UTM Official

Seputar UTM

UTM Gelar FGD Pendirian Unit Usaha dan Penguatan Revenue Generating Activity

Surabaya, 24 Desember 2025 — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pendirian Unit Usaha dan Penguatan Revenue Generating Activity (RGA)” pada Senin hingga Rabu, 22–24 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Morazen Hotel Surabaya dan menjadi bagian dari upaya strategis UTM dalam memperkuat pendapatan non-akademik secara berkelanjutan.

FGD ini diikuti oleh sekitar 70 peserta yang terdiri atas jajaran rektorium, dekanium, para kepala lembaga, Unit Pelaksana Akademik (UPA), pusat penelitian (Puslit), serta unit-unit terkait di lingkungan Universitas Trunojoyo Madura.

Ketua Pelaksana kegiatan, Faidal, S.E., M.M., menjelaskan bahwa FGD ini bertujuan untuk mencari bentuk, menyelaraskan langkah, serta membangun kesepakatan bersama dalam pengembangan unit usaha UTM. Ia mengungkapkan bahwa kontribusi pendapatan non-akademik UTM sebelumnya berada di kisaran 15 persen dari total pendapatan, namun pada tahun 2025 mengalami penurunan hingga sekitar 9 persen.

“Oleh karena itu, melalui forum ini kami berharap dapat memperoleh gambaran dan strategi yang tepat dalam mengelola unit usaha. Pengalaman dari Universitas Jember yang mampu mencapai pendapatan non-akademik hingga 25 persen menjadi referensi penting, baik dari sisi kebijakan, operasional teknis, hingga strategi pengelolaan usaha,” ujar Faidal. Ia berharap hasil FGD ini dapat menjadi dasar pengelolaan unit usaha UTM untuk satu hingga tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Wakil Rektor II UTM, Ir. Ari Basuki, S.T., M.T., menyampaikan bahwa FGD ini menjadi langkah awal untuk menginisiasi potensi bisnis dari setiap unit kerja di lingkungan UTM. Menurutnya, masing-masing unit memiliki peluang untuk berkontribusi dalam penguatan RGA.

“Dari UPA misalnya terdapat Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang potensinya sudah jelas. Dari fakultas dapat memanfaatkan laboratorium, sementara Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat membuka layanan konsultasi seperti Tax Center bagi masyarakat. Badan Pengelola Usaha (BPU) diharapkan terlibat aktif dalam pemasaran dan promosi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa setiap usulan unit usaha akan dilanjutkan dengan penyusunan studi kelayakan bisnis. BPU UTM akan menyiapkan format studi kelayakan tersebut agar setiap usulan dapat dikaji secara objektif dan terukur sebelum direalisasikan.

Rektor UTM, Prof. Safi, S.H., M.H., dalam arahannya menegaskan bahwa FGD ini harus menghasilkan rumusan yang produktif dan berdampak nyata terhadap peningkatan income generating UTM. Ia menekankan pentingnya mengelola setiap potensi yang memiliki nilai ekonomi secara profesional agar dapat memberikan tambahan pendapatan bagi universitas.

“Kita memiliki kesempatan belajar dari Universitas Jember dan Universitas Negeri Surabaya yang telah berhasil mengelola unit usaha dan pendapatan non-akademik dengan baik. Ini menjadi modal penting bagi UTM untuk meningkatkan kinerja bisnis dan usaha pada awal tahun 2026,” tegasnya.

Kegiatan FGD ini menghadirkan sejumlah narasumber berpengalaman. Dr. Niken Widya Palupi, S.TP., M.Sc., Ketua BPU Universitas Jember, memaparkan materi tentang Best Practice pendirian unit usaha, pembiayaan, pengelolaan keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia. Selain itu, pemateri dari PPK BLU, yakni Hari Winarno, Hendry Wibowo, dan Siwi Mulia Handayani, turut memberikan penguatan terkait tata kelola BLU. Mahendra Wardhana, S.H., M.Kn., Kepala BPU Universitas Negeri Surabaya (UNESA), juga menyampaikan materi mengenai kerja sama dan pengembangan usaha.

Materi teknis terkait penyusunan Studi Kelayakan Bisnis (SKB) disampaikan oleh Faidal, S.E., M.M., dan Dr. Ris Yuwono Yudo Nugroho, S.E., M.Si., yang memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta mengenai tahapan dan analisis dalam merancang unit usaha yang layak dan berkelanjutan.

Melalui FGD ini, Universitas Trunojoyo Madura berharap dapat merumuskan strategi pengembangan unit usaha yang terintegrasi, meningkatkan kontribusi pendapatan non-akademik, serta memperkuat kemandirian dan daya saing institusi di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *