ini dapat terus berlanjut dan tidak berhenti hanya di lingkungan kampus. “Semoga penyebaran ilmu bahasa dan sastra tidak hanya berhenti di menara gading, tetapi bisa menjangkau masyarakat luas dan menjadi sarana pencerahan terhadap berbagai fenomena sosial dan pendidikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Dekan FKIP UTM, Dr. Badrud Tamam, S.Si., M.Pd., yang baru dilantik beberapa pekan lalu, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya seminar nasional ini. “Ini adalah seminar nasional pertama yang saya buka sejak dilantik sebagai dekan. Saya sangat mengapresiasi inisiatif dari Prodi PBSI yang kembali menghidupkan tradisi akademik seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, tema seminar sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama dalam menghadapi era Industry 4.0 dan Education 5.0 yang membawa perubahan besar terhadap pola pikir, budaya, dan bahasa masyarakat. “Bahasa selalu bergerak mengikuti zaman. Tantangan kita sebagai pendidik bahasa adalah bagaimana tetap menanamkan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia di tengah derasnya arus globalisasi dan munculnya istilah-istilah baru di kalangan generasi muda,” jelasnya.
Dr. Badrud Tamam juga menegaskan pentingnya seminar ini dalam melahirkan gagasan-gagasan solutif terhadap berbagai problematika kebahasaan kontemporer. “Melalui SENANDIKA BAHTRA II ini, semoga muncul ide-ide segar untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat jejaring keilmuan dan pengembangan wawasan akademik di bidang bahasa dan sastra,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UTM, Surokim, S.Sos., M.Si., yang sekaligus membuka seminar secara resmi dengan pemukulan gong. Dalam sambutannya, Surokim memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja dan konsistensi Prodi PBSI. “Saya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas performa luar biasa dari PBSI yang terus berinovasi dan berkontribusi nyata. Tantangan kita bukan hanya meraih pencapaian, tetapi mempertahankannya agar terus relevan dan progresif,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan semangat tim dalam mengembangkan kampus UTM. “Seperti kata Pak Rektor, kita tidak ingin menjadi ‘superman’, tetapi ‘super team’. Melalui kerja sama dan kolaborasi, akselerasi kemajuan kampus bisa terus kita dorong,” ucapnya.
Surokim juga menyinggung nilai kebangsaan yang terkandung dalam kecintaan terhadap Bahasa Indonesia. “Tadi kita menyanyikan lagu Bahasa Indonesia, dan saya merasa terharu. Ini bukan sekadar lagu, tetapi wujud cinta tanah air. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mempertahankan jati dirinya, salah satunya melalui bahasa,” tegasnya. Ia pun mendorong Prodi PBSI untuk terus memperluas kerja sama internasional yang telah dirintis, seperti pengenalan Bahasa Indonesia di Thailand, Malaysia, dan Filipina.
Acara dilanjutkan dengan sesi seminar nasional yang menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum., Guru Besar Universitas Sanata Dharma (USD) dengan paparan berjudul “Paradigma Linguistik Fungsional-Pascafungsional”, dan Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd., Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) dengan topik “Mencari Tempat dan Peran Bahasa, Sastra, dan Seni: Tantangan Posthumanisme di Tengah Era Revolusi Sains dan Teknologi.” Kedua pembicara ini dimoderatori oleh Wevi Lutfitasari, M.Pd., dosen PBSI UTM.
Dengan semangat akademik yang tinggi, kegiatan SENANDIKA BAHTRA II ini diharapkan mampu menjadi wadah produktif untuk memperkuat tradisi ilmiah, memperluas jejaring penelitian, dan menginspirasi para akademisi, mahasiswa, serta pemerhati bahasa dan sastra dalam mengkaji realitas sosial melalui perspektif kebahasaan dan kesastraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *