UMRAH Lakukan Benchmarking Tata Kelola BLU dan Sistem Informasi ke Universitas Trunojoyo Madura
Bangkalan, 16 Desember 2025 — Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dalam rangka penjajakan kolaborasi serta berbagi praktik baik implementasi proses bisnis Sistem Informasi (SI) guna mendukung pelaksanaan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Rektorat UTM Lantai 5 Ruang 502 pada Selasa (16/12/2025).
Rombongan UMRAH dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan, Dr. Tengku Said Raza’i, S.Pi., M.P, didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Dr. Nancy Willian, S.Si., M.Si., Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi Kelautan Martaleli Bettiza, S.Si., M.Sc., serta Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Dr. Dony Apdillah, S.Pi., M.Si. Kunjungan ini diterima langsung oleh jajaran pimpinan Universitas Trunojoyo Madura.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UTM, Ir. Ari Basuki, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kunjungan UMRAH ke UTM merupakan bagian dari silaturahmi akademik sekaligus benchmarking tata kelola BLU, khususnya terkait sistem informasi pendukung pengelolaan keuangan.
“UMRAH bersilaturahmi ke UTM dalam rangka benchmarking tata kelola BLU, terutama pada aspek sistem informasinya. Sebelumnya, UTM juga pernah berkunjung ke UMRAH untuk berbagi pengalaman dalam proses menuju PTN BLU. UTM sendiri memperoleh status PTN BLU pada pertengahan tahun 2023 dengan pembentukan tim yang solid, yang sekaligus menjadi tantangan dalam pengelolaan keuangan agar sesuai dengan ketentuan BLU,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ir. Ari Basuki menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan BLU memiliki kompleksitas tersendiri, mulai dari mekanisme pencairan melalui KPPN, pengelolaan DIPA bernilai besar, hingga kewajiban pelaporan rutin kepada Dewan Pengawas. Oleh karena itu, UTM menekankan pentingnya kesiapan sistem informasi sejak awal.
“Catatan pentingnya adalah menyiapkan sistem informasi terlebih dahulu. Sistem ini tidak hanya mencakup keuangan, tetapi juga sistem administrasi perkantoran dan sistem informasi kepegawaian. Dengan menjadi BLU, pengelolaan KPPN dilakukan secara internal, tidak lagi berada langsung di bawah Kementerian Keuangan. Alhamdulillah, dengan sistem informasi yang terintegrasi, pelaporan bulanan kepada Dewan Pengawas dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terkontrol,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan UMRAH, Dr. Tengku Said Raza’i, S.Pi., M.P, mengungkapkan bahwa UMRAH memiliki karakteristik unik sebagai perguruan tinggi yang berada di Provinsi Kepulauan Riau dengan wilayah kepulauan yang sangat luas. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam pengembangan teknologi informasi dan tata kelola perguruan tinggi.
“Provinsi Kepulauan Riau memiliki 2.413 pulau, dan sekitar 380 di antaranya berpenghuni. Banyak wilayah yang tergolong hinterland dan tertinggal, dengan keterbatasan akses, termasuk akses teknologi dan sinyal komunikasi. Oleh karena itu, isu IT menjadi salah satu perhatian utama kami ketika berkomitmen untuk menjadi PTN BLU,” ujarnya.
Dr. Tengku Said Raza’i juga menyampaikan bahwa rencana UMRAH menuju BLU memunculkan pro dan kontra di internal, terutama terkait kekhawatiran terhadap keberlanjutan pembayaran remunerasi dan kesejahteraan pegawai. Dengan jumlah mahasiswa sekitar 11.000 orang (dan sekitar 14.000 termasuk program PPG), serta PNBP yang masih terbatas, UMRAH perlu merumuskan strategi peningkatan pendapatan non-UKT tanpa membebani mahasiswa.
“Kami tidak ingin menaikkan UKT karena mayoritas mahasiswa kami berasal dari masyarakat pesisir dan nelayan kecil. Prinsip sejak awal pendirian UMRAH pada tahun 2007 adalah mencerdaskan kehidupan masyarakat kepulauan. Oleh karena itu, kami ingin belajar dari UTM bagaimana strategi meningkatkan pendapatan non-UKT, mengoptimalkan sistem informasi, serta menyiapkan langkah konkret menghadapi masa transisi menuju BLU,” ungkapnya.
Dalam diskusi tersebut, UMRAH juga menggali pengalaman UTM dalam mengadopsi dan mengembangkan sistem informasi, baik dengan membangun sendiri maupun melalui kerja sama dengan pihak lain. Hal ini dinilai penting agar sistem yang diterapkan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas institusi.
Kegiatan benchmarking ini berlangsung dalam suasana dialogis dan terbuka, diisi dengan diskusi mendalam mengenai tata kelola keuangan BLU, kesiapan sumber daya manusia, penguatan sistem informasi, serta strategi kemandirian perguruan tinggi. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal terjalinnya kolaborasi yang lebih erat antara UMRAH dan UTM, sekaligus menjadi sarana saling belajar dalam upaya mewujudkan perguruan tinggi negeri yang unggul, tangguh, dan mandiri.
