UTM Official

Seputar UTM

Mahasiswa UTM Ciptakan Teknologi SALTIHEDRON, Raih Medali di Ajang Nasional

Yogyakarta, 15 Februari 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan IPA Universitas Trunojoyo Madura di tingkat nasional. Dua mahasiswa, Miftahul Jannah dan Nurul Mukhovivin, berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang Lomba Essay Tingkat Nasional (LETIN) 7 kategori pertanian melalui karya inovatif berjudul “SALTIHEDRON: Inovasi Rumah Prisma Garam Berbasis Energi Terbarukan untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Garam melalui Infrared Technology & Automatic Control.”

Kompetisi yang digelar di Universitas Janabadra, Yogyakarta, pada 14–15 Februari 2026 tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Rangkaian kegiatan diawali dengan presentasi finalis pada hari pertama, kemudian dilanjutkan dengan field trip ilmiah sebagai sarana memperluas wawasan, jejaring akademik, serta pembelajaran kontekstual bagi seluruh peserta.

Dalam karya esainya, tim mengangkat inovasi SALTIHEDRON, yakni rumah prisma garam modern berbasis panel surya yang dilengkapi teknologi infrared dan sistem kontrol otomatis berbasis Arduino. Inovasi ini dirancang untuk menjawab permasalahan utama dalam industri garam tradisional, yaitu ketergantungan terhadap kondisi cuaca. Melalui teknologi tersebut, proses evaporasi air laut dapat berlangsung 3–4 kali lebih cepat sekaligus menjaga suhu produksi tetap stabil pada rentang optimal.

Menurut Miftahul Jannah dan Nurul Mukhovivin, gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap fluktuasi produksi garam nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Sistem produksi konvensional yang bergantung pada panas matahari dan musim kemarau membuat pendapatan petani cenderung tidak stabil.

“Melalui pemanfaatan energi terbarukan serta sistem otomatis, kami berharap produksi garam dapat berlangsung lebih konsisten sepanjang tahun. Selain meningkatkan efisiensi dan kualitas, inovasi ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar mereka.

Selain menghadirkan solusi teknologi, inovasi SALTIHEDRON juga dirancang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Affordable and Clean Energy) melalui pemanfaatan energi surya sebagai sumber utama, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penerapan teknologi modern pada sektor pergaraman tradisional.

Dosen pembimbing, Sunu Wahyudi menyampaikan bahwa capaian Bronze Medal ini menunjukkan proses pendampingan yang berjalan efektif, ditopang budaya diskusi yang rutin serta terbuka terhadap pertukaran ide. Ia juga mengapresiasi komitmen mahasiswa dalam setiap tahapan persiapan lomba dan berharap prestasi tersebut menjadi awal bagi capaian yang lebih tinggi di masa mendatang.

Sementara itu, Dekan FKIP UTM, Badrud Tamam, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa budaya literasi, riset, dan inovasi di lingkungan FKIP terus berkembang secara positif. Ia menegaskan bahwa fakultas berkomitmen mendukung berbagai kegiatan yang mendorong lahirnya prestasi mahasiswa melalui penguatan sinergi antar elemen di lingkungan kampus.

Ajang LETIN 7 sendiri merupakan wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, riset, serta komunikasi ilmiah. Selain mempresentasikan karya, peserta juga memperoleh kesempatan memperluas jejaring akademik dan bertukar gagasan lintas disiplin ilmu.

Raihan Bronze Medal ini tidak hanya mengharumkan nama universitas dan program studi, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata generasi muda dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Ke depan, inovasi SALTIHEDRON diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut hingga memasuki tahap implementasi dan hilirisasi, sehingga mampu menjadi solusi nyata dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas garam nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *